Drone Iran Guncang Pangkalan Inggris di Siprus

Serangan Balasan Iran Meluas: Pangkalan Inggris di Siprus Jadi Sasaran

Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas dengan meluasnya jangkauan serangan balasan Iran. Kali ini, drone dan rudal Iran dilaporkan telah mencapai target di luar wilayah tradisional, bahkan menyasar pangkalan militer Inggris, RAF Akrotiri, yang berlokasi di Siprus. Langkah ini menunjukkan eskalasi konflik, di mana Iran secara terang-terangan menargetkan negara-negara yang dianggapnya membantu serangan gabungan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Insiden di pangkalan RAF Akrotiri memicu kepanikan, dengan sirene meraung-raung berulang kali. Peringatan ini ditujukan kepada seluruh personel militer Inggris beserta keluarga mereka untuk segera mencari perlindungan di tempat yang aman. Ledakan yang terdengar mengejutkan ribuan penerbang RAF yang bertugas di pangkalan tersebut.

Bukti Awal dan Kerusakan di Pangkalan

Setelah insiden tersebut, badan intelijen Inggris berhasil mengumpulkan bukti yang mengarah pada asal serangan. Ditemukan bahwa setidaknya satu drone diterbangkan dari lokasi di Lebanon. Temuan ini menimbulkan kemungkinan keterlibatan pendukung Iran dalam melancarkan serangan balasan.

Menurut seorang sumber yang enggan disebutkan namanya, yang berbicara kepada media The Sun, setidaknya satu drone berhasil menghantam landasan pacu sesaat sebelum tengah malam. “Ada kerusakan di lapangan terbang,” ungkap sumber tersebut, mengindikasikan dampak nyata dari serangan tersebut.

Selain drone, beberapa rudal lainnya yang diluncurkan oleh Iran atau salah satu kelompok proksinya dilaporkan berhasil dicegat oleh pilot-pilot tempur RAF. Pesawat tempur RAF Typhoon yang dikerahkan selama serangan berlangsung dilaporkan berhasil menahan laju beberapa rudal tersebut.

Ribuan personel militer, kontraktor, serta keluarga mereka yang berada di pangkalan RAF Akrotiri menerima peringatan darurat untuk segera berlindung. Sebuah pesan peringatan yang dilihat oleh The Sun menyatakan, “Ada ancaman keamanan yang sedang berlangsung. Harap berlindung di tempat yang aman.”

Konteks Politik: Dukungan Inggris untuk AS

Serangan ke RAF Akrotiri Siprus terjadi hanya beberapa jam setelah Sir Keir Starmer, seorang tokoh politik penting di Inggris, memberikan persetujuan kepada militer AS untuk menggunakan pangkalan udara Inggris. Penggunaan pangkalan ini bertujuan untuk menghentikan serangan rudal dan drone “mengerikan” yang dilancarkan Iran terhadap sekutu AS di Timur Tengah.

Dalam sebuah video yang dibagikan di media sosial, Perdana Menteri Inggris menjelaskan keputusan tersebut. “AS telah meminta izin untuk menggunakan pangkalan Inggris untuk tujuan pertahanan khusus dan terbatas tersebut,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kami telah mengambil keputusan untuk menerima permintaan ini – untuk mencegah Iran menembakkan rudal di seluruh wilayah, membunuh warga sipil yang tidak bersalah, membahayakan nyawa warga Inggris, dan mengenai negara-negara yang tidak terlibat.”

Sebelumnya, Menteri Pertahanan John Healey telah mengonfirmasi bahwa dua rudal Iran yang ditembakkan ke arah Siprus telah dicegat. Namun, ia menekankan bahwa rudal-rudal tersebut tidak secara spesifik diarahkan ke pulau Siprus itu sendiri.

“Kami mendapati dua rudal ditembakkan ke arah Siprus,” kata Healey kepada Sky News. “Kami tidak percaya rudal-rudal itu ditargetkan ke Siprus, tetapi bagaimanapun juga, ini adalah contoh bagaimana ada ancaman yang sangat nyata dan meningkat dari rezim yang menyerang secara luas di seluruh wilayah, dan itu mengharuskan kita untuk bertindak.”

Peran Strategis RAF Akrotiri

Pangkalan udara RAF Akrotiri di Siprus memegang peranan strategis yang sangat vital di kawasan Mediterania timur. Pangkalan ini berfungsi sebagai pusat pendukung operasi militer Inggris dan sekutunya di berbagai wilayah, meliputi Eropa, Timur Tengah, dan Afrika Utara.

Dengan lebih dari 800 personel militer yang bermarkas di sana, RAF Akrotiri menjadi landasan peluncuran untuk berbagai misi udara. Misi-misi tersebut termasuk serangan udara ke Yaman, Irak, dan Suriah. Selain itu, pangkalan ini juga digunakan oleh pesawat mata-mata Pasukan Khusus yang dikerahkan untuk melakukan pencarian sandera di Gaza, menyusul serangan teror Hamas pada 7 Oktober. Keberadaan pangkalan ini menjadi aset krusial dalam menjaga stabilitas dan keamanan regional.

Pos terkait