Ketenangan Hati: Kunci Utama Meraih Rida Ilahi dan Keberkahan Hidup
Dalam hiruk pikuk kehidupan modern yang serba cepat, menjaga ketenangan hati seringkali menjadi sebuah tantangan tersendiri. Namun, menurut mubalig kondang, Ustaz Hilman Fauzi, ketenangan hati bukanlah sekadar sebuah kondisi ideal, melainkan merupakan modal utama yang krusial dalam meraih rida Allah SWT. Penekanan ini disampaikan beliau saat mengisi tausiah pada acara Bank Syariah Indonesia (BSI) Fest Ramadan yang diselenggarakan di Cibinong City Mall, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (27/2/2026).
Ustaz Hilman Fauzi mengutip firman Allah SWT yang berbunyi, “Yā ayyatuhan-nafsul-mutmainnah, irji’ī ilā rabbiki rādhiyatam mardhiyyah, fadhkhulī fī ‘ibādī wadkhulī jannatī”. Beliau menjelaskan makna mendalam dari ayat tersebut, yaitu Allah SWT akan memanggil hamba-Nya yang berjiwa tenang untuk kembali kepada-Nya dalam keadaan rida dan diridai, serta diperintahkan untuk memasuki surga-Nya. Hal ini menegaskan bahwa surga hanya akan dimasuki oleh hamba-hamba Allah yang senantiasa mendapatkan rida-Nya, dan salah satu prasyaratnya adalah memiliki hati yang tenang.
Lebih lanjut, Ustaz Hilman mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan pentingnya aspek ketenangan ini dalam setiap aspek kehidupan, terutama dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. Pilihan lembaga keuangan yang digunakan memiliki peran signifikan dalam menciptakan ketenangan batin tersebut. Beliau secara tegas menekankan, “Tolong catat, bertransaksi dengan bank syariah, yang paling penting kita mendapatkan ketenangan.” Seruan ini disambut dengan antusias oleh para hadirin yang menyatakan persetujuannya.
Nilai Non-Materiil dalam Perbankan Syariah
Meskipun secara teknis, produk-produk perbankan syariah dan konvensional kerap dianggap memiliki banyak kesamaan oleh sebagian masyarakat, Ustaz Hilman Fauzi menyoroti adanya nilai fundamental yang tidak dapat diukur secara materiil. “Kalau urusan produk, sama. Urusan margin, mungkin nggak jauh beda. Urusan bagi hasil, mungkin nggak jauh beda,” ujar beliau. Namun, nilai terpenting yang membedakan adalah ketenangan batin yang dapat dirasakan oleh nasabah. “Tapi yang paling penting ada ketenangan yang bisa kita rasakan. Dan ketenangan itu mahal harganya,” tegasnya, kembali mendapatkan respons persetujuan dari jamaah.
Ketenangan yang ditawarkan oleh sistem perbankan syariah bersumber dari prinsip-prinsip yang dijalankannya, yang selaras dengan ajaran Islam. Transaksi yang bebas dari unsur riba dan spekulasi, serta adanya kepastian dalam akad, memberikan rasa aman dan kedamaian bagi para pelakunya. Ketenangan ini bukan hanya berdampak pada aspek finansial semata, tetapi juga pada kesehatan mental dan spiritual seseorang.
Harta Halal: Fondasi Doa dan Keberkahan Keluarga
Selain menekankan pentingnya ketenangan hati, Ustaz Hilman Fauzi juga mengingatkan umat Islam tentang dampak luar biasa dari harta yang diperoleh secara halal. Beliau menjelaskan bahwa harta halal memiliki kekuatan untuk mempercepat terkabulnya doa. Sebaliknya, harta haram justru berpotensi menghambat doa seseorang. “Harta halal menjadikan doa lebih cepat dikabulkan. Berarti sebaliknya, harta haram menghambat doa dikabulkan,” terangnya.
Dampak positif harta halal tidak berhenti di situ. Harta halal juga menjadi nutrien yang baik bagi pertumbuhan fisik dan spiritual anak-anak. “Harta halal akan jadi daging untuk anak-anak kita. Berarti sebaliknya, harta haram yang diberikan kepada anak kita tidak akan pernah tumbuh daging daripadanya,” lanjut Ustaz Hilman. Ini berarti bahwa memberikan harta haram kepada anak-anak justru akan memberikan dampak negatif yang mendalam, bahkan pada pembentukan fisik mereka.
Menjauhi Riba: Kewajiban Menuju Kehidupan yang Berkah
Menjauhi praktik riba merupakan sebuah kewajiban mutlak bagi setiap Muslim. Ustaz Hilman Fauzi menegaskan bahwa meninggalkan riba bukan hanya sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan yang akan membawa keberkahan dalam hidup. “Maka meninggalkan riba adalah jawaban, menjauhkan dari riba adalah kewajiban,” tegasnya.
Dalam konteks inilah, Bank Syariah Indonesia (BSI) hadir sebagai solusi yang komprehensif. Melalui berbagai produk dan program yang ditawarkannya, BSI bukan lagi sekadar sebuah alternatif, melainkan sebuah solusi yang harus dipilih untuk memastikan setiap langkah finansial umat Islam berada dalam koridor kebaikan. Pilihan untuk bertransaksi dengan lembaga keuangan syariah seperti BSI adalah investasi jangka panjang yang tidak hanya memberikan manfaat di dunia, tetapi juga hingga kehidupan akhirat.
“Dan hari ini Bank Syariah Indonesia dengan segala produknya, dengan segala programnya, bukan lagi alternatif tapi solusi yang harus kita pilih sehingga kita bisa melangkah dalam kebaikan bukan hanya di dunia tapi sampai di akhirat. Setuju?,” demikian Ustaz Hilman Fauzi mengakhiri tausiahnya, yang kembali mendapatkan sambutan hangat dan persetujuan dari seluruh hadirin. Komitmen untuk memilih jalan yang halal dan berkah melalui sistem keuangan syariah menjadi kunci untuk meraih ketenangan hati, rida Allah SWT, serta keberkahan dalam setiap aspek kehidupan.





