Gregoria Absen, PBSI Siapkan Strategi Malaysia Open 2026

Gregoria Mariska Tunjung: Perlindungan Peringkat BWF untuk Pemulihan Pasca Vertigo

Kabar terbaru dari dunia bulu tangkis Indonesia menyoroti upaya Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) untuk melindungi posisi peringkat salah satu atlet andalannya, Gregoria Mariska Tunjung. Menghadapi tantangan kesehatan yang signifikan, Gregoria dipastikan akan memanfaatkan kebijakan protected ranking dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) untuk memfasilitasi masa pemulihannya. Keputusan ini berdampak pada partisipasinya di beberapa turnamen bergengsi, termasuk Malaysia Open 2026 dan India Open 2026, di mana namanya tercatat sebagai salah satu atlet yang mengundurkan diri.

Periode 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi Gregoria. Ia terpaksa absen dari banyak kompetisi akibat serangan penyakit vertigo yang dialaminya. Kondisi ini memburuk menjelang Sudirman Cup 2025, memaksanya untuk mengambil jeda panjang dari dunia kompetisi. Absennya Gregoria terasa signifikan, mengingat perannya sebagai salah satu ujung tombak tunggal putri Indonesia.

Terakhir kali Gregoria terlihat berlaga di lapangan adalah pada ajang SEA Games 2025 di Thailand, di nomor beregu. Setelah itu, ia baru kembali berkompetisi di Japan Open 2025. Namun, di sela-sela turnamen tersebut, vertigonya kembali kambuh, memaksanya untuk mundur dari beberapa pertandingan yang telah dijadwalkan. Salah satu pencapaian terbaiknya di tahun 2025 adalah ketika ia berhasil mencapai babak final Kumamoto Masters 2025, menunjukkan bahwa meskipun dilanda masalah kesehatan, performanya masih mampu bersaing di level tertinggi.

Pengajuan Protected Ranking oleh PBSI

Menyadari urgensi penanganan kesehatan Gregoria, PBSI segera mengambil langkah proaktif. Pihak federasi mengajukan permohonan protected ranking kepada BWF. Pengajuan ini didasarkan pada regulasi BWF yang memungkinkan atlet untuk mendapatkan perlindungan peringkat apabila berhalangan bertanding akibat kondisi medis yang serius. Penyakit vertigo yang diderita Gregoria memerlukan penanganan medis berkelanjutan dan masa pemulihan yang terukur, sehingga membuatnya tidak dapat berpartisipasi dalam rangkaian turnamen internasional yang padat dalam kalender BWF.

Dengan menyertakan dokumen pendukung yang memadai, PBSI berhasil meyakinkan BWF. Federasi Bulu Tangkis Dunia tersebut akhirnya menyetujui permohonan protected ranking Gregoria Mariska Tunjung. Persetujuan ini merupakan kabar baik bagi Gregoria dan PBSI, karena memberikan jaminan bahwa peringkat dunianya akan tetap terjaga selama masa pemulihannya.

Manfaat dan Durasi Protected Ranking

Kebijakan protected ranking ini dirancang untuk melindungi posisi atlet di peringkat dunia ketika mereka terpaksa absen dari kompetisi karena alasan medis atau situasi lain yang diakui oleh BWF. Bagi Gregoria, yang kini berusia 26 tahun, persetujuan ini memberinya hak untuk menggunakan peringkat terlindungi saat melakukan pendaftaran turnamen BWF setelah ia dinyatakan siap untuk kembali bertanding.

Masa berlaku protected ranking ini cukup signifikan, yaitu minimal tiga bulan hingga satu tahun, terhitung mulai tanggal 30 Desember 2025. Durasi ini memberikan ruang yang cukup bagi Gregoria untuk fokus sepenuhnya pada proses penyembuhan dan pemulihan fisiknya tanpa harus khawatir akan penurunan peringkat yang drastis.

Prioritas Kesehatan Atlet dan Dukungan PBSI

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa kesehatan atlet adalah prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan. Ia menyambut baik persetujuan BWF atas permohonan protected ranking ini.

“Kami menghormati dan mengapresiasi keputusan BWF yang telah menyetujui permohonan protected ranking bagi Gregoria Mariska Tunjung,” ujar Eng Hian dalam siaran resmi PBSI. “Keputusan ini memberikan ruang bagi atlet untuk fokus menjalani pemulihan tanpa harus terbebani oleh konsekuensi terhadap peringkat dunia. PBSI berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh agar Gregoria dapat kembali bertanding dalam kondisi terbaik.”

Selama masa pemulihan, Gregoria akan mendapatkan pendampingan dan pengawasan yang komprehensif dari tim pendukung PBSI. Tim ini mencakup berbagai aspek, mulai dari medis, fisik, teknik, hingga psikologis, guna memastikan proses pemulihan berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

PBSI berharap dengan adanya protected ranking ini, Gregoria dapat menjalani masa pemulihan dengan tenang dan kembali memperkuat tim Indonesia di berbagai turnamen internasional sesuai dengan kesiapan dan rekomendasi tim pendukung. PBSI juga mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat pencinta bulu tangkis Indonesia untuk memberikan dukungan moral serta doa bagi kesembuhan dan kembalinya Gregoria ke arena pertandingan.

Sementara itu, daftar tunggal putri yang diketahui mundur dari Malaysia Open 2026 juga mencakup beberapa nama internasional lainnya, menunjukkan bahwa turnamen ini akan kehilangan beberapa pemain kunci. Di antara mereka yang mengundurkan diri adalah:

  • Pornpawee Chochuwong (Thailand)
  • Gregoria Mariska Tunjung (Indonesia)
  • Yeo Jia Min (Singapura)
  • Neslihan Arin (Turkiye)
  • Juliana Viana Vieira (Brasil)

Pos terkait