Hubungan Nus Kei dan atlet MMA Hendrikus, pembunuh yang kini dihukum mati

Hubungan Mencurigakan antara Nus Kei dan Pelaku Pembunuhan

Kasus pembunuhan Nus Kei, yang merupakan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, kini tengah menjadi perhatian publik. Kecurigaan muncul mengenai hubungan antara Nus Kei dengan pelaku pembunuhan, yaitu Hendrikus Rahayaan. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa keduanya masih memiliki hubungan persaudaraan. Spekulasi ini memicu pertanyaan di kalangan masyarakat, terutama karena adanya dugaan latar belakang tertentu yang belum sepenuhnya terungkap.

Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kejadian tersebut. Publik pun menantikan titik terang dari kasus yang kini menjadi perbincangan luas di media sosial.

Nus Kei, yang memiliki nama asli Agrapinus Rumatora, tewas ditusuk di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitaubun, Kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara pada Minggu (19/4/2026). Dua orang telah ditangkap oleh aparat kepolisian, yaitu Hendrikus Rahayaan dan Finansius Ulukyanan. Finansius diketahui merupakan warga sipil biasa, sedangkan Hendrikus adalah atlet bela diri MMA atau Muaythai.

Menurut Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, peristiwa penikaman terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun. Peristiwa ini bermula saat Nus Kei tiba di bandara sekitar pukul 10.45 WIT. Ia baru saja tiba dari Bandara Pattimura, Ambon, menggunakan pesawat Lion Air JT880.

Diketahui oleh Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono, Nus Kei tiba di Bandara Udara Karel Sadsuitubun dari Bandara Pattimura Ambon. Setibanya di bandara, Nus Kei berjalan menuju pintu keluar untuk menemui keluarganya yang telah menunggu.

Di tengah langkahnya, seorang laki-laki yang mengenakan jaket merah dan masker datang dan menyerang Nus Kei. “Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora,” kata Dave.

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, menjelaskan bahwa motif penikaman adalah dendam lama terkait peristiwa berdarah di Jakarta pada 2020. “Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu,” jelas AKBP Rian Suhendi.

Menurut informasi yang beredar, selain berprofesi sebagai atlet MMA, tersangka HA diketahui merupakan keponakan dari John Kei. Ia bahkan dijuluki Kei Bad Boy. Sedangkan Nus Kei pernah mengaku sebagai paman John Kei. Namun hubungan antara John Kei dan Nus Kei tidak baik-baik saja.

Pada 2020 silam, John Kei menyerang rumah Nus Kei di Cluster Australia Perumahan Green Lake City Cipondoh, Kota Tangerang. Penyerangan ini dilakukan atas urusan pembagian uang hasil jual tanah di Ambon.

Pos terkait