Doa & Keutamaan Ramadan

Memasuki Hari ke-11 dan ke-12 Ramadan: Doa Pilihan dan Keutamaan Berlipat Ganda

Bulan suci Ramadan terus berjalan, membawa berkah dan kesempatan untuk meningkatkan ibadah. Memasuki hari kesebelas dan kedua belas Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk terus memperbanyak doa serta amalan. Setelah melewati sepuluh hari pertama, tubuh diharapkan telah beradaptasi dengan ritme berpuasa, sehingga dapat lebih fokus pada ibadah.

Di tengah kesibukan menjalankan ibadah puasa, menjaga kesehatan dan memohon keberkahan untuk dapat menunaikan puasa hingga akhir Ramadan adalah sebuah harapan yang tulus. Bulan Ramadan adalah waktu yang istimewa untuk memohon ampunan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Doa Khusus untuk Hari ke-11 Ramadan

Setiap hari dalam bulan Ramadan memiliki keistimewaannya sendiri, termasuk doa-doa yang dianjurkan untuk dibaca. Untuk hari kesebelas Ramadan, doa yang diajarkan bertujuan untuk memohon keteguhan hati dalam berbuat kebaikan dan menjauhi larangan-Nya.

Bacaan Doa Hari ke-11 Ramadan:

Terdapat bacaan doa dalam bahasa Arab, latin, beserta terjemahannya, yang dapat diamalkan.

  • Dalam Bahasa Arab:
    اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ فِيْهِ الْإِحْسَانَ وَ كَرِّهْ إِلَيَّ فِيْهِ الْفُسُوْقَ وَ الْعِصْيَانَ وَ حَرِّمْ عَلَيَّ فِيْهِ السَّخَطَ وَ النِّيْرَانَ بِعَوْنِكَ يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ

  • Dalam Bahasa Latin:
    Allâhumma habbib ilayya fîhil ihsan wa karrih fîhil fusûq wal ‘isyân wa harrim ‘alayya fîhis sakhatha wannîrân bi’aunika yâ ghiyâtsal mustaghîtsîn

  • Artinya:
    Ya Allah! Mohon tanamkanlah ke dalam diriku kecintaan kepada perbuatan baik, dan tanamkanlah ke dalam diriku kebencian terhadap kemaksiatan dan kefasikan. Mohon jauhkanlah dariku kemurkaan-MU dan api neraka dengan pertolongan-MU, Wahai Penolong orang-orang yang meminta pertolongan.

Doa ini mengajak kita untuk memohon kepada Allah agar menumbuhkan rasa cinta pada kebaikan, membenci perbuatan dosa dan maksiat, serta dijauhkan dari murka-Nya dan siksa api neraka.

Doa Spesial untuk Hari ke-12 Ramadan

Memasuki hari kedua belas, doa yang diajarkan berfokus pada permohonan untuk dihiasi dengan kesucian, kecukupan, dan keadilan.

Bacaan Doa Hari ke-12 Ramadan:

Berikut adalah bacaan doa untuk hari kedua belas Ramadan:

  • Dalam Bahasa Arab:
    اَللَّهُمَّ زَيِّنِّيْ فِيْهِ بِالسِّتْرِ وَ الْعَفَافِ وَ اسْتُرْنِيْ فِيْهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوْعِ وَ الْكَفَافِ وَ احْمِلْنِيْ فِيْهِ عَلَى الْعَدْلِ وَ الإِنْصَافِ وَ آمِنِّيْ فِيْهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِيْنَ

  • Dalam Bahasa Latin:
    Allâhumma zayyinî fîhi bissitri wal ‘afâf wasturnî fîhi bilibâsil qunû’i wal kafâf wahmilnî fîhi ‘alal ‘adli wal inshâf wa Wa âminnî fîhi min kulli mâ akhâfu bi’ismatika ya ‘ismatal khâifîn.

  • Artinya:
    “Ya Allah, mohon hiasilah aku di bulan ini dengan penutup aib dan kesucian. Tutupilah diriku dengan pakaian kecukupan dan kerelaan diri.” “Tuntunlah aku untuk senantiasa bersikap adil dan taat. Selamatkanlah aku dari segala sesuatu yang aku takuti. Dengan Perlindungan-MU, Wahai tempat bernaung bagi mereka yang ketakutan.”

Doa ini memohon agar Allah SWT menjadikan pribadi yang terjaga dari aib, merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta senantiasa bertindak adil dan terhindar dari segala hal yang menakutkan.

Doa Sepuluh Hari Kedua Ramadan

Secara umum, ada bacaan doa yang dianjurkan untuk dibaca sepanjang sepuluh hari kedua Ramadan, yaitu mulai dari hari ke-11 hingga ke-20.

