DKISP Kaltara tingkatkan literasi digital siswa di perbatasan Sebatik Nunukan

Sosialisasi Literasi Digital untuk Pelajar di Sebatik

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP Kaltara) mengadakan kegiatan sosialisasi literasi digital yang diberi nama Sosialisasi Literasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Kegiatan ini dilaksanakan khususnya bagi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah perbatasan, terutama di Sebatik, Kabupaten Nunukan.

Kegiatan ini berlangsung secara resmi di SMA Negeri 1 Sebatik pada Senin (27/4/2026), dengan pembukaan oleh Kepala DKISP Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si. Ia menekankan bahwa Sebatik memiliki peran strategis sebagai wajah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sebatik bukan sekadar wilayah di peta, tetapi bagian penting dari wajah Indonesia,” ujarnya. Iskandar menjelaskan bahwa di era digital saat ini tidak ada lagi batas wilayah dalam mengakses informasi. Pelajar di Sebatik memiliki kesempatan yang sama dengan pelajar di daerah lain.

“Kalian punya akses informasi yang sama seperti di Jakarta atau bahkan dunia,” katanya. Ia juga mengingatkan pentingnya ketahanan digital bagi pelajar di wilayah perbatasan. Menurutnya, pelajar tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menyaring informasi di ruang digital.

“Jangan sampai ruang digital diisi hoaks, perpecahan, atau pengaruh yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa,” jelasnya. Iskandar menambahkan bahwa Literasi Digital saat ini sudah menjadi bagian dari bela negara. Bukan lagi soal fisik, tetapi bagaimana menjaga ruang digital tetap sehat dan positif.

Dalam kegiatan ini, para pelajar dibekali pemahaman tentang cara menggunakan teknologi dengan baik, menjaga etika di media sosial, melestarikan budaya melalui konten digital, hingga melindungi diri dari ancaman siber. Harapan dari kegiatan ini adalah lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kreatif dan bertanggung jawab di dunia digital.

“Gunakan internet untuk hal yang bermanfaat. Apa yang kalian lakukan hari ini di dunia digital akan menjadi gambaran masa depan kalian,” pungkasnya.

Fokus pada Ketahanan Digital dan Etika di Dunia Maya

Beberapa aspek utama yang diprioritaskan dalam sosialisasi ini antara lain:

  • Kemampuan menyaring informasi: Pelajar diajarkan untuk membedakan informasi yang valid dan tidak, serta menghindari penyebaran berita palsu.
  • Melawan hoaks: Kegiatan ini memberikan edukasi tentang cara mengidentifikasi dan menangkal informasi yang tidak benar.
  • Etika di dunia maya: Peserta diajarkan untuk berperilaku baik dan sopan dalam berinteraksi di media sosial.
  • Pemanfaatan internet secara positif: Pelajar didorong untuk menggunakan internet sebagai alat belajar, kreativitas, dan inovasi.
  • Menjaga keamanan siber: Peserta diberikan pengetahuan tentang cara melindungi diri dari ancaman siber seperti phishing dan malware.

Peran Sebatik dalam Kedaulatan Negara

Sebatik memiliki posisi penting sebagai wilayah perbatasan yang menjadi representasi dari kedaulatan NKRI. Dengan akses informasi yang setara dengan daerah lain, pelajar di Sebatik diharapkan mampu menghadapi tantangan digital dengan tangguh. Iskandar menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kesadaran akan tanggung jawab dan etika.

Kesiapan Generasi Muda di Era Digital

Tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan. Dengan pendidikan literasi digital yang memadai, pelajar di Sebatik dapat menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat.


Pos terkait