Induk BNGA Raih Laba Rp13,4 T Siap Tebar Dividen

CIMB Group Catat Laba Bersih RM7,9 Miliar di 2025, Strategi F30 Berbuah Manis

JAKARTA – CIMB Group Holdings Berhad berhasil membukukan kinerja keuangan yang mengesankan sepanjang tahun buku 2025. Laba bersih yang diraih mencapai RM7,9 miliar, menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat RM7,7 miliar. Kinerja positif ini turut mendongkrak return on equity (ROE) tahunan menjadi 11,3%, naik 10 basis poin secara year-on-year (YoY).

Kinerja Keuangan yang Solid Didukung Strategi F30

Berdasarkan laporan kinerja hingga akhir 2025, CIMB Group melaporkan laba sebelum pajak (profit before tax/PBT) melonjak 2,7% YoY menjadi RM10,7 miliar. Angka ini juga dibarengi dengan peningkatan earnings per share (EPS) menjadi 73,1 sen. Capaian ini diklaim sebagai buah dari eksekusi disiplin terhadap strategi enam tahun bertajuk Forward30 (F30).

Strategi F30, yang memasuki tahun pertama implementasinya di 2025, memiliki fokus utama pada peningkatan ROE yang berkelanjutan. Hal ini dicapai melalui berbagai upaya strategis, termasuk:

  • Realisokasi Modal: Pengalokasian sumber daya modal secara lebih efisien ke area-area yang berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi.
  • Penguatan Cash Franchise: Memperkuat basis dana murah (cash) yang menjadi sumber pendanaan vital bagi operasional perbankan.
  • Optimalisasi Cross-selling: Meningkatkan penjualan silang produk dan layanan kepada nasabah yang sudah ada.
  • Peningkatan Kapabilitas Digital dan Teknologi: Mengembangkan dan memperkuat infrastruktur digital serta kapabilitas teknologi guna meningkatkan efisiensi dan pengalaman nasabah.

Novan Amirudin, Group Chief Executive Officer of CIMB Group, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini, terutama mengingat tantangan ekonomi regional dan global yang dihadapi. “Tahun 2025 menandai tahun pertama implementasi strategi F30 dan CIMB berhasil membukukan kinerja keuangan tertinggi meskipun di tengah tantangan regional dan global,” ungkap Novan. Ia menambahkan bahwa pencapaian ini mencerminkan eksekusi disiplin atas strategi, realokasi modal yang terukur, pendalaman basis dana murah, peningkatan kinerja cross-selling, serta penguatan kapabilitas agar menjadi lebih sederhana, lebih baik, dan lebih cepat.

Komitmen Dividen dan Pengembalian Modal

Sejalan dengan kinerja keuangan yang positif, CIMB Group mengusulkan dividen interim kedua sebesar 20,35 sen per saham. Dengan tambahan ini, total dividen tahunan yang diusulkan mencapai 47,1 sen per saham, setara dengan rekor pembayaran dividen sebesar RM5,1 miliar. Manajemen menegaskan bahwa pembagian dividen ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil optimal bagi para pemegang saham melalui pengelolaan modal yang disiplin.

Lebih lanjut, CIMB juga membuktikan komitmennya dalam pengembalian modal kepada pemegang saham. Pada November 2025, perusahaan mengumumkan program pengembalian modal multi-tahun senilai hingga RM2 miliar, menjadikannya perusahaan Malaysia pertama yang meluncurkan skema semacam itu.

Penguatan Permodalan dan Likuiditas

Dari sisi permodalan, CIMB mencatat pertumbuhan aset yang signifikan sebesar 6,1% dalam mata uang konstan. Perusahaan juga melakukan peningkatan alokasi modal ke pasar Malaysia yang dinilai lebih stabil, sehingga berkontribusi pada kenaikan PBT dari Malaysia dari 57% menjadi 61% YoY pada 2025.

Rasio Common Equity Tier 1 (CET1) CIMB tetap kokoh di level 14,3%, melampaui panduan yang ditetapkan untuk tahun buku 2025.

Dari sisi likuiditas, total simpanan nasabah tumbuh 5,4% YoY mencapai RM524,4 miliar. Saldo current account saving account (CASA) turut mengalami kenaikan 1,6% YoY menjadi RM224,1 miliar. Rasio CASA per Desember 2025 tercatat sebesar 42,7%. Basis pendanaan yang stabil ini berhasil menekan biaya dana (cost of funds) sebesar 21 basis poin, sehingga mampu membatasi tekanan terhadap net interest margin (NIM). NIM hanya tergerus tipis 8 basis poin YoY, dan secara kuartalan menunjukkan perbaikan sebesar 2 basis poin menjadi 2,10%.

Pertumbuhan Kredit dan Pendapatan Operasional

Penyaluran kredit CIMB Group mencatat pertumbuhan sebesar 3,1% YoY, dengan rasio loan to deposit ratio (LDR) berada di angka 86,4%. Total aset perusahaan mencapai RM778,7 miliar.

Total pendapatan operasional mengalami kenaikan tipis 0,7% YoY menjadi RM22,5 miliar. Kontribusi pendapatan non-bunga tercatat sebesar RM7,1 miliar, atau tumbuh 3,1% YoY. Rasio non-bunga mencapai 31,7%, didukung oleh pertumbuhan bisnis treasury klien sebesar 7,2% dan kenaikan pendapatan dari fee dan komisi sebesar 3,2%.

Posisi Terdepan di Pasar Modal dan Investasi Teknologi

CIMB Group terus mempertahankan posisinya sebagai pemain utama di pasar modal. Perusahaan menguasai pangsa pasar sebesar 32,5% di pasar Debt Capital Markets Malaysia dan 15,3% di kawasan MIST (Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Thailand). Di lini investment banking kawasan MIST, CIMB meraih pangsa pasar sebesar 10%.

Pada tahun 2025, CIMB mengalokasikan investasi teknologi sebesar RM1,7 miliar. Beban operasional secara keseluruhan tumbuh 2% YoY menjadi RM10,6 miliar, dengan biaya tenaga kerja relatif stabil. Perusahaan juga menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan sumber daya manusia dengan menginvestasikan lebih dari RM100 juta untuk pelatihan kecerdasan buatan (AI) dan peningkatan kompetensi karyawan.

Kualitas Aset yang Tetap Solid

Kualitas aset CIMB Group tetap terjaga solid. Rasio gross impaired loans (GIL) berhasil membaik ke level terendah 1,7%. Coverage ratio juga berada di atas 100%, tepatnya 103,2%, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko kredit.

Pos terkait