Pembangunan Fasilitas Kesehatan di Mimika: Prioritas dari Pesisir hingga Pegunungan
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, menargetkan pembangunan sejumlah fasilitas kesehatan strategis pada tahun 2026. Pembangunan ini akan mencakup berbagai wilayah, mulai dari pesisir hingga pegunungan, demi menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Lokasi yang menjadi fokus antara lain Kokonao, Agimuga, dan kawasan pegunungan seperti Hoya.
Kepala Dinkes Mimika, Reynold Ubra, menjelaskan bahwa inisiatif pembangunan ini merupakan bagian dari program strategis daerah yang dirancang untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh warga Mimika. Pendekatan yang diambil bersifat komprehensif, memastikan bahwa fasilitas kesehatan tidak hanya dibangun di pusat kota, tetapi juga menjangkau daerah-daerah terpencil yang selama ini mungkin kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan.
Fokus Pembangunan di Berbagai Wilayah Strategis
Pembangunan fasilitas kesehatan di Mimika tahun ini akan menyentuh beberapa titik krusial. Di kawasan pegunungan Hoya, misalnya, Dinkes Mimika akan fokus pada pembangunan rumah bagi petugas kesehatan. Langkah ini diambil sebagai upaya memastikan ketersediaan tenaga medis di daerah terpencil. Keberadaan rumah dinas yang layak diharapkan dapat mendorong para tenaga medis untuk menetap dan bertugas di lokasi tersebut, sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal.
Selain itu, Puskesmas Arwanop juga akan mengalami pembangunan ulang. Reynold Ubra mengemukakan bahwa pembangunan kembali Puskesmas Arwanop sangat penting mengingat status bangunan lama yang memiliki persoalan terkait kepemilikan tanah. Bangunan Puskesmas Arwanop yang telah berdiri sejak tahun 2000 merupakan aset milik Freeport Indonesia. Meskipun bangunan tersebut telah diserahkan kepada pemerintah daerah, status tanahnya masih belum sepenuhnya menjadi milik pemerintah.
“Kalau fasilitas pemerintah, tanahnya harus berstatus dikuasai dan dikelola oleh pemerintah. Itu yang menjadi dasar kami membangun yang baru,” tegas Reynold Ubra. Kepastian status tanah ini menjadi landasan utama agar pembangunan fasilitas kesehatan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan memberikan kepastian hukum bagi aset pemerintah daerah.
Pendekatan pembangunan fisik tahun ini juga mengadopsi konsep “dari kampung ke kota”, yang berarti pembangunan dimulai dari daerah-daerah yang lebih terpencil menuju pusat perkotaan, memastikan pemerataan pembangunan.
Rencana Pembangunan Puskesmas Perintis dan Pengembangan Puskesmas Wania
Lebih lanjut, Dinkes Mimika juga merencanakan pembangunan Puskesmas Perintis yang sempat tertunda pada tahun sebelumnya. Lokasi Puskesmas Perintis ini akan berada di Kartini Ujung, Distrik Mimika Baru. Lahan untuk pembangunan ini telah berhasil dibebaskan, dan saat ini pihak Dinkes tengah dalam tahap penyusunan dokumen perencanaan yang rinci.
Anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan Puskesmas Perintis ini diperkirakan mencapai Rp34 miliar. Dana ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika.
Selain pembangunan Puskesmas baru, pengembangan Puskesmas Wania juga menjadi prioritas. Untuk pengembangan Puskesmas Wania, alokasi anggaran yang disiapkan adalah sekitar Rp10 miliar, yang juga bersumber dari APBD. Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan yang diberikan oleh Puskesmas Wania.
Prioritas Sektor Kesehatan dalam Efisiensi Anggaran
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, meskipun pemerintah daerah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran di berbagai sektor, sektor kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Reynold Ubra menekankan bahwa efektivitas pembangunan fasilitas publik, termasuk fasilitas kesehatan, tidak boleh dikompromikan meskipun ada semangat efisiensi anggaran.
“Meski saat ini pemerintah sedang mengedepankan semangat efisiensi anggaran, namun efektivitas pembangunan fasilitas publik tetap menjadi sasaran utama,” ujar Reynold Ubra. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk terus berinvestasi dalam peningkatan kesehatan masyarakat, yang merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah.
Fasilitas Lengkap dalam Satu Paket Pembangunan
Alokasi dana yang disiapkan untuk pembangunan puskesmas tidak hanya mencakup pembangunan fisik gedung utama. Setiap puskesmas yang akan dibangun nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang memadai. Ini termasuk pembangunan rumah bagi petugas medis, pemasangan jaringan internet, instalasi lampu tenaga surya, serta penyediaan sarana air bersih.
Pembangunan rumah bagi petugas medis di setiap puskesmas menjadi perhatian serius. Tujuannya adalah agar para tenaga medis dapat tinggal berdekatan dengan tempat mereka bekerja. “Kalau rumah petugas belum ada, nanti petugasnya tidak ada di tempat. Jadi lebih baik bangun rumah petugas dulu, sudah pasti petugasnya ada,” jelas Reynold Ubra. Dengan adanya rumah dinas yang memadai, diharapkan ketersediaan dan kehadiran tenaga medis di puskesmas-puskesmas, terutama di daerah terpencil, dapat terjamin.
Strategi Pelayanan Kesehatan: Jemput Bola dan Pemeriksaan Gratis
Selain pembangunan fisik, strategi pelayanan kesehatan tahun 2026 juga akan difokuskan pada pelayanan di luar gedung. Salah satu program unggulan yang akan terus digalakkan adalah pemeriksaan kesehatan gratis, yang merupakan program prioritas nasional.
Di tingkat daerah, program nasional ini akan dikolaborasikan dengan program Puskesmas Jalan Kaki dan layanan Kunjungan Keluarga Sehat (KK Sehat). Kolaborasi ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk mereka yang mungkin kesulitan untuk datang ke puskesmas.
“Di Provinsi Papua Tengah, Timika berkontribusi paling banyak, lebih dari 60 persen penduduk menerima pemeriksaan kesehatan gratis,” ungkap Reynold Ubra. Angka ini menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat Timika dalam program kesehatan yang digalakkan oleh pemerintah daerah dan pusat, serta peran aktif Dinkes Mimika dalam mengimplementasikan program-program tersebut.
Dengan berbagai upaya pembangunan fisik dan peningkatan strategi pelayanan, diharapkan sektor kesehatan di Kabupaten Mimika akan terus mengalami kemajuan, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan seluruh masyarakatnya.





