Bank CIMB Niaga Siapkan Rp480 Juta untuk Pembelian Kembali Saham, Ajukan Persetujuan di RUPST
PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) akan mengajukan rencana strategis untuk melakukan pembelian kembali sahamnya sendiri atau buyback dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 17 April 2026. Aksi korporasi ini diproyeksikan akan menelan biaya maksimal sebesar Rp480 juta, yang mencakup seluruh biaya terkait termasuk komisi perantara pedagang efek dan biaya operasional lainnya.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, jumlah saham yang rencananya akan dibeli kembali oleh perseroan tidak akan melebihi 220.000 lembar saham yang telah diterbitkan dan disetor penuh. Manajemen CIMB Niaga menjelaskan bahwa proses pembelian kembali saham ini akan dilaksanakan dalam kurun waktu maksimal 12 bulan terhitung sejak persetujuan diperoleh dari RUPST.
Detail Rencana Pembelian Kembali Saham
RUPST yang akan diselenggarakan pada tanggal 17 April 2026 tidak hanya akan membahas persetujuan untuk buyback saham, tetapi juga akan mencakup detail mengenai rencana pengalihan saham yang berhasil dibeli kembali. Rencana ini merupakan bagian integral dari strategi manajemen untuk mendukung program pemberian remunerasi variabel dalam bentuk saham kepada para eksekutif yang dikategorikan sebagai Material Risk Taker (MRT). Kebijakan ini sejalan dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 45/2015.
Saham-saham yang diperoleh melalui mekanisme buyback ini direncanakan akan dialihkan sebagai bagian dari program remunerasi tersebut. Pengalihan ini diharapkan dapat terlaksana dalam jangka waktu maksimal tiga tahun setelah proses buyback dinyatakan selesai. Penting untuk dicatat, manajemen CIMB Niaga menegaskan bahwa tidak ada ketentuan penguncian (lock-up) yang berlaku untuk saham-saham hasil buyback yang akan dialihkan.
Sumber Dana dan Dampak Finansial
Manajemen CIMB Niaga memberikan jaminan bahwa sumber pendanaan untuk aksi buyback ini sepenuhnya berasal dari kas internal perseroan. Dana tersebut tidak bersumber dari hasil penawaran umum perdana saham (IPO) atau sekuritas lainnya, maupun dari pinjaman. Hal ini menunjukkan bahwa aksi korporasi ini tidak akan mengganggu atau melemahkan kemampuan keuangan perseroan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban finansialnya yang jatuh tempo.
Secara proforma, pelaksanaan aksi buyback ini diperkirakan tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan perseroan secara keseluruhan. Analisis menunjukkan bahwa Laba Bersih per Saham (EPS) yang tercatat sebesar Rp273,53 diproyeksikan akan tetap stabil di angka yang sama, bahkan setelah aksi buyback dilaksanakan.
Selain itu, rasio profitabilitas penting lainnya seperti Return on Asset (ROA) yang berada di level 2,43% dan Return on Equity (ROE) sebesar 13,03%, juga diprediksi tidak akan mengalami perubahan berarti. Dari sisi permodalan, Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perseroan tercatat sehat pada angka 24,83%, menunjukkan posisi permodalan yang kuat.
Posisi Keuangan CIMB Niaga per Akhir 2025
Per tanggal 31 Desember 2025, PT Bank CIMB Niaga Tbk. mencatatkan posisi keuangan yang solid. Total aset konsolidasian perseroan mencapai Rp372,69 triliun. Sementara itu, laba bersih yang berhasil diraih sepanjang tahun tersebut adalah sebesar Rp6,88 triliun, didukung oleh ekuitas yang tercatat sebesar Rp57,94 triliun. Posisi keuangan yang kuat ini menjadi landasan bagi perseroan untuk melaksanakan berbagai inisiatif strategis, termasuk rencana buyback saham yang akan diajukan kepada pemegang saham.





