Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Akibat Proyek PDAM
Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat – Di tengah kekecewaan terhadap kondisi jalan lingkungan yang rusak parah, warga Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa. Melalui aksi gotong royong, mereka bahu-membahu menambal lubang-lubang menganga yang mengganggu akses utama menuju rumah dan Masjid Pusaka. Jalan yang sebelumnya mulus kini berubah menjadi medan yang bergelombang dan penuh lubang, imbas dari aktivitas penggalian untuk pemasangan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur.
Aksi perbaikan jalan ini berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026, di mana warga tampak sibuk mengangkut batu koral dan pasir menggunakan gerobak dorong, dibantu dengan cangkul dan sekop. Semangat gotong royong terlihat jelas saat mereka bekerja sama menambal setiap lubang yang menganga di sepanjang gang pemukiman.
Kekecewaan Warga dan Janji yang Tak Terpenuhi
Menurut penuturan warga, proyek perbaikan jaringan pipa PDAM Lombok Timur telah dikerjakan pada tahun 2025. Namun, pascapengerjaan, pihak kontraktor pelaksana diduga tidak melakukan perbaikan jalan kembali secara memadai. Akibatnya, jalan yang menjadi urat nadi kehidupan sehari-hari warga ini dibiarkan dalam kondisi memprihatinkan.
“Kami sangat kecewa. Pengerjaan proyek PDAM selesai, tapi jalan dibiarkan rusak seperti ini,” ujar Ketua Pemuda Dusun Montong Gedeng, Paesal Kodrat, saat ditemui di lokasi gotong royong. “Padahal ini jalan satu-satunya menuju rumah kami dan menuju Masjid Pusaka. Kalau tidak diperbaiki sekarang, bagaimana nanti pas Lebaran, keluarga yang mudik pasti susah lewat sini.”
Kondisi jalan yang buruk ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan. Saat hujan turun, lubang-lubang galian berubah menjadi kubangan lumpur yang sangat berisiko bagi pengendara motor, terutama anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan.
Swadaya Warga untuk Solusi Nyata
Menyadari bahwa menunggu perbaikan dari pihak terkait terkesan sia-sia, warga Desa Ketangga akhirnya sepakat untuk mengambil langkah mandiri. Melalui pengumpulan dana dan tenaga secara swadaya, mereka berhasil mengumpulkan biaya untuk membeli semen. Sebagian warga lainnya turut menyumbangkan material seperti batu split dan pasir untuk menunjang perbaikan.
Has Tutik, seorang ibu rumah tangga yang turut serta mengantarkan minuman bagi para pekerja gotong royong, mengungkapkan tekad warga. “Kami tidak bisa diam saja. Daripada menunggu janji PDAM yang tidak kunjung jelas, lebih baik kami kerja bakti. Yang penting jalan ini bisa dilalui dengan nyaman untuk saling bersilaturahmi nanti,” tuturnya penuh harap.
Harapan untuk Tanggung Jawab Penuh dalam Pembangunan
Aksi gotong royong ini bukan sekadar perbaikan jalan, melainkan juga sebuah pesan kuat dari masyarakat. Warga berharap agar setiap proyek pembangunan, terutama yang melibatkan penggalian dan berdampak pada infrastruktur publik, harus diikuti dengan tanggung jawab penuh.
“Kami tidak anti dengan pembangunan. Tapi tolong, kalau mengerjakan proyek yang menyangkut kepentingan publik, selesaikan sampai tuntas. Jangan warga yang harus menanggung akibatnya,” tegas Tutik.
Harapan besar disematkan agar pihak pelaksana proyek PDAM dan instansi terkait dapat lebih memperhatikan kualitas pekerjaan dan dampak jangka panjangnya terhadap kenyamanan dan keselamatan warga.
Target Perbaikan Sebelum Malam Takbiran
Warga Desa Ketangga bertekad untuk menyelesaikan perbaikan jalan tersebut sebelum malam takbiran tiba. Mereka ingin memastikan bahwa perayaan Idul Fitri tahun ini dapat berjalan dengan khidmat dan nyaman, tanpa terhalang oleh kondisi jalan yang rusak. Semangat kebersamaan dan gotong royong ini menjadi bukti nyata bahwa solusi seringkali dapat ditemukan melalui kerja keras dan kepedulian antar sesama.





