Persib Bandung akan menghadapi tantangan berat dalam babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL) 2025/2026 melawan tim asal Thailand, Ratchaburi FC. Pertarungan ini diprediksi akan sengit, terutama mengingat kedua tim memiliki kekuatan di lini serang masing-masing. Jadwal pertandingan telah ditetapkan, dengan leg pertama akan dimainkan pada 11 Februari 2026 di kandang Ratchaburi FC, Ratchaburi Stadium. Seminggu kemudian, giliran Persib Bandung yang akan menjamu wakil Thailand tersebut di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Duel Lini Depan: Persib Bandung vs. Ratchaburi FC
Analisis mendalam terhadap kinerja lini depan kedua tim menjadi krusial menjelang pertemuan ini. Persib Bandung, di bawah asuhan pelatih Bojan Hodak, telah menunjukkan evolusi yang menarik di sektor penyerangan. Meskipun memiliki tujuh pemain andalan di lini depan, Hodak kerap memberikan kepercayaan kepada trio Berguinho, Uilliam Barros, dan Andrew Jung. Fleksibilitas juga terlihat dengan adanya Ramon Tanque yang bisa bergantian mengisi posisi Andrew Jung. Kombinasi keempat pemain ini terbukti memberikan dimensi baru dan ancaman serius bagi pertahanan lawan.
Bojan Hodak juga lihai dalam memanfaatkan kecepatan dan daya ledak para pemain lokalnya. Beckham Putra dan Saddil Ramdani beberapa kali diturunkan sebagai starter, menambah opsi serangan balik yang menjadi ciri khas permainan Persib. Skema serangan balik yang sempat mengalami kebuntuan di awal musim, kini mulai menemukan performa puncaknya, bahkan membawa Persib menduduki puncak klasemen.
Sementara itu, Ratchaburi FC mengandalkan trio Tana, Nijva Rakotoharimalala, dan Denilson Junior untuk mengarungi kompetisi Asia. Sama seperti Persib, Ratchaburi juga sering melakukan rotasi di sisi sayap. Pelatih Worrawoot Srimaka kerap mengganti Tana dan Nijva dengan Negueba. Dalam situasi tertentu, Ikhsan Fandi juga bisa menjadi solusi di lini depan ketika Denilson Junior mengalami kebuntuan.
Keunggulan Konsistensi Persib
Salah satu poin penting yang menguntungkan Persib Bandung adalah konsistensi mereka dalam mencetak gol di ajang ACL 2 musim ini. Tim berjuluk Maung Bandung ini selalu berhasil menjebol gawang lawan di setiap pertandingan. Dari total 13 gol yang telah dicetak Persib di ACL 2, delapan di antaranya lahir dari ketajaman lini serang mereka.
Di sisi lain, meskipun Ratchaburi FC memiliki produktivitas yang lebih ganas secara keseluruhan, mereka pernah mengalami dua pertandingan tanpa gol. Situasi ini semakin diperumit dengan kembalinya Ikhsan Fandi ke BG Pathum. Padahal, striker asal Singapura ini menjadi tumpuan serangan Ratchaburi dan telah mencetak tiga gol di ACL 2. Kepergiannya tentu akan mengurangi kekuatan lini serang Ratchaburi FC.
Komposisi Materi Lini Depan
Berikut adalah gambaran materi lini depan kedua tim, termasuk perkiraan nilai pasar pemainnya:
Ratchaburi FC
- Nijva Rakotoharimalala (33 tahun) – Rp3,91 miliar
- Faiq Bolkiah (27 tahun) – Rp2,61 miliar
- Negueba (33 tahun) – Rp2,91 miliar
- Chotipat Poomkaew (27 tahun) – Rp2,17 miliar
- Denilson Junior (30 tahun) – Rp8,69 miliar
- Tana (35 tahun) – Rp1,74 miliar
Persib Bandung
- Berguinho (28 tahun) – Rp 4,25 miliar
- Saddil Ramdani (26 tahun) – Rp5,65 miliar
- Beckham Putra (24 tahun) – Rp6,08 miliar
- Andrew Jung (28 tahun) – Rp8,69 miliar
- Uilliam Barros (31 tahun) – Rp4,25 miliar
- Ramon Tanque (27 tahun) – Rp3,91 miliar
- Febri Hariyadi (29 tahun) – Rp1,74 miliar
Dengan perbandingan ini, Persib Bandung terlihat memiliki kedalaman skuad yang lebih merata di lini depan, ditambah dengan konsistensi yang telah terbukti di kompetisi Asia. Namun, Ratchaburi FC tetap bukan lawan yang bisa dianggap remeh, terutama dengan pengalaman dan kualitas individu para pemainnya. Pertarungan di babak 16 besar ACL 2 ini dipastikan akan menyajikan tontonan menarik bagi para penggemar sepak bola.






