Inara Rusli Buka Suara: Klarifikasi Pernyataan Kontroversial dan Pengalaman Menjadi Istri Kedua
Kontroversi seputar Inara Rusli, pasca keputusannya menjadi istri kedua Insanul Fahmi, akhirnya terjawab melalui sebuah podcast yang diunggah baru-baru ini. Dalam perbincangan mendalam, Inara memberikan klarifikasi atas berbagai pernyataan yang pernah ia lontarkan sebelumnya, terutama mengenai pandangannya terhadap poligami dan statusnya sebagai istri kedua.
Salah satu pernyataan yang paling banyak disorot adalah ketika Inara pernah mengatakan bahwa “tidak ada perempuan baik-baik yang mau dengan suami orang.” Ucapan ini seolah berbalik menjadi bumerang baginya, mengingat posisinya saat ini sebagai istri kedua dari pria yang sudah memiliki istri sah. Dalam podcast tersebut, Inara mengakui kesalahannya dan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pernyataannya yang sempat viral tersebut.
Tawaran Poligami dan Pandangan Inara Terhadapnya
Dalam perbincangan dengan Denny Sumargo, Inara Rusli mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan. Ia mengaku bahwa dirinyalah yang pernah menawarkan poligami kepada mantan suaminya, Virgoun. Hal ini menjawab isu yang beredar sebelumnya mengenai dirinya yang memaksa Virgoun untuk berpoligami.
Denny Sumargo pun menunjukkan keraguannya, mengingat umumnya wanita enggan untuk dimadu. Namun, Inara menjelaskan alasannya. Menurutnya, poligami dapat menjadi solusi untuk mencegah suaminya melakukan perselingkuhan di luar pernikahan. Ia berargumen bahwa jika ia merasa tidak cukup dalam memenuhi kebutuhan atau perhatian suaminya, maka alangkah lebih baik jika suaminya menikah lagi daripada melakukan “jajan” atau perselingkuhan yang pada akhirnya akan berdampak buruk padanya dan anak-anak.
“Barangkali dengan aku dia ga cukup, aku kurang merawat dia, memberikan perhatian dan segala kebutuhan dia, jadi aku fair aja. Karena dalam Islam juga diperbolehkan, ya udah mendingan dia nikah lagi daripada dia jajan kan kenanya ke aku juga, ke anak-anak juga,” jelas Inara.
Ia menambahkan bahwa perselingkuhan dapat merusak keturunan dan nasab. Oleh karena itu, ia menawarkan solusi poligami sebagai jalan keluar yang lebih baik. Pernyataan ini menegaskan bahwa Inara memang memiliki pandangan yang sangat terbuka terhadap konsep poligami.
“Berarti kamu sendiri soal poligami sangat terbuka?” tanya Densu.
“Sangat terbuka,” jawab Inara Rusli.
Kesadaran Menjadi Istri Kedua dan Pelurusan Pernyataan
Kesimpulan yang ditarik oleh Denny Sumargo adalah bahwa Inara Rusli tidak terkejut dengan kenyataan bahwa dirinya menjadi istri kedua Insanul Fahmi. Inara sendiri mengakui bahwa ia baru menyadari statusnya sebagai istri kedua dari suami Wardatina Mawa tersebut setelah menikah siri pada Agustus 2025 lalu.
“Berarti kamu ketika tahu ‘oh berarti aku istri kedua, ya kan, ya udah kita beresin nih,'” simpul Densu.
Menanggapi hal ini, Inara Rusli kembali meluruskan pernyataannya yang sempat menjadi kontroversi. Ia mengakui bahwa ucapannya yang menyatakan “tidak ada perempuan baik-baik yang mau sama suami orang” adalah sebuah kekeliruan.
“Aku mau meluruskan kata-kata aku juga yang di beberapa podcast: Nggak ada perempuan baik-baik yang mau sama suami orang,” jelas Inara.
Ia merasa telah melakukan kesalahan dan seharusnya tidak mengeluarkan pernyataan tersebut. Menurutnya, ucapan itu sama saja dengan menghina syariat poligami serta menghina istri-istri para nabi dan sahabat nabi. Ia menekankan bahwa pada zaman dahulu, tidak ada saling menyalahkan terkait syariat tersebut.
“Aku akuin aku salah, harusnya aku ga ngomong kaya gitu. Itu sama aja aku menghina syariat poligami, menghina istri-istri para nabi dan sahabat-sahabat nabi. Apakah zaman itu mereka saling menyalahkan satu sama lain? ‘kan enggak. Bahwa itu adalah syariat,” ujar mantan istri Virgoun itu.
Proses Hukum dan Harapan Inara
Kasus yang melibatkan Inara Rusli dan Insanul Fahmi tidak terlepas dari proses hukum. Diketahui, keduanya sempat dilaporkan oleh Wardatina Mawa ke polisi atas dugaan perzinaan. Setelah itu, Inara sempat melaporkan Insanul atas dugaan penipuan karena ia mengaku tidak mengetahui Insanul sudah beristri.
Namun, laporan tersebut kemudian dicabut oleh Inara. Ia beralasan ingin taat sebagai istri kepada Insanul. Selanjutnya, Insanul dan Inara mengajukan upaya restorative justice kepada Wardatina Mawa, namun upaya tersebut ditolak mentah-mentah. Proses hukum terkait kasus ini masih terus berlanjut, dengan bukti-bukti seperti tujuh rekaman CCTV dari rumah Inara yang menjadi bagian dari persidangan.
Di akhir perbincangannya, Inara Rusli menyampaikan harapannya. Ia berharap agar segala peristiwa yang ia alami saat ini dapat menjadi penggugur dosa-dosanya. Selain itu, ia juga berharap agar tidak ada lagi orang lain yang meniru atau melakukan kesalahan yang sama seperti yang pernah ia lakukan.
“Aku cuma pengen mudah-mudahan apa yang terjadi saat ini menjadi penggugur dosa-dosa aku dan nggak ada lagi yang ikut-ikutan melakukan kesalahan yang aku lakuin,” tutupnya.






