Febri Hariyadi: Debut Singkat, Akhir Musim Cepat di Persis Solo

Kabar Buruk Bagi Persis Solo: Cedera ACL Kambuh, Febri Hariyadi Akhiri Musim Lebih Cepat

Persis Solo menghadapi pukulan telak setelah salah satu pemain pinjamannya, Febri Hariyadi, dipastikan harus mengakhiri musim lebih cepat akibat cedera serius yang kembali menimpanya. Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang sama seperti yang dialaminya sebelumnya, kini kambuh pada lutut kirinya, memaksanya untuk menepi dari lapangan hijau hingga akhir kompetisi.

Menurut keterangan tim dokter Persis Solo, Iwan Wahyu, insiden yang menyebabkan cedera berulang ini terjadi saat Febri sedang menjalani sesi latihan beberapa hari lalu. Saat melakukan tendangan, pemain yang berstatus pinjaman dari Persib Bandung ini salah menumpu berat badannya pada lutut kiri, yang kemudian memicu kambuhnya cedera ACL. Pemeriksaan MRI yang dilakukan dua hari setelah kejadian mengonfirmasi bahwa cedera ACL kembali terjadi di lokasi yang sama.

Lebih parahnya lagi, hasil MRI tidak hanya menunjukkan cedera pada ligamen ACL, tetapi juga adanya robekan pada bagian meniskus. Kombinasi kedua cedera ini membuat Febri Hariyadi dipastikan harus menjalani operasi dalam waktu dekat setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi.

Estimasi waktu pemulihan pasca operasi untuk cedera seperti ini umumnya memakan waktu enam hingga delapan bulan. Jika perkiraan ini tepat, maka Febri tidak hanya akan absen di sisa pertandingan Persis Solo musim ini, tetapi juga berpotensi melewatkan sebagian besar atau bahkan seluruh kompetisi musim 2025-2026. Kondisi ini tentu menjadi pukulan berat bagi Persis Solo yang saat ini tengah berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi. Kehilangan pemain sekaliber Febri Hariyadi tentu akan memengaruhi kekuatan tim dalam menghadapi sisa pertandingan krusial.

Sekilas Tentang Febri Hariyadi: Perjalanan Karier dan Prestasi

Febri Hariyadi, yang lahir di Bandung pada 19 Februari 1996, adalah seorang pemain sepak bola profesional Indonesia yang dikenal dengan kecepatan dan kelincahannya di sisi sayap kanan. Dengan tinggi badan 1,68 meter, Febri memiliki kemampuan bermain dengan kedua kakinya, menjadikannya ancaman yang sulit diprediksi bagi pertahanan lawan.

Perjalanan karier sepak bolanya dimulai sejak usia dini. Ia bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) Pro Uni Bandung pada tahun 2005 dan mengasah kemampuannya di sana hingga tahun 2010. Setelah itu, Febri mengambil langkah besar dengan bergabung bersama akademi Persib Bandung, Persib Youth, pada 1 Januari 2010.

Selama enam tahun memperkuat tim muda Persib, Febri menunjukkan perkembangan performa yang luar biasa. Dedikasi dan bakatnya akhirnya terbayar dengan promosi ke tim senior Persib Bandung. Ia resmi menjadi bagian dari skuad utama “Maung Bandung” pada 1 Januari 2016.

Bersama Persib Bandung, Febri Hariyadi menjelma menjadi salah satu pemain kunci. Ia mencatatkan 165 penampilan di berbagai kompetisi, dengan rincian 20 gol dan 20 assist yang berhasil ia sumbangkan. Total menit bermainnya mencapai 10.723 menit, menunjukkan kontribusinya yang signifikan bagi tim.

Namun, sebelum kepindahannya ke Persis Solo, Febri sudah cukup lama absen membela Persib Bandung. Ia mengalami cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang memaksanya menjalani proses pemulihan yang panjang.

Kepindahan ke Persis Solo dan Debut yang Berujung Pahit

Setelah melewati masa pemulihan cedera ACL, Febri Hariyadi resmi bergabung dengan Persis Solo pada 1 Februari 2026 dengan status pinjaman dari Persib Bandung. Kepindahan ini diharapkan dapat memberikan suntikan semangat dan kualitas bagi lini serang “Laskar Sambernyawa”.

Namun, nasib berkata lain. Di Persis Solo, pemain yang memiliki harga pasar sekitar Rp 1,74 miliar ini hanya sempat mencatatkan 1 penampilan dengan total 32 menit bermain. Debutnya bersama Persis Solo terjadi pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026, saat timnya menghadapi PSBS Biak di Stadion Manahan, Solo, pada Sabtu, 20 Februari 2026.

Tragisnya, tak lama setelah menjalani pertandingan perdananya, Febri kembali harus menghadapi kenyataan pahit. Cedera serius yang kambuh saat sesi latihan membuatnya dipastikan tidak dapat bermain lagi hingga akhir musim ini. Situasi ini tentu menjadi pukulan emosional yang berat bagi Febri, yang baru saja kembali dari cedera panjang dan kini harus kembali berjuang melawan cedera yang sama.

Detail Statistik Febri Hariyadi:

Berikut adalah rincian statistik Febri Hariyadi berdasarkan klub yang pernah dibelanya:

  • PERSIB Bandung:

    • Jumlah Pertandingan: 165
    • Gol: 20
    • Assist: 20
    • Kartu Kuning: 18
    • Kartu Kuning Kedua: 2
    • Menit Bermain: 10.723
  • PERSIS Solo:

    • Jumlah Pertandingan: 1
    • Gol: 0
    • Assist: 0
    • Kartu Kuning: 0
    • Menit Bermain: 32

Kondisi Febri Hariyadi ini menjadi pengingat akan kerasnya dunia sepak bola profesional, di mana cedera dapat menjadi hambatan terbesar bagi seorang atlet. Para penggemar sepak bola tanah air tentu berharap Febri dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali menunjukkan performa terbaiknya di masa mendatang.

Pos terkait