Fadia Arafiq Tiba di KPK Lewat Jalur ‘Rahasia’

Bupati Pekalongan Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK, Dibawa ke Jakarta

Jakarta – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dilaporkan telah diamankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT). Beliau tiba di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Selasa, 3 Maret 2026, sekitar pukul 10.25 WIB. Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, ini tidak terdeteksi oleh awak media di pintu utama. Diduga kuat, Fadia Arafiq beserta rombongan digiring masuk melalui jalur belakang atau area basement gedung lembaga antirasuah tersebut.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa rombongan yang terdiri dari beberapa pihak yang terjaring dalam operasi senyap di Pekalongan tersebut tiba menggunakan dua unit mobil. Langkah penyidik KPK yang memilih jalur basement ini membuat awak media belum dapat memastikan secara rinci mengenai identitas dan jumlah pasti orang yang turut dibawa ke markas KPK.

Konfirmasi Awal dari KPK

Sebelumnya, kabar penangkapan ini telah dikonfirmasi oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. Ia membenarkan bahwa tim penyidik KPK sedang melakukan kegiatan penindakan di wilayah Jawa Tengah. “Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati. Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Budi kepada wartawan pada Selasa pagi.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum memberikan keterangan resmi yang menyeluruh mengenai detail konstruksi perkara maupun tindak pidana korupsi spesifik yang menjadi latar belakang penangkapan ini. Sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, setelah tiba di Gedung KPK, tim penyidik akan segera melakukan pemeriksaan intensif. KPK memiliki batas waktu 1×24 jam untuk mengumpulkan keterangan awal guna menentukan status hukum dari para terperiksa.

Profil Singkat Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M.

Fadia Arafiq, dengan gelar lengkap Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., merupakan seorang politikus dari Partai Golongan Karya (Golkar). Beliau terpilih sebagai Bupati Pekalongan, Jawa Tengah, untuk periode 2025-2030. Sebelum terjun ke kancah politik dan menduduki jabatan publik, Fadia Arafiq dikenal luas oleh masyarakat sebagai seorang penyanyi dangdut.

Perempuan kelahiran Jakarta pada 23 Mei 1978 ini kemudian memutuskan untuk mengabdikan diri di dunia politik. Sepanjang kariernya di ranah publik, Fadia Arafiq telah menorehkan berbagai pengalaman penting. Beliau pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan pada periode 2011-2016. Selain itu, Fadia juga pernah memegang tampuk kepemimpinan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan untuk masa jabatan 2016-2021. Dalam kurun waktu yang sama, beliau juga aktif sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah. Puncak karier politiknya adalah terpilih sebagai Bupati Pekalongan, jabatan yang diembannya hingga saat ini.

Riwayat Pendidikan Fadia Arafiq

Perjalanan akademis Fadia Arafiq menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan diri dan pengetahuan. Beliau memulai jenjang pendidikan dasar di SD Negeri Karet Tengsin 14, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, Fadia melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 8 Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) diselesaikan Fadia di SMA Negeri 58 Ciracas, Jakarta Timur. Tidak berhenti di situ, beliau kemudian menempuh pendidikan tinggi di Universitas AKI Semarang, mengambil program studi S1 Manajemen. Semangat belajarnya terus berlanjut, Fadia melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 Manajemen di Universitas Stikubank Semarang. Beliau juga menyelesaikan pendidikan S3 di UNTAG Semarang, menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap bidang keilmuan.

Pos terkait