Como Nyaris Taklukkan Inter: Fabregas Bertahan, Kemenangan di Depan Mata

Taktik Jitu Cesc Fabregas Hentikan Tren Negatif Como Melawan Inter Milan

Pertandingan leg pertama semifinal Coppa Italia antara Como dan Inter Milan di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Selasa (3/3/2026) mencatat sejarah baru. Como, yang sebelumnya takluk beruntun dari Inter Milan, berhasil menghentikan rentetan kekalahan tersebut dengan menerapkan taktik yang tidak biasa. Hasil imbang 0-0 dalam laga tersebut membuka peluang bagi Como untuk melaju ke final.

Sebelum pertandingan ini, Como asuhan Cesc Fabregas menghadapi catatan yang kurang menyenangkan setiap kali bertemu dengan Inter Milan. Sejak musim lalu, I Lariani, julukan Como, selalu menelan kekalahan. Dalam kompetisi Serie A musim 2024-2025, Como dua kali kalah dari Inter dengan skor identik 0-2 dalam dua pertemuan liga. Puncak kekalahan terjadi pada pertemuan pertama musim ini di Serie A, di mana Como takluk telak 0-4 dari La Beneamata.

Pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, Cesc Fabregas kerap dikritik karena dianggap terlalu idealis dengan terus memaksakan gaya permainan menyerang. Pendekatan ini membuat Como bermain terlalu terbuka, yang sangat menguntungkan Inter Milan dengan materi pemain yang jauh lebih superior.

Namun, dalam leg pertama semifinal Coppa Italia dini hari tadi, Fabregas mengambil pendekatan yang berbeda. Mantan gelandang legendaris Arsenal dan Barcelona ini menerapkan skema permainan yang lebih defensif dari biasanya. Ia menumpuk empat gelandang tengah dalam formasi, yaitu Lucas Da Cunha, Sergi Roberto, Maximo Perrone, dan Maxence Caqueret.

Selain itu, ada perubahan posisi yang mencolok. Bek kanan Mergim Vojvoda diturunkan sebagai winger, dan Como tidak menurunkan penyerang murni. Posisi penyerang sentral diisi oleh Nico Paz sebagai “false nine”, seorang penyerang yang tidak beroperasi di posisi utamanya dan lebih banyak bergerak ke lini tengah.

Hasil Positif dan Peluang di San Siro

Pendekatan taktis yang baru ini membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Como berhasil menghentikan tren kekalahan mereka dari Inter Milan, sebuah kemajuan signifikan yang patut diapresiasi. Laga berakhir dengan skor kacamata, 0-0. Menariknya, dalam pertandingan ini, Como justru memiliki peluang yang lebih baik dan lebih banyak dibandingkan Inter. Peluang-peluang emas tersebut datang melalui Mergim Vojvoda dan Alex Valle.

“Saya pikir kami mungkin pantas mendapatkan satu gol,” ujar Cesc Fabregas usai pertandingan, menunjukkan rasa optimisme dan keyakinannya pada performa timnya. Ia melanjutkan, “Ini adalah pertandingan catur, sangat taktis, di mana saat menghadapi tim paling dominan di Serie A, kami menampilkan permainan yang kami inginkan.”

Fabregas memuji soliditas timnya dan kemampuan mereka menciptakan peluang. “Kami solid, memiliki 2 atau 3 peluang yang sangat bagus, tetapi pada akhirnya hasilnya seperti ini,” katanya. Ia juga menyoroti dominasi Inter yang tidak terlihat dalam pertandingan tersebut. “Inter mendominasi sepak bola Italia dalam 5 tahun terakhir tetapi saya tidak melihat itu malam ini. Mereka hanya berhasil mendapatkan 1 tembakan ke gawang hari ini.”

Meskipun demikian, Fabregas juga mengungkapkan sedikit kekecewaan. “Hasil ini sedikit menyisakan kekecewaan karena kami merasa pantas memenangi pertandingan ini setidaknya dengan skor 1-0,” ungkapnya. Ia dengan tegas menolak anggapan bahwa hasil ini adalah bentuk balas dendam atas kekalahan telak 0-4 di Serie A. “Ini bukan pembalasan untuk kekalahan 0-4 kami di Liga Italia. Pembalasan hanya untuk pecundang,” tegasnya. Ia lebih menekankan pada filosofi pertumbuhan timnya. “Tetapi, orang-orang cerdas, mereka yang lapar dan ingin belajar, kami rendah hati dan terbuka untuk mendengar pendapat orang.”

Menuju Final Coppa Italia

Dengan hasil imbang 0-0 ini, nasib Como untuk melaju ke final Coppa Italia akan ditentukan dalam pertandingan leg kedua yang akan digelar di markas Inter Milan, Stadion San Siro, pada tanggal 21 atau 22 April mendatang.

Fabregas menunjukkan tekadnya untuk membawa timnya mencapai final. “Rasanya kami telah mendapatkan hak untuk bermain di final Coppa Italia,” ujarnya penuh semangat. “Kami akan melakukan segalanya untuk berada di Stadion Olimpico pada 13 Mei nanti.”

Hasil ini membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat dan adaptasi taktis, Como mampu memberikan perlawanan sengit bahkan kepada tim sekaliber Inter Milan. Perjalanan Como di Coppa Italia masih terbuka lebar, dan leg kedua di San Siro diprediksi akan menjadi pertarungan yang sangat menarik untuk disaksikan.

Poin Kunci Pertandingan:

  • Perubahan Taktik: Cesc Fabregas menerapkan skema yang lebih defensif, menumpuk gelandang dan menggunakan “false nine”.
  • Penghentian Tren Negatif: Como berhasil menghentikan rentetan kekalahan dari Inter Milan setelah serangkaian hasil buruk.
  • Peluang Lebih Baik: I Lariani menciptakan lebih banyak peluang berbahaya meskipun bermain imbang 0-0.
  • Mentalitas Juara: Fabregas menekankan pentingnya belajar dan tumbuh, bukan sekadar balas dendam.
  • Leg Kedua Krusial: Laga penentuan akan digelar di San Siro, menentukan siapa yang berhak melaju ke final.

Pos terkait