Bacaan Doa Sepuluh Hari Kedua Ramadan:

  • Dalam Bahasa Arab:
    Allahummagfirli dzunuubi ya robbal ‘alamiin

  • Artinya:
    Ya Allah ya Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku wahai Tuhan Pencipta Semesta Alam.

Doa ini adalah permohonan ampunan dosa yang sangat fundamental, mengingatkan kita akan kebutuhan kita akan rahmat dan ampunan Allah SWT.

Keutamaan Puasa dan Tarawih di Hari ke-11 dan ke-12

Setiap hari dalam bulan Ramadan memiliki keutamaan tersendiri, baik bagi yang menjalankan puasa maupun yang mendirikan shalat Tarawih.

  • Keutamaan Puasa Hari ke-11:
    Pada hari kesebelas puasa, Allah SWT mencatat pahala bagi pelakunya seperti pahala empat kali orang yang menunaikan haji dan umrah. Pahala ini juga disetarakan dengan pahala orang yang berhaji bersama seorang Nabi, serta berumrah bersama orang yang benar (shiddiqin) dan syuhada. Ini menunjukkan betapa besarnya ganjaran bagi yang menjalankan puasa dengan ikhlas.

  • Keutamaan Puasa Hari ke-12:
    Keutamaan puasa pada hari kedua belas adalah Allah SWT menganugerahkan keimanan yang mampu mengubah keburukan menjadi kebaikan yang berlipat ganda. Selain itu, setiap kebaikan yang dilakukan akan dicatat sebagai seribu kebaikan. Ini adalah anugerah luar biasa yang mendorong kita untuk terus berbuat baik.

  • Keutamaan Shalat Tarawih:
    Shalat Tarawih memiliki keutamaan yang berbeda di setiap malamnya. Merujuk pada keterangan dari para ulama, melaksanakan shalat Tarawih secara rutin sangat dianjurkan, kecuali ada uzur syar’i.

    • Keutamaan Tarawih Malam ke-12:
      Bagi yang mendirikan shalat Tarawih pada malam kedua belas, ia akan datang pada hari kiamat dengan wajah bersinar bagaikan bulan purnama.

    • Keutamaan Tarawih Malam ke-13:
      Keutamaan ini serupa dengan malam sebelumnya. Pelaku shalat Tarawih pada malam ketiga belas juga akan datang pada hari kiamat dengan wajah yang bercahaya seperti bulan purnama.

Bacaan Penting Lainnya Saat Menjalankan Ibadah Ramadan

Selain doa harian, ada beberapa bacaan penting yang perlu diketahui dan diamalkan selama bulan Ramadan:

  1. Niat Puasa Ramadan:
    Niat puasa wajib dilakukan setiap malam sebelum fajar menyingsing.

    • Lafal Niat:
      نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى
    • Latin:
      Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta’aala.
    • Artinya:
      Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.
  2. Doa Buka Puasa:
    Saat tiba waktu berbuka, disunnahkan membaca doa ini.

    • Lafal Doa:
      اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
    • Latin:
      Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar raahimiin.
    • Artinya:
      Ya Allah karenaMu aku berpuasa, denganMu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih.
  3. Niat Shalat Tarawih:
    Niat shalat Tarawih berbeda tergantung apakah menjadi imam, makmum, atau shalat sendiri.

    • Niat Shalat Tarawih sebagai Imam (2 rakaat):
      اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
      “Ushallii sunnatat-taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati imaaman Lillahi Ta’alaa”

    • Niat Shalat Tarawih Sendirian (2 rakaat):
      اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
      “Ushallii sunnatat-taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati Lillahi Ta’alaa”

    • Niat Shalat Tarawih sebagai Makmum (2 rakaat):
      اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
      Usholli sunnatat-taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta’alaa

    • Artinya (untuk shalat sendiri dan makmum):
      Saya niat Shalat sunah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala. (Ditambahkan “sebagai makmum” jika menjadi makmum).

  4. Niat Shalat Witir:
    Shalat Witir biasanya dilaksanakan setelah shalat Tarawih.

    • Niat Shalat Witir – 1 rakaat:
      اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًاِللهِ تَعَالَى
      Ushallii sunnatal witri rok ‘atan mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman / imaman) lillaahi ta’alaa
      Artinya: “Saya niat Shalat witir satu rakaat menghadap qiblat menjadi makmum (atau imam) karena Allah Ta’alaa”

    • Niat Shalat Witir – 3 rakaat (dengan salam setiap 2 rakaat, lalu 1 rakaat):
      اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
      Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’alaa
      Artinya: “Saya berniat Shalat Witir tiga rakaat menghadap kiblat menjadi (makmum/imam) karena Allah Ta’alaa”.

Semoga dengan mengamalkan doa-doa ini dan terus meningkatkan ibadah, kita dapat meraih keberkahan penuh di bulan suci Ramadan ini.

Pos terkait