IHSG Tertekan: Rekomendasi Saham BRI Sekuritas 3/3

Proyeksi Pelemahan IHSG dan Rekomendasi Saham Unggulan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali mengalami tekanan pelemahan pada perdagangan hari ini, Selasa (3/3/2026). Namun, di tengah tren pelemahan tersebut, sejumlah saham seperti PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), PT Apexindo Pratama Duta Tbk. (APEX), dan PT BUMA Internasional Grup Tbk. (DOID) diprediksi masih memiliki potensi penguatan.

Perdagangan kemarin mencatat pelemahan signifikan pada IHSG, anjlok sebesar 2,66% hingga menyentuh level 8.106,8. Pelemahan ini sebagian besar dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat—Israel dengan Iran. Meskipun demikian, laju pelemahan indeks berhasil tertahan oleh penguatan yang terjadi pada saham-saham di sektor energi dan emas.

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menjelaskan bahwa sentimen geopolitik menjadi faktor utama di balik pelemahan IHSG kemarin. Ia menambahkan bahwa dari sisi domestik, kondisi ekonomi relatif stabil. Hal ini terlihat dari inflasi Februari yang tercatat sebesar 4,76% secara tahunan (YoY) dan surplus neraca perdagangan sebesar US$960 juta.

“Selama ketegangan geopolitik masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda, proyeksi IHSG untuk perdagangan hari ini masih akan berada di bawah tekanan, bergerak menuju level support di kisaran 7940—7820, dengan resistance berada di 8200—8350,” ujar Reza dalam riset hariannya pada Selasa (3/3/2026).

Rekomendasi Saham Pilihan

Di tengah proyeksi pelemahan IHSG, para analis merekomendasikan beberapa saham yang dinilai memiliki prospek cerah:

1. PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC)

MEDC menjadi salah satu saham yang direkomendasikan oleh BRI Danareksa Sekuritas. Analis menyarankan area pembelian pada rentang harga Rp1.970—Rp1.990, dengan target harga yang diproyeksikan mencapai Rp2.060—Rp2.130. Untuk manajemen risiko, disarankan untuk melakukan stop loss pada level di bawah Rp1.920.

Secara teknikal, pergerakan harga saham MEDC dinilai masih berada dalam tren bullish. Analisis grafik satu jam menunjukkan adanya lonjakan volume dan harga yang signifikan di akhir sesi perdagangan kemarin, mengindikasikan potensi penguatan lanjutan menuju target harga yang telah ditetapkan.

Dari sisi fundamental, kenaikan harga minyak mentah WTI yang mencapai hampir 6% akibat ketegangan di Iran menjadi sentimen positif tambahan yang mendorong penguatan harga saham MEDC.

2. PT Apexindo Pratama Duta Tbk. (APEX)

Saham APEX juga masuk dalam daftar rekomendasi analis. Area pembelian yang disarankan berada pada rentang Rp248—Rp258, dengan target harga yang lebih ambisius di level Rp272—Rp306. Untuk membatasi kerugian, stop loss disarankan pada level di bawah Rp240.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa pergerakan saham APEX telah membentuk pola cup and handle yang klasik, dengan neckline atau garis leher berada pada level Rp240. Selama harga saham mampu bertahan di atas level ini, peluang penguatan menuju level resistance baru dinilai masih terbuka lebar.

3. PT BUMA Internasional Grup Tbk. (DOID)

Rekomendasi ketiga datang dari saham PT BUMA Internasional Grup Tbk. (DOID). Analis menyarankan area pembelian pada rentang harga Rp304—Rp318, dengan target harga di kisaran Rp328—Rp348. Stop loss direkomendasikan pada level di bawah Rp298.

DOID dinilai telah berhasil melakukan rebound dari level support pentingnya yang berada di kisaran Rp288—Rp298, sehingga membuka peluang untuk penguatan harga lebih lanjut.

Faktor fundamental yang mendukung rekomendasi ini adalah perpanjangan kontrak antara anak usaha DOID dengan PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) hingga tahun 2030. Perpanjangan kontrak ini memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang yang signifikan, diperkirakan mencapai US$400–550 juta per tahun. Selain itu, kontrak ini juga berkontribusi dalam memperkuat backlog atau pesanan yang belum terselesaikan dan menjaga stabilitas arus kas perusahaan.

Saham yang Direkomendasikan Dijual

Sebaliknya, para analis memberikan rekomendasi untuk menjual saham PT Wir Asia Tbk. (WIRG). Hal ini didasarkan pada pergerakan harga saham WIRG yang saat ini berada dalam tren bearish atau pelemahan. Analis memperingatkan adanya potensi pelemahan lanjutan hingga mencapai level support berikutnya di kisaran Rp80—Rp74.


Penafian: Informasi yang disajikan dalam berita ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Pihak penerbit tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi yang diambil oleh pembaca.

Pos terkait