Perjalanan Inspiratif H. Ismail: Dari Anak Nelayan Menjadi Sekretaris Daerah Mempawah
Senin, 1 Juni 2026, menandai sebuah babak baru yang sarat makna di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah. H. Ismail, sosok yang telah lama dikenal sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) yang bersahaja, secara resmi mengakhiri pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah puluhan tahun berkarya. Bagi masyarakat Mempawah, purnatugasnya bukanlah sekadar akhir dari karier seorang pejabat, melainkan sebuah narasi tentang keteguhan hati, perjuangan yang tak kenal lelah, dan bukti nyata bahwa keterbatasan fisik maupun ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih impian tertinggi. Ismail telah menjadi simbol hidup yang membuktikan bahwa seorang anak kampung pesisir pun mampu menorehkan jejaknya hingga menduduki posisi puncak dalam struktur birokrasi daerah.
Kisah Sang Anak Nelayan yang Menembus Batas
Bupati Mempawah, Hj. Erlina, tak dapat menyembunyikan kebanggaan sekaligus haru ketika mengenang kembali masa kecil H. Ismail. Di balik sosoknya yang tegas dalam memimpin administrasi daerah, tersembunyi sebuah kisah perjuangan yang luar biasa.
“Pak Ismail lahir dan tumbuh dalam kesederhanaan di wilayah pesisir Sungai Pinyuh,” ujar Bupati Erlina. “Sejak kecil, beliau sudah terbiasa membantu para nelayan mencari nafkah untuk menopang keluarganya. Namun, di tengah keterbatasan yang melingkupinya, semangat belajar dan ketekunannya dalam beribadah tidak pernah surut sedikit pun.”
Kondisi ekonomi yang sulit justru menjadi menempa karakter Ismail menjadi pribadi yang tangguh dan pantang menyerah. Berkat ketekunan dan potensi yang dilirik oleh tokoh masyarakat setempat, jalan baginya untuk menempuh pendidikan tinggi pun terbuka lebar. Dari bangku kuliah itulah, Ismail memulai kariernya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah, benar-benar dari nol, sebagai seorang staf biasa.
Pilar Stabilitas: H. Ismail di Posisi Sekretaris Daerah
Jabatan Sekretaris Daerah memegang peranan krusial sebagai motor penggerak roda pemerintahan. Dalam satu dekade terakhir, Kabupaten Mempawah telah menyaksikan dinamika kepemimpinan birokrasi yang penting, dan H. Ismail menjadi salah satu figur yang paling lama dan stabil menduduki posisi strategis ini.
Berikut adalah gambaran singkat mengenai kepemimpinan Sekda di Mempawah dalam beberapa tahun terakhir:
Drs. H. Mochrizal
- Masa Jabatan: 2014 – 2018
- Catatan Strategis: Mengawal masa transisi pembangunan infrastruktur dasar Mempawah di era kepemimpinan Bupati H. Ria Norsan.
Drs. Laksmono, M.Si (Plt)
- Masa Jabatan: 2018 – 2019
- Catatan Strategis: Mengisi kekosongan administratif selama masa transisi pemilihan kepala daerah dan persiapan lelang jabatan murni.
H. Ismail, MM
- Masa Jabatan: 2019 – 1 Juni 2026
- Catatan Strategis: Sebagai Sekda definitif, beliau berhasil mengawal stabilitas daerah melewati masa kritis pandemi COVID-19, memimpin pembangunan RSUD dr. Rubini, hingga mencetak rekor gemilang dengan meraih juara umum LPTQ berkali-kali.
Benteng Pertahanan di Tengah Pandemi dan Warisan RSUD Rubini
Kehadiran H. Ismail sebagai Sekretaris Daerah sejak tahun 2019 menjadi pilar penting bagi Bupati Erlina, terutama saat dunia dilanda badai pandemi COVID-19 yang turut mengguncang Kabupaten Mempawah. Proses refocusing anggaran yang kompleks dan tekanan ekonomi daerah menuntut keahlian dan ketenangan seorang Ismail dalam mengambil keputusan.
“Beliau selalu hadir dengan solusi yang matang dan pertimbangan yang mendalam,” puji Bupati Erlina. “Saat daerah menghadapi keterbatasan anggaran, beliau mampu merumuskan langkah-langkah strategis agar pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berjalan dengan optimal.”
Kerja keras kolektif di bawah kepemimpinannya membuahkan hasil nyata yang kini dirasakan langsung oleh seluruh warga Mempawah:
- RSUD dr. Rubini: Pembangunan gedung baru yang megah kini menjadi fasilitas kesehatan kebanggaan masyarakat, meningkatkan kualitas layanan medis bagi warga.
- Inovasi Air Bersih PDAM: Keberhasilan mengubah air baku yang semula kurang layak di wilayah pesisir menjadi air bersih yang aman dan layak konsumsi bagi masyarakat.
- Opini WTP: Mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI secara berturut-turut, menunjukkan pengelolaan keuangan daerah yang baik dan akuntabel.
- Penghargaan Nasional: Meraih apresiasi dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Tempo Media Group atas upaya perluasan lapangan kerja di Kabupaten Mempawah.
Mahkota Tujuh Kali Juara Umum MTQ Kalbar
Jejak pengabdian H. Ismail tidak hanya terukir di atas dokumen-dokumen pemerintahan. Di hati masyarakat Mempawah yang religius, namanya terukir indah sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Mempawah.
Di bawah kepemimpinannya, kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Mempawah menjelma menjadi kekuatan yang tak tertandingi di tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Prestasi gemilang diraih dengan menyabet gelar Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi Kalbar sebanyak tujuh kali berturut-turut.
“Beliau selalu mengingatkan bahwa kemenangan sejati bukan hanya soal piala dan prestasi semata,” kenang Bupati Erlina dengan nada bergetar. “Namun, lebih dari itu, kemenangan adalah tentang menumbuhkan akhlak mulia, menjaga kerendahan hati, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.”
“Sekat Sejati Bukanlah Kemiskinan…”
Mengakhiri narasinya, Bupati Erlina menyampaikan sebuah pesan mendalam yang dipetik dari perjalanan hidup sang Sekretaris Daerah legendaris ini. Pesan ini ditujukan kepada seluruh anak muda, khususnya yang berada di pelosok Kalimantan Barat, agar tidak pernah menyerah pada nasib dan selalu berjuang meraih impian.
“Sekat yang sebenarnya bukanlah kemiskinan atau keterbatasan fisik semata,” tegas Bupati Erlina. “Sekat itu justru muncul ketika seseorang berhenti belajar, berhenti berusaha, dan berhenti mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pak Ismail telah membuktikan dengan nyata bahwa integritas, kerja keras yang tak kenal lelah, serta keimanan yang kuat mampu mengantarkan seseorang menuju gerbang kesuksesan.”
Terima kasih, Pak Ismail. Selamat memasuki masa purnatugas. Perahu yang Anda kayuh dengan penuh semangat dari tepian Sungai Pinyuh kini telah berlabuh dengan megah di dermaga kehormatan. Anda telah meninggalkan jejak pengabdian yang tak ternilai, yang akan terus menginspirasi generasi Mempawah di masa mendatang.




