Lonjakan Penjualan Emas Pegadaian: Investasi Aman di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
PT Pegadaian mencatat lonjakan signifikan dalam penjualan emas sepanjang awal tahun ini, mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kinerja penjualan yang impresif ini menunjukkan tren positif yang berkelanjutan dalam industri investasi logam mulia.
Peningkatan Penjualan yang Mengesankan
Hingga 28 Februari 2026, penjualan emas Pegadaian mengalami peningkatan luar biasa sebesar 191% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan geliat pasar yang kuat dan kepercayaan konsumen terhadap instrumen investasi emas.
Sepanjang Januari hingga Februari 2026, Pegadaian berhasil menjual sekitar 7,2 ton emas. Angka ini melonjak tajam dari sekitar 2,5 ton emas yang terjual pada periode yang sama di tahun 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh dua produk unggulan Pegadaian, yaitu Tabungan Emas dan Cicilan Emas Batangan.
Emas sebagai Instrumen Investasi Jangka Panjang
Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menegaskan bahwa tren pembelian emas oleh masyarakat Indonesia terus menunjukkan sentimen positif, meskipun harga emas global mengalami fluktuasi. “Emas dikenal sebagai instrumen investasi jangka panjang yang berfungsi melindungi nilai kekayaan dari inflasi dan gejolak ekonomi,” jelas Ferdian. “Di tengah fluktuasi harga emas global, tren masyarakat Indonesia dalam membeli emas justru semakin positif.”
Ia menambahkan bahwa minat terhadap emas fisik di Pegadaian tetap tinggi, terutama dari kalangan masyarakat yang memandang emas sebagai aset investasi jangka panjang yang stabil dan aman.
Pilihan Fleksibel untuk Memiliki Emas
Pegadaian menawarkan dua mekanisme utama bagi masyarakat untuk dapat berinvestasi emas, memberikan fleksibilitas sesuai dengan kebutuhan dan preferensi nasabah:
Cicilan Emas Batangan:
Melalui skema ini, nasabah dapat memiliki emas batangan dengan cara mencicil. Persyaratan yang dibutuhkan cukup mudah, yaitu nasabah hanya perlu menyiapkan uang muka minimal 15% dari nilai emas yang dibeli dan melampirkan kartu identitas yang masih berlaku. Pengajuan cicilan dapat dilakukan baik di outlet Pegadaian secara langsung maupun secara digital melalui aplikasi Pegadaian Digital. Setelah menentukan berat emas yang diinginkan, tenor cicilan, serta metode pembiayaan yang sesuai, nasabah akan membayar uang muka dan menandatangani akad pembiayaan. Setelah itu, nasabah dapat memulai pembayaran cicilan bulanan.
Keuntungan utama dari skema cicilan emas ini adalah harga emas yang disepakati pada saat transaksi sudah mengikat hingga emas batangan sepenuhnya dimiliki oleh nasabah. Dengan demikian, nasabah tidak perlu khawatir jika terjadi kenaikan harga emas di masa mendatang.Tabungan Emas:
Produk Tabungan Emas memberikan cara yang lebih fleksibel bagi masyarakat untuk memulai investasi emas. Nasabah cukup membuka rekening tabungan emas melalui aplikasi digital Pegadaian. Investasi dapat dimulai dengan nominal yang sangat terjangkau, mulai dari Rp10.000.
Setiap dana yang ditabung akan langsung dikonversi ke dalam gram emas. Saldo nasabah akan tercatat dalam satuan gramasi emas, bukan dalam nilai rupiah, yang memberikan gambaran langsung mengenai kepemilikan emas secara fisik.
Optimisme dan Penguatan Ekosistem Emas
Menatap ke depan, Pegadaian memiliki optimisme tinggi bahwa emas akan terus menjadi salah satu instrumen investasi yang paling diminati oleh masyarakat, terutama mengingat kondisi global yang masih diliputi ketidakpastian.
Untuk mendukung tren positif ini, Pegadaian terus berupaya memperkuat ekosistem emas dari hulu hingga hilir. Hal ini termasuk melalui anak usahanya, Galeri 24, yang bergerak di bidang pemurnian (refinery) dan manufaktur emas. Perusahaan juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari perusahaan tambang hingga produsen manufaktur, guna mengantisipasi lonjakan permintaan emas dari masyarakat dan memastikan ketersediaan pasokan.
“Kami percaya emas masih akan menjadi primadona instrumen investasi yang aman dan menguntungkan, terutama di tengah ketidakpastian kondisi global saat ini,” tutup Ferdian.





