Dominasi Tiongkok di German Open 2026: Amabang Kejuaraan Umum dengan Potensi Dua Gelar Tambahan
Muelheim an der Ruhr, Jerman – Panggung Westenergie Sporthalle akan menjadi saksi bisu potensi keperkasaan Tiongkok di ajang German Open 2026. Negeri Tirai Bambu itu kini berada di ambang perolehan gelar juara umum, hanya selangkah lagi untuk menggenggam trofi tambahan jika mampu menaklukkan dua final lainnya yang dijadwalkan pada Minggu, 1 Maret 2026, mulai pukul 18.00 WIB.
Tiongkok telah memastikan dua gelar juara secara otomatis berkat fenomena “derbi Tiongkok” di dua nomor berbeda. Pertama, di sektor tunggal putri, persaingan sengit akan terjadi antara Wang Zhi Yi, unggulan pertama turnamen level Super 300 ini, melawan rekan senegaranya, Han Qian Xi. Kedua pemain ini terakhir kali bertemu pada babak 16 besar Malaysia Open 2025, di mana Wang Zhi Yi berhasil unggul. Pertemuan mereka di final German Open 2026 ini diprediksi akan kembali menyajikan adu strategi dan ketahanan mental yang tinggi.
Gelar kedua yang sudah pasti menjadi milik Tiongkok berasal dari nomor ganda putri. Duel sesama wakil Tiongkok akan tersaji antara Bao Li Jing/Luo Xi Min melawan Li Yi Jing/Wang Yi Duo. Li/Wang berhasil melaju ke partai puncak setelah melalui perjuangan keras melawan wakil Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, dengan skor 21-18, 8-21, 21-19.
Amallia Cahaya Pratiwi, yang akrab disapa Tiwi, mengungkapkan evaluasi mendalam pasca kekalahan tersebut. “Pada gim pertama, sebenarnya kami sudah sempat mendapatkan pola permainan yang kami inginkan. Namun, sayang di poin-poin akhir saya cukup banyak melakukan kesalahan sendiri (unforced error). Di situ fokus saya sedikit menurun,” ujar Tiwi dalam siaran resmi. Ia menambahkan bahwa pada gim kedua, perubahan pola permainan cukup berhasil, namun di gim ketiga, kecenderungan untuk bermain terlalu hati-hati di poin krusial justru menjadi bumerang. “Padahal seharusnya kami lebih berani mengambil keputusan. Evaluasinya jelas, kami harus lebih fokus di poin-poin akhir. Terutama antisipasi bola-bola tanggung atau setengah-setengah, itu harus lebih siap lagi ke depannya,” tuturnya.
Fadia Silva Ramadhanti turut membenarkan apa yang disampaikan Tiwi. “Kalau dari saya kurang lebih sama seperti Tiwi. Pada gim pertama dan ketiga, terutama di akhir-akhir gim, kami terlalu hati-hati dan seperti takut melakukan kesalahan. Akhirnya justru jadi tidak lepas,” aku Fadia. Ia juga menyoroti persiapan menuju All England. “Untuk persiapan menuju All England, yang pertama tentu pemulihan kondisi dulu karena hari ini habis bermain semifinal. Kalau besok ada kesempatan latihan, kami tetap ingin latihan supaya lebih siap. Pastinya kami ingin memberikan yang terbaik di All England nanti,” tambahnya, menunjukkan determinasi untuk bangkit di turnamen selanjutnya.
Peluang Tambahan Gelar untuk Tiongkok
Selain dua gelar yang sudah dipastikan, Tiongkok masih memiliki peluang untuk menambah pundi-pundi juaranya melalui nomor ganda campuran. Pasangan Chen Xing/Zhang Chi berpeluang besar meraih gelar jika mampu menaklukkan wakil Denmark, Mads Vestergaard/Christine Busch. Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung ketat, mengingat kedua pasangan sama-sama berjuang keras untuk mencapai final.
Di nomor ganda putra, Tiongkok juga meloloskan wakilnya, Chen Bo Yang/Liu Yi. Mereka akan menghadapi tantangan dari pasangan non-unggulan asal Prancis, Julien Maio/William Villeger. Maio/Villeger sendiri telah membuat kejutan besar dengan menyingkirkan unggulan teratas, Aaron Chia/Soh Wooi Yik dari Malaysia, pada babak kedua. Kemenangan mereka di babak sebelumnya menunjukkan bahwa mereka bukanlah lawan yang bisa diremehkan.
Derbi Saudara di Sektor Tunggal Putra
Sementara itu, sektor tunggal putra akan menyajikan drama tersendiri dengan potensi duel kakak-beradik Popov dari Prancis. Christo Popov, yang berstatus unggulan pertama, berpeluang kembali menjadi juara setelah tahun lalu gelar ini diraih oleh Viktor Axelsen dari Denmark. Namun, jalannya untuk meraih gelar tidak akan mudah, karena ia harus berhadapan dengan kakaknya sendiri, Toma Junior Popov, yang juga menunjukkan performa impresif di sepanjang turnamen. Christo tercatat memiliki rekor pertemuan yang lebih baik, unggul 2-1 atas Toma. Pertemuan terakhir mereka terjadi pada babak 32 besar Indonesia Open 2025. Derbi tunggal putra ini dipastikan akan menjadi sajian penutup yang memukau di German Open 2026.
Jadwal Lengkap Final German Open 2026
Berikut adalah jadwal lengkap pertandingan final German Open 2026 yang akan disiarkan mulai pukul 18.00 WIB:
- 18.00 WIB – Ganda Campuran (XD): Chen Xing/Zhang Chi (7/Tiongkok) vs Mads Vestergaard/Christine Busch (8/Denmark)
- 18.50 WIB – Tunggal Putri (WS): Wang Zhi Yi (1/Tiongkok) vs Han Qian Xi (Tiongkok)
- 19.40 WIB – Ganda Putri (WD): Bao Li Jing/Luo Xu Min (8/Tiongkok) vs Li Yi Jing/Wang Yi Duo (Tiongkok)
- 20.30 WIB – Ganda Putra (MD): Julien Maio/William Villeger (Prancis) vs Chen Bo Yang/Liu Yi (6/Tiongkok)
- 21.20 WIB – Tunggal Putra (MS): Christo Popov (1/Prancis) vs Toma Junior Popov (6/Prancis)





