Fariz RM: Bebas, Hijrah, dan Jauhi Genggaman Digital

Musisi legendaris Fariz RM kembali menyapa publik setelah menyelesaikan masa hukuman penjara. Dalam sebuah kesempatan wawancara, pria berusia 67 tahun ini mengungkapkan bahwa pengalamannya di balik jeruji besi justru menjadi titik balik untuk melakukan “hijrah” menuju kehidupan yang lebih baik. Ia menegaskan bahwa tidak ada trauma mendalam yang dirasakannya, melainkan sebuah proses pendewasaan diri dan refleksi spiritual.

“Traumanya sih enggak ada, cuma kita bijak dewasa saja lah. Makanya itu, saya melihatnya begini saja, sebagai orang muslim saya ngelihatnya begini saja, pesan Tuhan itu kepada rasul-rasulnya adalah kalau sudah tidak bisa diapa-apakan, lagi berhadapan dengan masalah, hijrah,” ujar Fariz RM dalam sebuah pertemuan di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Keputusan untuk “hijrah” ini diwujudkan Fariz RM dengan melakukan perubahan signifikan dalam kehidupannya. Ia secara sadar memilih untuk menjauh dari beberapa aspek yang sebelumnya menjadi bagian dari rutinitasnya.

Perubahan Drastis dalam Kehidupan Sehari-hari

Fariz RM mengakui bahwa niat tobat dan hijrahnya tersebut mendorongnya untuk meninggalkan beberapa kebiasaan dan lingkungan yang pernah ia jalani. Hal ini dilakukan demi fokus pada introspeksi dan penataan diri.

  • Meninggalkan Media Sosial:
    Salah satu langkah konkret yang diambil Fariz RM adalah dengan menjauhkan diri dari dunia maya. Ia mengaku tidak lagi aktif di berbagai platform media sosial. Keputusan ini diambil agar ia dapat lebih fokus pada pemikiran dan perasaannya sendiri, tanpa terpengaruh oleh dinamika dunia digital.

  • Menjauhi Pergaulan Lama:
    Selain media sosial, Fariz RM juga memilih untuk membatasi pergaulannya. Ia ingin memberikan ruang bagi dirinya sendiri untuk merenung dan mengevaluasi kembali prioritas hidupnya. “Ini saya hijrah. Hijrah dari profesi, hijrah dari sociial media, hijrah dari pergaulan. Saya sekarang pengin mikirin diri saya sendiri dulu deh. Sudah enak begitu lho,” jelas pelantun lagu “Sakura” ini.

  • Tidak Menggunakan Ponsel Pribadi:
    Perubahan paling mencolok mungkin adalah keputusannya untuk tidak lagi menggunakan ponsel atau telepon genggam untuk komunikasi pribadi. Ia mengakui merasa “kapok” menggunakan alat komunikasi tersebut, meskipun tidak merinci alasan spesifik di baliknya. Kini, segala urusan komunikasi diarahkan melalui manajemennya. “Saya tidak lagi pakai handphone teman-teman, jadi kalau ada apa-apa, tinggal kontak ke sana (manajemen). Kapok pakai handphone,” ungkapnya.

Dukungan dari Kuasa Hukum

Perubahan yang ditunjukkan oleh Fariz RM ini dibenarkan oleh kuasa hukumnya, Deolipa Yumara. Deolipa menyatakan bahwa kliennya tersebut sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda pertobatan sejak masih menjalani masa hukuman. Namun, baru kali ini Fariz RM menyampaikannya secara terbuka kepada publik.

“Bang Fariz ini sudah lama bertobat, cuma belum ada yang terpublikasi saja dengan baik. Kan, ini Bang Fariz ceritakan sendiri memang beliau sudah bertobat. Kenapa enggak pegang handphone? Itulah salah satu bentuk pertobatannya,” tutur Deolipa Yumara. Ia menambahkan bahwa keputusan untuk tidak lagi menggunakan ponsel adalah salah satu manifestasi dari pertobatan yang sedang dijalani oleh Fariz RM.

Sebagai informasi tambahan, Fariz RM telah resmi menghirup udara bebas sejak tanggal 15 Februari 2026. Kepulangannya ke tengah masyarakat disambut dengan berbagai harapan, terutama terkait dengan karya-karya musiknya di masa depan, serta perubahan positif yang ia tunjukkan dalam kehidupannya. Keputusan untuk hijrah ini diharapkan dapat membawa kebaikan dan ketenangan bagi sang musisi legendaris.

Pos terkait