
Pergerakan Harga Emas di Tengah Ketegangan Global
Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan Sabtu (23/5) karena para pelaku pasar mulai meningkatkan ekspektasi terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed. Sentimen ini muncul setelah Gubernur The Fed, Christopher Waller, memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga mungkin akan terjadi di tengah risiko inflasi akibat perang yang sedang berlangsung di Iran.
Menurut laporan Bloomberg, harga emas batangan sempat turun seiring dengan penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Waller menyatakan bahwa langkah suku bunga berikutnya bisa berupa kenaikan atau penurunan, tergantung pada dampak dari gejolak energi yang disebabkan oleh konflik di Iran terhadap inflasi.
Para pelaku pasar kini mulai mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang. Kondisi suku bunga tinggi biasanya memberi tekanan pada harga emas karena instrumen tersebut tidak menawarkan imbal hasil bunga. Waller menegaskan bahwa posisinya saat ini adalah bersabar dalam mempertahankan suku bunga hingga dampak dari perang lebih jelas. Namun, ia juga memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga di masa depan tidak akan diabaikan jika inflasi tidak mulai melambat dalam waktu dekat.
Di sisi lain, ketegangan di Selat Hormuz turut memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi global. Sentimen konsumen AS pada Mei juga tercatat turun ke titik terendah sepanjang sejarah, sementara ekspektasi inflasi jangka panjang meningkat akibat konflik Timur Tengah.
Survei Universitas Michigan yang dirilis Jumat menunjukkan indeks sentimen konsumen turun menjadi 44,8 pada Mei dari 49,8 pada April. Konsumen juga memperkirakan inflasi tahunan lima hingga sepuluh tahun ke depan mencapai 3,9 persen, naik dari 3,5 persen pada bulan sebelumnya dan menjadi level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.
Harga emas global sendiri masih bergerak dalam rentang terbatas sejak anjlok di awal pecahnya perang di Iran. Investor saat ini masih menimbang dampak suku bunga tinggi dengan risiko kombinasi inflasi tinggi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Sejak konflik dimulai pada akhir Februari, harga emas tercatat telah turun sekitar 15 persen.
Sementara itu, Presiden Donald Trump menegaskan dirinya ingin Kevin Warsh memimpin The Fed secara independen demi meredakan kekhawatiran investor terkait potensi intervensi politik terhadap kebijakan moneter. Warsh, yang sebelumnya menjanjikan reformasi besar di bank sentral AS, resmi dilantik sebagai ketua The Fed ke-17 dalam upacara di Gedung Putih pada Jumat lalu.
Pergerakan Harga Logam Mulia Lainnya
Harga emas spot turun 0,8 persen menjadi USD 4.508,75 per ons pada pukul 15.47 waktu New York. Harga perak terkoreksi 1,4 persen menjadi USD75,61 per ons. Sementara platinum dan paladium juga melemah. Indeks Spot Dolar Bloomberg naik 0,1 persen.





