INI BUDI: Memupuk Kecintaan Budaya Sejak Dini Melalui Seni Tradisional
Bondowoso – Group Apresiasi Seni (GAS) Bondowoso meluncurkan sebuah inisiatif edukatif yang luar biasa, program “INI BUDI” (Anak Indonesia, Belajar Berbudaya Sejak Dini). Program yang sepenuhnya gratis ini dirancang khusus untuk anak-anak usia dini, mencakup jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK). Tujuannya adalah untuk menanamkan apresiasi terhadap seni dan budaya lokal sejak usia dini, sebagai benteng pertahanan terhadap derasnya arus budaya asing yang mudah diakses melalui berbagai platform modern.
Sejak pertama kali digulirkan pada Januari 2026, program INI BUDI telah berhasil menjangkau ratusan anak. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 630 pelajar yang berasal dari 17 lembaga PAUD dan TK, serta empat kelompok belajar, telah aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan. Para seniman yang tergabung dalam GAS Bondowoso secara sukarela mendedikasikan waktu dan keahlian mereka untuk memberikan pembelajaran seni tradisi tanpa memungut biaya sepeser pun. Kegiatan ini berpusat di sanggar GAS yang berlokasi strategis di Kecamatan Curahdami, Bondowoso.
Ragam Pembelajaran Seni yang Mengasyikkan
Program INI BUDI menawarkan kurikulum yang kaya dan menarik, dirancang untuk membuat proses belajar seni menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendidik bagi anak-anak. Salah satu fokus utama adalah pengenalan terhadap seni musik tradisional, khususnya gamelan. Melalui instrumen-instrumen gamelan, anak-anak tidak hanya diajak untuk mengenal nada dan ritme, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai luhur seperti penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.
Koordinator GAS Bondowoso, Junaidi, yang akrab disapa Bang Jun, menjelaskan lebih lanjut mengenai ragam materi yang diajarkan. “Setelah pengenalan, anak-anak juga diajarkan mendongeng kisah legenda Bondowoso yang diiringi gamelan, termasuk seni musik kentrung,” ungkapnya. Pendekatan interaktif ini memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif anak-anak. Mendongeng legenda lokal yang diiringi alunan gamelan menciptakan suasana yang imersif, membantu anak-anak terhubung dengan cerita dan sejarah daerah mereka secara emosional.
Selain gamelan dan dongeng legenda, seni musik kentrung juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kurikulum. Kentrung, dengan alat musiknya yang khas, menawarkan dimensi lain dalam pembelajaran seni tradisi, melengkapi kekayaan musikal yang diperkenalkan kepada anak-anak.
Bentuk Pengabdian Komunitas Sejak 1978
Yang membuat program INI BUDI semakin istimewa adalah statusnya yang murni sebagai inisiatif komunitas. Bang Jun menegaskan, “Intinya ini sedekah seni dari GAS.” Program ini bukanlah program pemerintah, melainkan buah dari dedikasi dan kepedulian GAS Bondowoso yang telah berdiri teguh sejak tahun 1978. Pengabdian komunitas ini telah berjalan selama puluhan tahun, menunjukkan komitmen yang mendalam terhadap pelestarian seni dan budaya.
Bagi GAS Bondowoso, nilai ekonomi dari materi pembelajaran seni yang diajarkan dalam program INI BUDI tergolong tinggi. Namun, mereka memilih untuk menjadikannya sebagai bentuk pengabdian sosial yang tulus. “Jika dinilai secara ekonomi, materi pembelajaran seni tersebut tergolong mahal. Namun, GAS memilih menjadikannya sebagai bentuk pengabdian sosial,” jelas Bang Jun. Kebahagiaan mereka terpancar ketika melihat generasi muda dapat mengenal dan mencintai seni serta budaya lokal. “Ketika ada pembelajaran, saya bahagia. Saya mensyukuri GAS bisa bermanfaat,” tuturnya dengan penuh rasa syukur.
Jejak Pelestarian Budaya GAS Bondowoso
Sebelum meluncurkan program INI BUDI, GAS Bondowoso telah memiliki rekam jejak yang panjang dalam upaya pelestarian budaya. Berbagai pendekatan inovatif telah mereka terapkan, menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus kaku, melainkan dapat disajikan dalam format yang menarik dan relevan. Salah satu program yang pernah mereka jalankan adalah Teater Kampung, sebuah inisiatif yang membawa pertunjukan seni langsung dari desa ke desa. Pendekatan ini memastikan seni dan budaya dapat dinikmati oleh masyarakat di berbagai pelosok, tidak hanya di pusat kota.
Selain itu, GAS Bondowoso juga aktif menyelenggarakan pertunjukan rakyat seperti “Ngampar Lamak” di ruang-ruang publik. Kegiatan ini membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk menyaksikan dan berinteraksi dengan seni pertunjukan tradisional. Semangat GAS Bondowoso tercermin dalam moto mereka yang menekankan aksi nyata, “GAS tidak hanya teori, tapi praktik terus.”
Menanti Pementasan Seni Anak-Anak
Ke depan, para peserta program INI BUDI akan mendapatkan kesempatan berharga untuk menampilkan hasil pembelajaran mereka. Rencananya, anak-anak yang telah mengikuti berbagai sesi pelatihan seni ini akan diajak untuk terlibat dalam sebuah pementasan seni. Ini akan menjadi momen penting bagi mereka untuk mengaplikasikan apa yang telah dipelajari, membangun rasa percaya diri, dan berbagi karya mereka dengan publik.
“Sumbangsih saya ini, istilahnya sedekah ilmu,” ujar Bang Jun, menekankan kembali filosofi program yang didasari oleh keinginan untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan.
Peserta didik yang mengikuti program INI BUDI berasal dari berbagai penjuru wilayah di Bondowoso, menunjukkan jangkauan luas dari inisiatif ini. Meskipun seluruh kegiatan ini gratis, para peserta hanya diminta untuk berkoordinasi dalam mengatur jadwal kunjungan ke sanggar GAS. Fleksibilitas ini diharapkan dapat memudahkan partisipasi dari berbagai lembaga PAUD dan TK. Melalui program INI BUDI, GAS Bondowoso tidak hanya mengajarkan seni, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya Indonesia sejak usia dini.





