Program Hunian Tetap Polri untuk Korban Bencana di Aceh Capai 50 Persen
Banda Aceh – Upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, khususnya di Kampung Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, terus menunjukkan kemajuan signifikan. Program pembangunan hunian tetap (Huntap) yang digagas oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk para korban terdampak bencana alam, kini telah mencapai target 50 persen penyelesaian.
Pembangunan hunian ini merupakan bagian integral dari program percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-banjir besar yang sempat melanda wilayah tersebut. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Polri hadir secara nyata di tengah masyarakat. Kami terus berupaya agar pembangunan hunian tetap ini dapat selesai tepat waktu, sehingga masyarakat segera menempati rumah yang layak dan aman,” ujar Kombes Pol Joko Krisdiyanto.
Rincian Progres Pembangunan Hunian Tetap:
Program pembangunan Huntap ini mencakup dua tipe utama, yaitu Ruspin dan tipe 36 dengan sistem precast. Masing-masing tipe menunjukkan progres yang berbeda namun tetap dalam koridor positif:
Huntap Tipe Ruspin:
- Telah terealisasi sebanyak 42 unit pembangunan.
- Progres capaian saat ini mencapai 53,12 persen dari total target yang ditetapkan.
Huntap Tipe 36 Sistem Precast:
- Sebanyak 34 unit telah berhasil dibangun.
- Capaian progres untuk tipe ini berkisar di angka 38 persen dari keseluruhan target.
Kombes Pol Joko Krisdiyanto menekankan bahwa seluruh proses pembangunan dilaksanakan secara bertahap dengan prioritas utama pada kualitas konstruksi. Ketahanan bangunan serta kelayakan huni menjadi aspek krusial yang terus diawasi. Pengawasan lapangan dilakukan secara rutin untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan mematuhi standar yang berlaku dan berjalan sesuai jadwal yang ditentukan.
Perhatian Penuh dari Pimpinan Polri:
Progres pembangunan yang terus meningkat ini juga tidak lepas dari perhatian dan pengawasan langsung dari jajaran pimpinan Polri. Beberapa waktu lalu, Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, didampingi oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Aceh dan sejumlah pejabat utama Polda Aceh, melakukan kunjungan langsung ke lokasi pembangunan.
Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh proses pembangunan berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Tindakan ini mencerminkan keseriusan dan tanggung jawab pimpinan dalam mengawal agar pembangunan dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat penerima.
Harapan untuk Pemulihan Sosial dan Ekonomi:
Melalui program pembangunan Huntap ini, diharapkan stabilitas sosial dan pemulihan ekonomi masyarakat di Kecamatan Kejuruan Muda dapat segera bangkit. Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi dalam setiap tahapan pemulihan pasca-bencana, sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Proses pembangunan ini menjadi simbol harapan baru bagi para korban bencana, memberikan mereka tempat tinggal yang aman dan layak untuk memulai kembali kehidupan mereka. Kehadiran Polri dalam proyek ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga memberikan dukungan moral dan psikologis bagi masyarakat yang telah melalui masa-masa sulit.
Diharapkan, dengan selesainya seluruh unit hunian, aktivitas masyarakat dapat kembali normal, roda perekonomian berputar, dan rasa aman serta kenyamanan dapat kembali menyelimuti Kampung Simpang Kanan.





