Emas Antam Tembus Rekor: Harga Jual dan Beli Kembali Melonjak Tinggi Minggu Ini
JAKARTA – Pasar emas kembali diramaikan dengan lonjakan harga yang signifikan. Pada hari Minggu, 22 Februari 2026, harga emas batangan produksi Antam yang diperdagangkan melalui Pegadaian tercatat berada di level yang sangat tinggi, menarik perhatian para investor dan masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi andalan.
Kenaikan harga ini merata di seluruh varian ukuran, menunjukkan kuatnya permintaan dan dinamika pasar yang sedang terjadi. Varian terbesar, emas Antam dengan berat 1.000 gram, kini dibanderol dengan harga jual mencapai Rp3,24 miliar. Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) untuk ukuran yang sama pun ikut terkerek naik menjadi Rp2,82 miliar, mencerminkan apresiasi nilai yang substansial.
Bagi investor ritel yang lebih memilih ukuran yang lebih kecil, emas Antam ukuran 1 gram dijual dengan harga Rp3.314.000. Untuk transaksi jual kembali, Pegadaian menetapkan harga buyback di angka Rp2.851.000. Perbedaan antara harga jual dan harga beli kembali ini selalu menjadi faktor penting yang dipertimbangkan oleh investor, terutama bagi mereka yang memanfaatkan emas sebagai aset lindung nilai terhadap fluktuasi ekonomi.
Tidak hanya ukuran terkecil, varian emas Antam ukuran 5 gram juga mengalami kenaikan harga yang cukup mencolok. Emas ini dijual seharga Rp16.319.000, sedangkan harga buyback-nya berada di kisaran Rp14.256.000.
Perincian Harga Emas Antam Hari Ini, Minggu, 22 Februari 2026 di Pegadaian:
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah rincian lengkap harga jual dan harga buyback emas Antam yang diperdagangkan di Pegadaian per hari Minggu, 22 Februari 2026:
- 0,5 gram:
- Harga Jual: Rp1.712.000
- Harga Buyback: Rp1.425.000
- 1 gram:
- Harga Jual: Rp3.314.000
- Harga Buyback: Rp2.851.000
- 2 gram:
- Harga Jual: Rp6.561.000
- Harga Buyback: Rp5.702.000
- 3 gram:
- Harga Jual: Rp9.814.000
- Harga Buyback: Rp8.554.000
- 5 gram:
- Harga Jual: Rp16.319.000
- Harga Buyback: Rp14.256.000
- 10 gram:
- Harga Jual: Rp32.577.000
- Harga Buyback: Rp28.513.000
- 25 gram:
- Harga Jual: Rp81.304.000
- Harga Buyback: Rp70.935.000
- 50 gram:
- Harga Jual: Rp162.520.000
- Harga Buyback: Rp141.870.000
- 100 gram:
- Harga Jual: Rp324.954.000
- Harga Buyback: Rp283.740.000
- 250 gram:
- Harga Jual: Rp812.092.000
- Harga Buyback: Rp705.856.000
- 500 gram:
- Harga Jual: Rp1.623.952.000
- Harga Buyback: Rp1.411.713.000
- 1.000 gram:
- Harga Jual: Rp3.247.860.000
- Harga Buyback: Rp2.823.427.000
Analisis Dinamika Pasar Emas
Lonjakan harga emas hari ini mengindikasikan beberapa faktor yang mungkin memengaruhinya, termasuk ketidakpastian ekonomi global, inflasi yang terus menghantui, serta pergerakan nilai tukar mata uang. Emas secara historis selalu menjadi aset safe haven yang dicari investor saat kondisi pasar tidak menentu, sehingga kenaikan harga seringkali berkorelasi dengan meningkatnya kekhawatiran global.
Bagi investor yang telah lama memegang emas, kenaikan harga ini tentu menjadi kabar baik. Namun, bagi calon investor atau mereka yang ingin menambah porsi investasinya, situasi saat ini memerlukan pertimbangan matang. Penting untuk tidak hanya melihat harga jual yang tinggi, tetapi juga memahami potensi apresiasi di masa depan serta risiko penurunan harga yang selalu ada dalam pasar komoditas.
Selisih antara harga jual dan harga buyback, yang sering disebut sebagai spread, merupakan margin yang diambil oleh penjual. Semakin besar spread ini, semakin besar pula biaya transaksi yang harus ditanggung oleh investor ketika membeli dan kemudian menjual kembali emas. Oleh karena itu, para investor ritel perlu cermat dalam membandingkan penawaran dari berbagai lembaga keuangan dan Pegadaian untuk mendapatkan harga yang paling kompetitif.
Pergerakan harga emas Antam di Pegadaian ini menjadi salah satu indikator penting bagi pasar emas di Indonesia. Data ini mencerminkan tidak hanya tren harga emas nasional, tetapi juga bagaimana masyarakat merespons kondisi pasar dan memilih emas sebagai salah satu instrumen investasi yang stabil, meskipun dengan volatilitas yang terkadang tajam. Para pelaku pasar diharapkan terus memantau perkembangan lebih lanjut untuk membuat keputusan investasi yang bijak.





