ONE Championship siap menggebrak panggung olahraga tarung global dengan peluncuran serial bulanan yang bertajuk “ONE Samurai”. Seri ini akan memulai debutnya pada tanggal 29 April 2026, bertempat di arena prestisius Ariake Arena, Tokyo, Jepang. Acara perdana ini tidak hanya akan menjadi pembuka yang spektakuler, tetapi juga akan langsung menyajikan tiga pertarungan memperebutkan gelar juara dunia, menjanjikan malam yang penuh aksi dan drama bagi para penggemar.
Duel Puncak yang Menarik Perhatian
Sebelumnya, telah diumumkan bahwa salah satu pertarungan paling dinanti adalah duel perebutan sabuk interim kelas terbang kickboxing antara dua bintang papan atas, Rodtang Jitmuangnon dari Thailand dan Takeru Segawa dari Jepang. Keduanya dikenal sebagai petarung yang memiliki pukulan mematikan dan gaya bertarung yang agresif, sehingga bentrokan mereka diprediksi akan menghasilkan pertarungan yang mendebarkan.
Namun, kemeriahan ONE Samurai 1 tidak berhenti di situ. Dua pertarungan perebutan gelar juara dunia lainnya juga telah dikonfirmasi untuk memanaskan malam pembukaan serial ini.
Pertarungan Kelas Terbang MMA: Juara Bertahan Melawan Penantang Ambisius
Di arena mixed martial arts (MMA), kelas terbang akan menjadi saksi bisu perebutan gelar juara dunia. Juara bertahan, Yuya Wakamatsu dari Jepang, dijadwalkan untuk mempertahankan sabuknya melawan penantang yang tangguh, Avazbek Kholmirzaev. Wakamatsu, yang dikenal dengan kekuatan pukulan dan kemampuan gulatnya yang solid, akan menghadapi Kholmirzaev yang juga memiliki rekam jejak yang mengesankan dan ambisi besar untuk merebut gelar. Pertarungan ini akan menjadi ujian sejati bagi dominasi Wakamatsu di kelas terbang MMA.
Jonathan Haggerty vs. Yuki Yoza: Duel Tiada Tanding di Kelas Bantam Kickboxing
Pertarungan lain yang tak kalah seru adalah duel perebutan gelar juara kelas bantam kickboxing ONE Championship. Sang juara bertahan, Jonathan Haggerty dari Inggris, akan menghadapi tantangan berat dari penantang yang sedang naik daun dari Jepang, Yuki Yoza.
Jonathan Haggerty telah membuktikan dirinya sebagai salah satu striker terbaik di ONE Championship. Dengan rekam jejak 12 kemenangan impresif, petarung berusia 29 tahun ini telah meraih gelar juara di dua divisi dan dua disiplin olahraga yang berbeda. Pengalaman dan prestasinya berbicara banyak. Ia pernah mengalahkan nama-nama besar dalam dunia tarung seperti Nong-O Hama, mantan juara kelas bantam Muay Thai, dan Fabricio Andrade, mantan juara kelas bantam MMA.
Dalam penampilan terakhirnya yang memukau pada ONE 171 Februari tahun lalu, Haggerty berhasil mempertahankan gelar kickboxing-nya dengan mengalahkan Wei Rui. Pertarungan tersebut berlangsung sengit selama lima ronde, di mana Haggerty berhasil mengakhiri rentetan 21 kemenangan beruntun Wei dengan kemenangan angka mutlak.
Sebelumnya, Haggerty dijadwalkan untuk bertarung memperebutkan sabuk kelas bantam Muay Thai melawan Nabil Anane di ONE 173. Namun, sebuah cedera memaksa petarung yang dijuluki “Jenderal” ini untuk mundur dari pertarungan tersebut. Kini, setelah pulih sepenuhnya, Jonathan Haggerty siap untuk kembali ke ring dan menghadapi tantangan baru yang sangat menarik.
Di sisi lain, Yuki Yoza adalah bintang kickboxing asal Jepang yang sedang meroket. Ia berhasil mencuri perhatian publik dan para penggemar tarung setelah mengalahkan Superlek, juara kelas terbang kickboxing ONE Championship, dalam sebuah pertarungan kelas bantam di ONE 173 pada November lalu. Kemenangan impresif melalui keputusan mutlak atas salah satu striker terbaik Thailand tersebut secara instan memberinya tiket emas untuk menantang Jonathan Haggerty memperebutkan sabuk juara.
Sebelum mengalahkan Superlek, Yoza juga telah menunjukkan performa luar biasa dengan memenangkan dua pertarungan sebelumnya secara beruntun melawan Elbrus Osmanov dan Petchtanong Petchfergus. Momentum yang dimiliki Yoza saat ini sangat besar, dan ia bertekad untuk membawa pulang gelar juara ke tanah kelahirannya.
Pertarungan antara Haggerty dan Yoza ini akan menjadi penentu yang krusial. Akankah Jonathan Haggerty mempertahankan statusnya sebagai raja di divisinya, ataukah Yuki Yoza akan berhasil membuat kejutan dan membawa pulang sabuk ke Jepang? Duel ini menjanjikan bentrokan antara pengalaman matang dan semangat juang membara, sebuah tontonan yang tidak boleh dilewatkan oleh para pecinta olahraga tarung.





