Depok Cirebon: Ruko Ludes Terbakar, Asap Tebal Sejak Senja

Kebakaran Ruko Gudang di Cirebon: Api Melalap Minyak Goreng, Damkar Berjibaku Padamkan

CIREBON – Sebuah insiden kebakaran hebat melanda sebuah rumah toko (ruko) yang difungsikan sebagai gudang di Desa Kasugengan Kidul, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu malam, 28 Februari 2026. Api yang diduga berasal dari korsleting listrik pada panel AC berhasil dipadamkan setelah perjuangan petugas pemadam kebakaran, dengan keberuntungan tidak adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Peristiwa ini bermula ketika asap mulai terlihat dari bangunan tersebut sekitar pukul 18.00 WIB. Namun, api baru membesar dan melahap bangunan dua jam kemudian, sekitar pukul 20.00 WIB. Laporan resmi ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon baru diterima pada pukul 20.40 WIB melalui layanan darurat 112.

Kronologi dan Upaya Pemadaman

Menurut Kabid Kedaruratan DPKP Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana, laporan diterima dari aparat desa setempat. “Kami menerima laporan pukul 20.40 WIB dari aparat desa atas nama Saudara Jali terkait adanya kebakaran di Desa Kasugengan Kidul, Kecamatan Depok,” ujar Eno Sudjana dalam keterangan tertulisnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Sektor Sumber segera diberangkatkan pada pukul 20.43 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 20.53 WIB. Namun, setibanya di lokasi, petugas menghadapi kendala awal. Pintu ruko masih terkunci rapat, dan aliran listrik belum diputus, sehingga menghambat upaya pemadaman.

“Anggota belum bisa melakukan pemadaman karena pintu ruko terkunci dan arus listrik belum diputus,” jelas Eno.

Untuk mempercepat penanganan dan mengantisipasi penyebaran api yang lebih luas, petugas meminta bantuan tambahan satu unit mobil pemadam dari Pos Sektor Weru. Sambil menunggu tim PLN datang untuk memutus aliran listrik, warga sekitar dengan sigap berinisiatif membuka paksa gembok pintu ruko menggunakan gerinda.

“Setelah kunci berhasil dipotong dan arus listrik diputus, kami langsung melakukan pemadaman,” terang Eno Sudjana.

Bahaya di Dalam Gudang

Saat petugas berhasil masuk ke dalam ruko, mereka menemukan kondisi yang cukup membahayakan. Di dalam gudang tersebut terdapat beberapa drum berisi minyak goreng yang sudah dalam keadaan terbuka dan panas. Keberadaan minyak goreng dalam jumlah besar ini menjadi ancaman serius karena sifatnya yang sangat mudah terbakar. Selain itu, tumpukan barang bekas seperti kardus juga menambah risiko kebakaran, mengingat material tersebut sangat mudah terbakar.

“Saat Damkar tiba di lokasi diinformasikan adanya drum berisi minyak goreng dan tumpukan barang bekas berupa kardus dan lainnya,” ungkap Eno.

Keterangan dari warga sekitar memperkuat informasi mengenai awal mula asap terlihat. “Menurut keterangan warga sekitar, pukul 18.00 WIB sudah terlihat asap, namun tidak ada yang melaporkan ke aparat desa. Sekitar pukul 20.40 WIB baru dilaporkan ke Pos Damkar Sektor Sumber,” tambahnya.

Pemadaman Tuntas dan Kerugian

Api akhirnya berhasil dijinakkan sepenuhnya pada pukul 21.47 WIB. Setelah api padam, petugas melanjutkan dengan proses pendinginan area yang terbakar hingga pukul 21.57 WIB untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.

Proses pemadaman ini dipimpin langsung oleh Kasi PPE, Sukadi, dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam. “Proses pemadaman dipimpin langsung oleh Kasi PPE Bapak Sukadi dengan mengerahkan dua unit pancar,” ujar Eno.

Berdasarkan pemeriksaan awal, penyebab kebakaran diduga kuat adalah korsleting listrik yang terjadi pada panel AC di dalam ruko.

Material yang Terbakar dan Luas Area

Material yang terbakar di dalam ruko meliputi berbagai barang, antara lain unit AC, kipas angin, sofa, kursi jati, rak jualan, serta berbagai material lain yang mudah terbakar. Diperkirakan, luas area yang dilalap api mencapai sekitar 200 meter persegi dari total luas bangunan gudang yang diperkirakan sekitar 800 meter persegi. Beruntung, sekitar 600 meter persegi bangunan lainnya berhasil diselamatkan dari amukan api.

Yang terpenting, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden kebakaran ini. Namun, kerugian material yang dialami pemilik ruko masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Dokumentasi dan Koordinasi

Dalam rekaman video yang dibagikan oleh petugas pemadam kebakaran, terlihat suasana di dalam ruko yang masih dipenuhi asap tipis saat proses pendinginan berlangsung. Dua petugas dengan mengenakan helm merah terlihat dengan teliti memeriksa setiap sudut dinding dan plafon menggunakan senter untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersembunyi.

Suara instruksi yang tegas terdengar di tengah kepulan asap saat selang air diarahkan ke dalam ruangan untuk proses pendinginan. “Tarik bae, tarik bae,” terdengar komando dari salah satu petugas.

Penanganan kebakaran ini merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur, termasuk personel dari Polsek Depok, Koramil Plumbon, petugas PLN, aparat desa, dan juga partisipasi aktif dari warga sekitar yang turut membantu.

“Danru dan anggota mengecek kembali area ruko atau gudang yang terbakar secara menyeluruh dan dinyatakan aman. Armada kemudian kembali ke sektor untuk standby,” pungkas Eno Sudjana.

Pos terkait