Kekasih Korban Pembacokan UIN Suska Riau Ungkap Hubungan Renggang Pasca Insiden
Kejadian tragis pembacokan yang menimpa mahasiswi UIN Suska Riau, Farradhila Ayu Pramesti alias Farra, oleh teman dekatnya, Raihan Mufazzar, pada Kamis (26/2/2026) lalu, tidak hanya meninggalkan luka fisik dan trauma mendalam bagi korban, tetapi juga berimbas pada hubungan asmara sang korban. Ferdi, kekasih Farra yang telah menjalin hubungan selama delapan bulan, baru-baru ini membuat sebuah unggahan yang mengungkap kondisi terkini hubungan mereka, yang tampaknya berada di ujung tanduk.
Melalui sebuah sesi siaran langsung di akun media sosialnya, Ferdi membeberkan sejumlah hal terkait hubungannya dengan Farra. Ia mengaku bahwa hubungan jarak jauh (LDR) yang selama ini dijalani bersama Farra telah membuatnya jenuh dan kecewa, terutama setelah mengetahui kekasihnya tersebut diduga terlibat perselingkuhan. Pengakuan ini muncul di tengah kabar bahwa motif pembacokan yang dilakukan Raihan Mufazzar diduga kuat karena penolakan cinta dari Farra.
Perjalanan Hubungan Jarak Jauh yang Berujung Kekecewaan
Ferdi mengungkapkan bahwa jalinan asmaranya dengan Farra telah berlangsung sekitar delapan bulan. Hubungan ini dijalani dengan sistem jarak jauh karena kesibukan Ferdi yang bekerja di bidang perkapalan. Meskipun belum terjalin terlalu lama, pengalaman menjalani LDR kali ini meninggalkan luka yang cukup dalam bagi Ferdi.
“Pacaran (dengan Fara) berapa tahun? enggak sampai tahun kok bang, cuma delapan bulan lah,” ujar Ferdi dalam sesi siaran langsung tersebut, mengisyaratkan bahwa hubungan mereka belum mencapai satu tahun.
Namun, kekecewaan terbesar Ferdi datang ketika ia mengetahui bahwa Farra diduga telah berselingkuh. Hal ini semakin memperkuat niatnya untuk mengakhiri hubungan. Ferdi bahkan secara tersirat menyatakan keinginannya untuk putus dari Farra.
“Udah enggak mau LDR lagi lah udah, capek LDR,” ucap Ferdi sambil tertawa getir, yang kemudian dikonfirmasi oleh seorang temannya yang menyebutkan bahwa Ferdi sudah “kapok”.
Lebih lanjut, Ferdi mengakui bahwa ini bukan kali pertama ia mengalami pengkhianatan dalam sebuah hubungan. Ia mengaku telah dua kali merasakan pahitnya dikhianati oleh wanita yang ia cintai, dan kedua kalinya terjadi saat menjalani hubungan jarak jauh. “Dua kali udah dikhianati, dua kali LDR dua kali juga (diselingkuhi),” aku Ferdi dengan nada pasrah, menyebut dirinya “apes”.
Motif di Balik Aksi Brutal Raihan Mufazzar
Peristiwa pembacokan yang mengerikan ini diduga dipicu oleh motif asmara yang rumit. Raihan Mufazzar, pelaku pembacokan, dikabarkan memiliki perasaan terhadap Farra. Namun, cintanya diduga bertepuk sebelah tangan, karena Farra menolaknya.
Pihak kepolisian telah menetapkan Raihan Mufazzar sebagai tersangka dalam kasus ini. Berdasarkan motif yang terungkap, Raihan terancam hukuman pidana penjara yang cukup berat, yakni selama 12 tahun.
Sebelum insiden pembacokan, beredar pula di media sosial video yang menunjukkan kedekatan antara Raihan dan Farra di sebuah rental PlayStation. Kemesraan dalam video tersebut diduga menjadi salah satu pemicu kekecewaan Ferdi, yang melihat kekasihnya dekat dan mesra dengan pria lain.
Kondisi Terkini Farra Pasca Pembacokan
Pasca insiden pembacokan yang membuatnya mengalami luka serius di kepala, lengan, dan punggung, Farradhila Ayu Pramesti menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kabar terbaru mengenai kondisi Farra mulai terungkap melalui berbagai unggahan di media sosial, yang menunjukkan perubahan penampilannya pasca operasi.
Dalam video yang beredar, Farra terlihat sudah sadar dan mampu duduk di ranjang rumah sakit. Meskipun demikian, wajahnya masih tampak lesu dan tatapan matanya menunjukkan kecemasan serta trauma mendalam akibat peristiwa yang baru saja dialaminya.

Penampilan Farra pasca insiden tersebut menjadi sorotan publik. Banyak komentar yang muncul di media sosial mengenai perbandingan wajahnya saat tanpa riasan, yang dinilai berbeda oleh sebagian orang.
Ibunda Farra mengungkapkan perkembangan kondisi putrinya setelah lima hari menjalani perawatan dan operasi. Ia bersyukur karena Farra menunjukkan kemajuan yang signifikan.
“Untuk perkembangan anak saya sendiri, yang saya lihat setiap harinya alhamdulillah dia udah bisa duduk walaupun masih ada rasa pusing,” ujar ibunda Farra.
Ia menambahkan bahwa putrinya kini sudah bisa beraktivitas seperti orang normal, termasuk berdiri dan berjalan. Farra juga sudah tidak lagi bergantung pada tempat tidur untuk buang air kecil dan sudah bisa pergi ke kamar mandi.
Namun, masalah terkait makanan masih menjadi kendala. Farra masih sering merasa mual jika makan dalam porsi besar. Ibundanya pun masih membatasi asupan makanannya, seperti memberikan bubur, mengingat kondisi Farra yang baru saja menjalani operasi. “Dia tidak ada masalah dengan makan. Cuma kalau dia makan banyak, dia merasa mual, udah dulu saya stop. Memang dari pertama saya minta makannya bubur, karena dia habis operasi,” jelas ibunda Farra.
Kondisi Farra yang perlahan membaik memberikan sedikit kelegaan bagi keluarga dan kerabatnya, meskipun trauma psikis yang dialaminya tentu membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya. Kasus ini menjadi pengingat akan bahaya dari rasa cemburu yang berlebihan dan pentingnya penyelesaian masalah secara damai.





