Penikaman yang Menewaskan Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara
Sebuah peristiwa penikaman yang menewaskan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, telah mengungkap keterlibatan seorang atlet Mixed Martial Arts (MMA) bernama Hendrikus Rahayaan. Peristiwa ini terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4/2026), dan menimbulkan perhatian luas dari masyarakat.
Hendrikus dikenal sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang. Ia diamankan bersama satu pelaku lainnya, Finansius Ulukyanan alias Finis, dalam penangkapan yang berlangsung di bandara tersebut. Kasus ini menyita perhatian karena latar belakang pelaku yang tidak biasa.
Hendrikus dikenal sebagai atlet MMA dan memiliki hubungan keluarga dengan John Kei, tokoh yang cukup dikenal di Jakarta. Sementara itu, Finis disebut hanya sebagai warga biasa. Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, mengungkap bahwa aksi tersebut dilatarbelakangi oleh dendam yang telah berlangsung lama.
“Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu,” jelas AKBP Rian Suhendi.
Kronologi Kejadian
Insiden penikaman terjadi sesaat setelah korban tiba dari Ambon sekitar pukul 11.10 WIT di Bandara Karel Sadsuitubun. Ketika hendak keluar bandara untuk bertemu keluarga, korban tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal.
Upaya menghentikan pelaku sempat dilakukan oleh kakak korban, Antonius Rumatora. “Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora.”
Melihat kejadian tersebut, Saudara Antonius Rumatora sempat memeluk dan membanting yang diduga pelaku namun pelaku melawan dan berhasil melarikan diri. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan masuk kembali ke area bandara, namun akhirnya terjatuh.
Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun, tetapi nyawanya tidak tertolong. “Pukul 11.44 WIT, Saudara Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital.” Laporan menyebutkan korban mengalami empat luka tusuk di bagian vital, yakni dada kanan dan kiri, leher kiri, serta tulang belakang.
Diketahui, kedatangan Nus Kei ke Maluku Tenggara bertujuan menghadiri agenda partai. “Kedatangan Agrapinus Rumatora Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara untuk mengikuti Musda Partai Golkar Maluku Tenggara yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2026.”
Profil Pelaku
Hendrikus Rahayaan merupakan atlet MMA asal Watran, Kota Tual, Maluku. Ia juga dikenal sebagai keponakan John Kei. Dalam pengakuannya sebelumnya, Hendrikus menyebut dirinya telah terbiasa berkelahi sejak usia muda.
“Awalnya itu memang suka sekali cari gara-gara, beta (Saya) itu memang berawal dijalanan dari situ terus tidak disukai oleh keluarga.” Seiring bertambah usia, ia memilih menyalurkan kebiasaan tersebut ke jalur olahraga bela diri.
“Jadi bikin saja, lebih baik kita bikin baku pukul jalanan itu jadi prestasi saja biar jadi kebanggaan keluarga, selain bisa bertahan hidup juga, kita bisa mengharumkan nama daerah.” Kariernya sebagai atlet ditempa melalui latihan intensif di bawah bimbingan kakeknya yang menguasai sejumlah disiplin bela diri seperti Muay Thai, Wushu, dan Boxing.






