Insanul Fahmi Ingin Rujuk, Kuasa Hukum Inara Rusli Makin Memperkeruh

Polemik Rumah Tangga: Kuasa Hukum Insanul Fahmi Sesalkan Pernyataan Pengacara Inara Rusli

Upaya rekonsiliasi antara Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa, istri sahnya, tampaknya menemui hambatan baru. Insanul Fahmi, melalui kuasa hukumnya, Tommy Tri Yunanto, mengungkapkan kekesalannya terhadap pernyataan yang dilontarkan oleh Lechumanan, kuasa hukum Inara Rusli. Pihak Insanul menilai bahwa tindakan Lechumanan justru semakin memperkeruh suasana dan menghambat proses perdamaian yang sedang diupayakan.

Tommy Tri Yunanto menyatakan bahwa peran seorang kuasa hukum seharusnya adalah membela kliennya secara profesional. Namun, menurutnya, pernyataan-pernyataan Lechumanan justru terkesan bertujuan untuk memisahkan Insanul dan Mawa, padahal keduanya tengah berusaha untuk rujuk.

“Kalau memang membela klien ya namanya PH atau kuasa hukum membela klien. Cuma kalau saya lihat statementnya ini adalah untuk memisahkan antara Insan dan Mawa, sedangkan mereka lagi berusaha rujuk,” sesal Tommy. Ia menambahkan bahwa tindakan semacam itu tidak patut dicontoh, meskipun Lechumanan adalah rekan sejawat.

Tommy menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan peringatan kepada Lechumanan agar lebih berhati-hati dalam setiap pernyataannya. “Kemarin juga tanya, saya sampaikan dalam hal ini masih terbukalah Mas Lechumanan agar berhati-hati, ini kan juga mau damai biar sama-sama berjalan ya udah kita dukung, kita support yang terbaik,” pinta Tommy. Ia berharap agar Lechumanan tidak justru memanas-manasi situasi.

Pihak Insanul menganggap pernyataan Lechumanan sebagai peringatan pertama dan berharap agar Lechumanan dapat mengubah cara pandangnya demi kelancaran proses perdamaian antara Insanul dan Mawa. Tommy juga secara spesifik menilai bahwa pernyataan Lechumanan kerap kali bermuatan negatif terhadap Mawa. “Iya, intinya muatannya itu kalau saya lihat menjelek-jelekkan Mawa. Udah enggak bagus dilihat,” tutupnya.

Tudingan Mawa Manfaatkan Inara untuk Popularitas

Salah satu poin yang paling disesalkan oleh pihak Insanul adalah tudingan Lechumanan yang menyebutkan bahwa Wardatina Mawa kini banjir pekerjaan dan terjun ke dunia hiburan karena memanfaatkan Inara Rusli sebagai batu loncatan. Lechumanan bahkan menduga bahwa permasalahan rumah tangga Insanul dan Mawa sengaja diumbar untuk mendongkrak popularitas keduanya.

“Jadi akibat perbuatan Insanul ini juga memberikan banyak keuntungan ini sama Mawa. Saya malah curiga ini apakah memang kesengajaan mereka berdua ya kan membuat gimik atau gimana ini gitu loh,” ujar Lechumanan.

Lechumanan kemudian menyarankan agar Insanul dan Mawa segera berdamai dan tidak menjadikan Inara Rusli sebagai korban dari gimik yang mereka buat. “Saya sempat bilang, kalian damai aja lah. Jangan dibuat gimik terus korbankan klien saya, nggak senang saya kalau gitu,” tegas Lechumanan. Ia berkeberatan jika kliennya, Inara Rusli, dijadikan batu loncatan agar Mawa dikenal banyak orang.

Lebih lanjut, Lechumanan melontarkan sindiran yang cukup keras terhadap Mawa. Ia mengaku tidak menyukai sosok Mawa dan merasa kurang nyaman dengan keberadaannya. “Saya agak kurang seneng sama M (Mawa), agak kurang nyaman saya,” jelas Lechumanan.

Perlawanan hukum yang ditempuh oleh pihak Mawa, termasuk melaporkan Inara ke Polda Metro Jaya, dianggap oleh Lechumanan sebagai upaya untuk menjatuhkan kliennya. “Seolah-olah klien saya diinjak gitu loh, saya jadi kesel,” lanjutnya.

Lechumanan bahkan secara tegas menyatakan bahwa Mawa bukanlah siapa-siapa sebelum terlibat dalam permasalahan dengan Insanul dan Inara. “M kau bukan siapa-siapa, aku nggak pernah lihat kau di televisi, aku dengar nama kau pun baru-baru ini. Kalau tidak ada yang namanya Insanul, kemudian tidak ada lagi yang namanya Inara, kau bukan siapa-siapa. Ada double ‘I’ inilah yang buat namanya jadi bangkit kemudian harum,” jelas Lechumanan.

Meskipun terus melontarkan komentar negatif terhadap Mawa, Lechumanan tetap menyatakan harapannya terhadap upaya perdamaian. Namun, ia juga menegaskan kesiapannya untuk mendampingi Inara dan mengikuti seluruh prosedur hukum jika upaya damai gagal dan Mawa tetap bersikeras melanjutkan proses hukum.

“Kemudian aku kasih tahu kamu, ini bulan puasa bermaaf-maafan lebih bagus daripada menabuh genderang perang. Tapi kalau itu pilihanmu kita ladenin, saya jejengkalpun tidak akan mundur untuk bela Inara sampai titik darah penghabisan,” tutupnya.

Pernyataan-pernyataan kontroversial dari pihak kuasa hukum Inara Rusli ini tentu saja menambah kompleksitas polemik yang tengah melanda rumah tangga Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa, serta melibatkan Inara Rusli. Upaya rekonsiliasi yang seharusnya menjadi fokus utama, kini terhalang oleh saling serang pernyataan yang justru semakin memperuncing masalah.

Pos terkait