IHSG Berpotensi Menguat di Akhir Pekan, Sektor Mana yang Layak Dicermati?
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan sinyal pemulihan atau rebound pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (27/2/2026). Setelah mengalami pelemahan pada sesi sebelumnya, para analis memproyeksikan adanya potensi penguatan kembali bagi kinerja pasar saham domestik.
Pada penutupan perdagangan Kamis (26/2/2026) pukul 16.00 WIB, IHSG tercatat mengalami koreksi sebesar 1,04%, ditutup pada level 8.235,26. Sepanjang hari perdagangan tersebut, pergerakan IHSG cukup fluktuatif, berada dalam rentang pergerakan antara 8.139 hingga 8.358.
Data menunjukkan bahwa dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 146 saham berhasil menguat, sementara 568 saham mengalami pelemahan, dan 105 saham lainnya stagnan. Kapitalisasi pasar secara keseluruhan tercatat berada pada angka Rp154.773,31 triliun.
Beberapa saham yang menjadi sorotan karena pelemahannya kemarin antara lain PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), yang melemah 4,44% dan ditutup pada harga Rp258 per saham. Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) juga turut tertekan, turun 2,52% menjadi Rp310 per saham.
Tidak ketinggalan, saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) mengalami pelemahan sebesar 1,46% dengan harga penutupan Rp11.825 per saham. Saham unggulan seperti BBCA juga terpantau melemah 0,34% ke level Rp7.300, saham BULL turun 1,87% ke Rp525, dan saham PTRO terperosok 7,01% ke Rp6.300.
Analisis Pergerakan IHSG dan Proyeksi
Tim riset dari MNC Sekuritas mengamati bahwa pelemahan IHSG kemarin diiringi dengan adanya tekanan jual yang signifikan. Namun, mereka menilai bahwa level koreksi yang dicapai saat ini sudah berada pada area yang diproyeksikan.
Dalam skenario terbaik (best case), MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave (c) dalam struktur wave [x]. Hal ini membuka peluang bagi IHSG untuk kembali menguat ke kisaran target 8.440 hingga 8.650.
Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan. Skenario terburuk (worst case) menunjukkan adanya kemungkinan IHSG untuk kembali turun ke rentang 8.081 hingga 8.149. Oleh karena itu, manajemen risiko yang cermat menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas pasar.
Rekomendasi Saham Pilihan untuk Perdagangan 27 Februari 2026
Menyikapi kondisi pasar, MNC Sekuritas memberikan beberapa rekomendasi saham yang berpotensi menarik untuk dicermati pada perdagangan Jumat, 27 Februari 2026. Rekomendasi ini didasarkan pada analisis teknikal dan proyeksi pergerakan harga.
Berikut adalah saham-saham yang direkomendasikan beserta analisis dan targetnya:
BBRI (Bank Rakyat Indonesia Tbk.) – Buy on Weakness
BBRI mengalami koreksi sebesar 0,50% ke level 3.950, yang juga disertai dengan tekanan jual. Analis memperkirakan posisi BBRI saat ini sedang dalam fase pembentukan wave iv dari wave (i) dalam struktur wave [iii].- Buy on Weakness: 3.870 – 3.930
- Target Price: 4.000, 4.080
- Stoploss: Di bawah 3.800
BKSL (Bank Bukopin Tbk.) – Buy on Weakness
BKSL menunjukkan pelemahan yang cukup signifikan sebesar 6,29% ke level 134, dengan pergerakan harga yang menembus Moving Average 200 hari (MA200). Kondisi ini terjadi bersamaan dengan munculnya tekanan jual. Perkiraan posisi BKSL saat ini berada pada bagian dari wave B dalam struktur wave (B).- Buy on Weakness: 121 – 133
- Target Price: 148, 162
- Stoploss: Di bawah 117
ENRG (PT Energi Mega Persada Tbk.) – Buy on Weakness
ENRG berhasil menguat 4,85% ke level 1.620, yang didukung oleh volume pembelian yang meningkat. Analis memperkirakan posisi ENRG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dalam struktur wave 5.- Buy on Weakness: 1.385 – 1.475
- Target Price: 1.745, 1.960
- Stoploss: Di bawah 1.205
MDKA (PT Merdeka Copper Gold Tbk.) – Buy on Weakness
MDKA mengalami koreksi sebesar 4,71% ke level 3.640, diiringi dengan adanya tekanan jual. Saat ini, analis memperkirakan posisi MDKA sedang berada pada bagian dari wave (iv) dalam struktur wave [iii].- Buy on Weakness: 3.390 – 3.520
- Target Price: 4.060, 4.200
- Stoploss: Di bawah 3.130
Penting untuk Dicatat: Informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk memberikan analisis dan pandangan pasar. Ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor, dan tanggung jawab atas segala keuntungan atau kerugian yang timbul dari keputusan tersebut sepenuhnya ditanggung oleh investor. Selalu lakukan riset mendalam dan pertimbangkan toleransi risiko Anda sebelum membuat keputusan investasi.





