Tragedi di Minab: Serangan Udara Guncang Sekolah Putri, Puluhan Siswa Tewas
Kota Minab di Provinsi Hormozgan, Iran selatan, diselimuti duka mendalam pada Sabtu (28/2/2026) setelah sebuah sekolah putri menjadi sasaran serangan udara yang mengerikan. Insiden tragis ini dilaporkan merenggut nyawa setidaknya 57 siswa dan melukai 60 lainnya. Bangunan Sekolah Shajareye Tayabeh dilaporkan runtuh hampir seluruhnya akibat serangan langsung tersebut, menimbulkan kepanikan dan duka di tengah masyarakat.
Gubernur Minab, Mohammad Radmehr, mengonfirmasi jumlah korban sementara sembari menyatakan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan di tengah reruntuhan bangunan. Tim penyelamat berjuang keras untuk mengevakuasi para korban yang diduga masih tertimbun puing-puing. Suara deru alat berat yang bekerja tanpa henti bercampur dengan suara tim medis yang sigap, sementara keluarga korban berkumpul di sekitar area evakuasi dengan raut wajah penuh kecemasan, menunggu kabar dari orang-orang terkasih mereka.
“Operasi penyelamatan dan bantuan masih berlangsung,” ujar Radmehr, menekankan bahwa jumlah korban berpotensi terus bertambah mengingat masih banyak siswa yang belum ditemukan. Situasi di lokasi kejadian sangat mencekam, dipenuhi dengan puing-puing bangunan yang hancur dan kesedihan yang mendalam.
Kecaman Internasional dan Seruan Tindakan Tegas
Serangan terhadap fasilitas pendidikan ini sontak memicu kecaman keras dari pemerintah Iran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengecam keras tindakan tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan yang mendasar.
Ia mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengambil langkah-langkah konkret guna mengatasi kejahatan ini. “Ini adalah kejahatan yang terang-terangan. Dunia harus menentang ketidakadilan yang serius ini. Dewan Keamanan PBB harus bertindak sekarang dalam menjalankan tanggung jawab utamanya berdasarkan Piagam PBB,” tegas Baqaei dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis tak lama setelah insiden tersebut. Pernyataan ini mencerminkan kemarahan dan kekecewaan Iran terhadap respons komunitas internasional yang dianggap belum memadai.
Eskalasi Konflik yang Memburuk
Peristiwa tragis di Minab ini terjadi di tengah operasi militer gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran. Operasi yang dilaporkan dimulai sejak Sabtu pagi waktu setempat ini diklaim menargetkan fasilitas militer dan infrastruktur strategis Iran. Namun, pihak Iran menuduh bahwa serangan tersebut juga turut mengenai wilayah sipil, termasuk sekolah putri yang menjadi pusat perhatian dunia saat ini.
Sebagai respons atas serangan yang dilancarkan, Angkatan Bersenjata Iran mengumumkan peluncuran serangan balasan berskala besar. Sejumlah rudal balistik dan drone dilaporkan telah ditembakkan menuju wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi yang merinci dampak dari serangan balasan yang dilancarkan oleh Iran tersebut.
Potensi Titik Balik Berbahaya dalam Konflik Kawasan
Para pengamat hubungan internasional menilai bahwa insiden di Minab ini berpotensi menjadi titik balik yang sangat berbahaya dalam konflik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah. Serangan yang menyebabkan korban sipil, terutama anak-anak, dikhawatirkan akan semakin memperkuat tekanan domestik di Iran untuk meningkatkan eskalasi militer. Hal ini juga berpotensi mempersempit ruang diplomasi yang ada, membuat penyelesaian konflik secara damai semakin sulit dicapai.
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kini semakin tidak menentu dan penuh dengan ketegangan. Sejumlah negara mulai menyuarakan seruan untuk menahan diri dari semua pihak yang terlibat, demi mencegah konflik ini meluas menjadi perang regional terbuka yang dapat mengguncang stabilitas global. Dampak dari perang semacam itu tidak hanya akan dirasakan oleh negara-negara di kawasan, tetapi juga berpotensi mengganggu jalur perdagangan energi dunia yang sangat krusial.
Hingga Sabtu malam waktu setempat, operasi penyelamatan masih terus berlanjut di lokasi sekolah yang hancur lebur. Pihak berwenang Iran telah menyatakan tekad mereka untuk membawa insiden ini ke forum internasional, sebagai upaya untuk menuntut pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari komunitas internasional dalam menghadapi tragedi kemanusiaan ini dan upaya meredakan ketegangan yang semakin meningkat.





