IHSG Anjlok 4,32%, AMMN, INKP, MBMA Pimpin Koreksi LQ45

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyaksikan pergerakan pasar yang signifikan pada sesi perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam, ditutup anjlok sebesar 343,19 poin atau 4,32% pada level 7.596,57 di akhir sesi I. Perdagangan hari itu menunjukkan dominasi saham-saham yang melemah, dengan rincian 63 saham menguat, 713 saham terkoreksi, dan 37 saham lainnya bergerak stagnan.

Penurunan IHSG ini tercermin pada seluruh indeks sektoral yang turut melemah. Sektor-sektor yang mengalami pelemahan terdalam antara lain adalah sektor barang baku, yang merosot 8,03%. Diikuti oleh sektor transportasi yang terkoreksi 6,80%, dan sektor barang konsumen siklikal yang turun sebesar 5,60%.

Volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari itu tercatat mencapai 35,07 miliar saham, dengan total nilai transaksi sebesar Rp 18,10 triliun. Angka ini menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi meskipun diwarnai oleh sentimen negatif.

Analisis Pergerakan Saham Unggulan (LQ45)

Pergerakan saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45 juga memberikan gambaran mengenai sentimen pasar secara umum.

Saham-saham dengan Kinerja Tertinggi (Top Gainers) di LQ45 hingga Sesi I:

Meskipun secara keseluruhan pasar melemah, beberapa saham dalam LQ45 berhasil mencatatkan penguatan, meskipun dalam skala kecil:

  1. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG): Mencatat penurunan tipis sebesar -1,30%.
  2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Mengalami pelemahan sebesar -1,59%.
  3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): Terkoreksi -1,72%.

Perlu dicatat bahwa daftar “top gainers” di sini merujuk pada saham-saham dalam LQ45 yang mengalami pelemahan paling kecil, bukan penguatan positif. Hal ini menunjukkan betapa luasnya sentimen negatif yang melanda pasar pada hari tersebut.

Saham-saham dengan Kinerja Terendah (Top Losers) di LQ45 hingga Sesi I:

Sebaliknya, sejumlah saham dalam LQ45 mengalami koreksi yang cukup dalam, menunjukkan adanya tekanan jual yang kuat pada saham-saham tersebut:

  1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Menjadi saham dengan pelemahan terdalam di LQ45, anjlok sebesar -10,26%.
    Penurunan tajam ini kemungkinan dipicu oleh berbagai faktor, termasuk fluktuasi harga komoditas global, sentimen negatif terhadap sektor pertambangan, atau berita spesifik terkait perusahaan.
  2. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP): Mengalami koreksi signifikan sebesar -10,16%.
    Sektor pulp dan kertas seringkali sensitif terhadap perubahan kebijakan perdagangan, harga bahan baku, dan permintaan global. Penurunan INKP bisa jadi mencerminkan kekhawatiran di sektor ini.
  3. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA): Terkoreksi -9,74%.
    Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor material baterai, pergerakan MBMA dapat dipengaruhi oleh dinamika industri kendaraan listrik, pasokan bahan baku baterai seperti nikel dan kobalt, serta perkembangan teknologi baterai terbaru.

Kondisi pasar yang mengalami pelemahan signifikan ini menuntut para investor untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Analisis mendalam terhadap fundamental perusahaan, kondisi makroekonomi, dan sentimen pasar global menjadi kunci penting untuk navigasi di tengah volatilitas. Perlu juga dicermati perkembangan lebih lanjut pada sesi perdagangan berikutnya untuk melihat apakah tren pelemahan ini akan berlanjut atau terjadi pembalikan arah.

Pos terkait