Fenomena Ikan Kecil Berenang Mengitari Ikan Besar: Mitos atau Fakta Ilmiah?
Sebuah video yang viral di media sosial, menampilkan sekumpulan ikan kecil yang berenang mengitari ikan besar, telah memicu perdebatan hangat. Unggahan tersebut mengklaim bahwa gerakan ikan-ikan kecil itu dapat menghasilkan oksigen yang mampu menyelamatkan ikan besar yang sedang sekarat. Narasi ini menyebar dengan cepat, menimbulkan pertanyaan penting: benarkah fenomena ini dapat terjadi dan apa penjelasan ilmiah di baliknya?
Sumber Oksigen dalam Lingkungan Akuatik
Untuk memahami apakah ikan kecil dapat menyelamatkan ikan besar melalui produksi oksigen, penting untuk terlebih dahulu mengerti bagaimana oksigen terbentuk dan tersedia di dalam air. Menurut para ahli, oksigen di perairan berasal dari beberapa sumber utama:
- Fotosintesis: Organisme akuatik seperti fitoplankton, alga, dan tumbuhan air lainnya melakukan fotosintesis. Melalui proses ini, mereka mengubah cahaya matahari, karbon dioksida, dan air menjadi energi, serta melepaskan oksigen sebagai produk sampingan.
- Difusi dari Udara: Oksigen dari atmosfer secara alami larut ke dalam air. Proses ini dikenal sebagai difusi, di mana molekul oksigen bergerak dari area berkonsentrasi tinggi (atmosfer) ke area berkonsentrasi rendah (air).
- Sirkulasi dan Aerasi Air: Gerakan air, seperti arus, gelombang, percikan, atau bahkan air terjun dan kincir air, memainkan peran krusial dalam meningkatkan kandungan oksigen terlarut. Gerakan ini membantu memecah permukaan air, memungkinkan lebih banyak oksigen dari udara untuk berdifusi ke dalam air. Proses ini sering disebut sebagai aerasi.
Intinya, semakin aktif pergerakan air, semakin besar pula kemungkinan terjadinya penambahan oksigen terlarut ke dalamnya.
Gerakan Ikan: Sumber Oksigen yang Signifikan?
Menanggapi fenomena video ikan kecil yang berenang mengitari ikan besar, para peneliti memberikan pandangan yang lebih terperinci. Menurut mereka, potensi ikan kecil menghasilkan oksigen sangat bergantung pada bagaimana pergerakan mereka memengaruhi sirkulasi dan aerasi air.
Dalam konteks video yang beredar, di mana ikan-ikan kecil tampak berenang dalam formasi melingkar, para ahli berpendapat bahwa gerakan tersebut kemungkinan besar tidak menghasilkan riak atau gelombang yang cukup signifikan untuk meningkatkan kadar oksigen secara berarti.
“Kalau lihat dari videonya di mana pergerakan ikan-ikan kecil tersebut tidak menghasilkan riak atau gelombang yang cukup signifikan, maka kemungkinan terjadinya proses difusi oksigen relatif kecil,” jelas salah seorang peneliti. “Kalaupun ada mungkin kontribusinya sangatlah kecil.”
Ini berarti, meskipun gerakan ikan dapat berkontribusi pada pergerakan air, efeknya terhadap produksi oksigen dalam skala yang mampu menyelamatkan ikan besar yang sekarat mungkin sangat terbatas, jika tidak dapat dikatakan nihil.
Komposisi Air dan Peran Oksigen
Untuk pemahaman yang lebih komprehensif, mari kita lihat komposisi dasar air dan peran penting oksigen. Air, secara kimiawi, adalah senyawa yang terdiri dari dua atom hidrogen (H) dan satu atom oksigen (O), dengan rumus kimia H₂O.
Oksigen (O₂): Merupakan unsur yang sangat reaktif dan esensial bagi kehidupan aerobik. Dalam tabel periodik, oksigen memiliki simbol O dan nomor atom 8. Ia termasuk dalam golongan nonlogam dan mudah bereaksi dengan unsur lain. Oksigen tidak hanya terdapat dalam air, tetapi juga merupakan komponen vital dalam semua molekul organik pada makhluk hidup, seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Dalam senyawa anorganik, oksigen juga membentuk bagian dari gigi, cangkang, dan tulang hewan. Sebagian besar oksigen dalam tubuh makhluk hidup memang berada dalam bentuk air.
Hidrogen (H): Merupakan unsur kimia paling ringan di alam semesta, dengan nomor atom 1 dan simbol H. Pada suhu dan tekanan standar, hidrogen berbentuk gas diatomik yang tidak berwarna, tidak berbau, nonlogam, dan sangat mudah terbakar. Hidrogen adalah unsur paling melimpah di alam semesta, diperkirakan mencapai 75% dari total massa. Sebagian besar bintang dan planet terbentuk dari hidrogen dalam bentuk plasma. Di Bumi, hidrogen umumnya ditemukan dalam bentuk molekul H₂.
Produksi Oksigen oleh Organisme Akuatik
Penting untuk dicatat bahwa produksi oksigen di lingkungan akuatik sebagian besar dilakukan oleh organisme yang mampu melakukan fotosintesis. Ini mencakup:
- Ganggang: Berbagai jenis ganggang, mulai dari alga mikroskopis hingga ganggang makro, adalah produsen oksigen utama di banyak ekosistem perairan.
- Sianobakteri: Juga dikenal sebagai alga biru-hijau, sianobakteri adalah kelompok bakteri fotosintetik yang memainkan peran penting dalam siklus oksigen global.
- Tumbuhan Air: Tumbuhan yang tumbuh di dalam atau di sekitar perairan juga berkontribusi pada produksi oksigen melalui fotosintesis.
Jadi, sementara ikan kecil dapat berkontribusi pada pergerakan air, mereka sendiri bukanlah produsen oksigen utama. Klaim bahwa gerakan mereka dapat menghasilkan oksigen yang cukup untuk menyelamatkan ikan lain tampaknya lebih merupakan narasi yang menarik daripada fakta ilmiah yang terverifikasi.
Kesimpulan
Meskipun fenomena ikan kecil berenang mengitari ikan besar di media sosial memang memicu rasa ingin tahu, penjelasan ilmiah menunjukkan bahwa peran mereka dalam produksi oksigen untuk menyelamatkan ikan lain sangatlah terbatas. Sumber oksigen yang signifikan di dalam air berasal dari fotosintesis organisme akuatik dan difusi dari atmosfer, yang dibantu oleh sirkulasi dan aerasi air. Pergerakan ikan, terutama dalam skala kecil, kemungkinan tidak cukup untuk menciptakan dampak yang berarti dalam hal peningkatan kadar oksigen terlarut.






