Iran akan balas tindakan AS yang menyita kapal Touska

Iran Mengancam Balas Tindakan AS yang Menyita Kapal Touska

MOSKOW – Iran menyatakan akan membalas tindakan Amerika Serikat (AS) yang menyita kapal Touska. Juru Bicara Komando Militer Khatam al-Anbiya Iran mengungkapkan bahwa negaranya akan segera merespons aksi penyitaan kapal yang dilakukan militer AS di Teluk Oman.

“Kami memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera merespons tindakan tersebut dan membalas pembajakan bersenjata yang dilakukan militer AS ini,” kata juru bicara komando militer Iran, seperti dikutip Reuters.

Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi penyitaan kapal dagang Iran Touska yang berupaya menerobos blokade AS di Teluk Oman. Kapal Iran tersebut kini berada di bawah kendali AS.

Pada 13 April, Angkatan Laut AS mulai menutup semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz, yang menyumbang sekitar 20 persen dari pasokan minyak, produk minyak bumi, dan LNG global. Washington menegaskan bahwa kapal-kapal non-Iran bebas melewati Selat Hormuz selama mereka tidak membayar bea masuk ke Teheran.

Otoritas Iran belum mengumumkan pemberlakuan bea masuk, tetapi telah membahas rencana tersebut.

Penyitaan Kapal Touska oleh Militer AS

Sebelumnya, militer AS mencegat sebuah kapal dagang berbendera Iran bernama Touska yang berusaha menerobos blokade angkatan laut AS di Teluk Oman, Minggu (19/4). “Pasukan AS yang beroperasi di Laut Arab memberlakukan tindakan blokade angkatan laut terhadap kapal kargo berbendera Iran, yang mencoba berlayar menuju pelabuhan Iran pada 19 April,” menurut CENTCOM dalam sebuah pernyataan.

Kapal berbendera Iran tersebut menerima sejumlah peringatan tentang pelanggaran blokade. “Setelah awak kapal Touska gagal mematuhi peringatan berulang selama enam jam, (kapal perusak rudal) USS Spruance memerintahkan kapal tersebut untuk mengevakuasi ruang mesinnya. Spruance pun melumpuhkan mesin penggerak Touska dengan menembakkan beberapa peluru sebesar 5 inci dari meriam MK 45 ke ruang mesin Touska,” lanjut pernyataan tersebut.

Setelah itu, tentara Angkatan Laut AS menaiki kapal kargo tersebut. Menurut CENTCOM, kapal tersebut saat ini berada di bawah kendali AS.

Respons Militer AS terhadap Kapal-Kapal Iran

“Pasukan AS telah memerintahkan 25 kapal komersial untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran,” demikian pernyataan CENTCOM.

Tindakan penyitaan ini menjadi bagian dari upaya AS untuk membatasi aktivitas maritim Iran di kawasan Teluk Oman. Blokade ini juga bertujuan untuk mencegah kapal-kapal Iran melakukan transaksi perdagangan tanpa izin atau pajak ke Teheran.

Iran sendiri belum memberikan respons resmi terkait penyitaan kapal Touska, namun ancaman dari komando militer mereka menunjukkan bahwa situasi bisa memanas jika AS terus memperkuat tindakan hukumnya terhadap kapal-kapal Iran.

Dampak Blokade terhadap Pasokan Minyak Global

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pasokan minyak global, dengan sekitar 20 persen dari pasokan minyak, produk minyak bumi, dan LNG global melewati wilayah ini. Oleh karena itu, tindakan AS yang memblokir lalu lintas maritim di kawasan ini memiliki dampak signifikan terhadap pasar energi dunia.

Washington menegaskan bahwa kapal-kapal non-Iran diperbolehkan melewati Selat Hormuz selama mereka tidak membayar bea masuk ke Iran. Namun, langkah ini masih menjadi sorotan internasional, terutama dari negara-negara yang bergantung pada pasokan minyak dari kawasan tersebut.

Dengan semakin ketatnya tindakan AS, situasi di Teluk Oman berpotensi memicu eskalasi konflik antara dua negara besar di kawasan Timur Tengah ini.

Pos terkait