Kendala Naturalisasi: Bek Jangkung Do Phi Long Belum Bisa Bela Timnas Vietnam
Seorang pemain sepak bola yang telah menjalani proses naturalisasi dan mendapatkan kewarganegaraan baru seringkali diharapkan dapat segera berkontribusi untuk tim nasional negara barunya. Namun, bagi bek tengah Da Nang FC, Do Phi Long, yang juga dikenal dengan nama Gustavo Sant’ana, situasi ini tidak sesederhana itu. Meskipun telah resmi menjadi warga negara Vietnam, Do Phi Long masih harus menelan pil pahit karena belum memenuhi seluruh persyaratan FIFA untuk dapat mengenakan seragam Timnas Vietnam. Hal ini berarti, setidaknya untuk beberapa waktu ke depan, ia belum bisa memperkuat timnas dalam laga-laga penting, termasuk pertandingan melawan Malaysia dalam Kualifikasi Piala Asia 2027 dan ASEAN Cup 2026.
Aturan FIFA: Lebih dari Sekadar Kewarganegaraan
Peraturan FIFA mengenai kelayakan pemain untuk membela tim nasional suatu negara memiliki beberapa tingkatan. Memiliki kewarganegaraan negara tujuan memang menjadi syarat mutlak pertama. Namun, bagi pemain yang bukan merupakan keturunan dari negara tersebut, ada aturan tambahan yang tidak kalah krusial. Syarat kedua dan yang paling menentukan adalah masa tinggal yang berkelanjutan di negara baru tersebut.
Menurut regulasi FIFA, seorang pemain yang tidak memiliki ikatan keturunan harus membuktikan telah tinggal secara terus-menerus di negara yang ingin ia bela setidaknya selama lima tahun. Periode lima tahun ini dihitung sejak pemain tersebut mencapai usia 18 tahun. Aturan ini dirancang untuk mencegah “pindah warga negara” yang hanya bersifat sementara demi kepentingan sepak bola semata, dan lebih menekankan pada ikatan jangka panjang serta komitmen pemain terhadap negara barunya.
Riwayat Do Phi Long di Vietnam: Terputus dan Dihitung Ulang
Do Phi Long memiliki rekam jejak yang cukup panjang bermain di liga sepak bola Vietnam. Sejak Februari 2019, ia telah berpindah-pindah klub, termasuk The Cong Viettel, Saigon FC, SLNA, Quang Ninh, dan Thanh Hoa, sebelum akhirnya berlabuh di Da Nang FC pada Agustus 2025. Jika dihitung secara total, ia telah berada dan bermain di Vietnam selama kurang lebih 6 tahun 4 bulan.
Namun, angka ini tampaknya tidak sepenuhnya memenuhi kriteria FIFA. Ada satu periode krusial yang memutus kontinuitas masa tinggalnya. Antara Desember 2021 hingga Juli 2022, Do Phi Long meninggalkan Vietnam untuk sementara waktu guna bermain di negara asalnya, Brasil, bersama Gremio Esportivo Anapolis. Periode enam bulan di Brasil ini menjadi titik potong dalam perhitungan FIFA.
Setelah kembali ke Vietnam pada Juli 2022 dan kembali aktif bermain di Liga Vietnam, perhitungan waktu FIFA untuk masa tinggal dan bermainnya secara terus menerus baru dimulai kembali. Hingga saat ini, ia baru bermain dan tinggal di Vietnam secara berturut-turut kurang dari empat tahun. Jangka waktu ini belum mencukupi persyaratan minimal lima tahun yang ditetapkan oleh FIFA.
Perkiraan Waktu Kelayakan dan Tantangan Masa Depan
Berdasarkan perhitungan tersebut, Do Phi Long baru dapat memenuhi persyaratan untuk membela Timnas Vietnam paling cepat pada bulan Juli 2027. Pada saat itu, ia akan berusia 32 tahun.
Meskipun Do Phi Long memiliki keunggulan fisik yang signifikan dengan postur tubuh jangkung mencapai 195 cm, serta pengalaman bermain yang terbukti dan pemahaman mendalam tentang sepak bola Vietnam berkat pengabdiannya selama bertahun-tahun, tidak ada jaminan bahwa ia akan tetap menjadi pilihan utama pelatih Timnas Vietnam saat itu. Pelatih yang menjabat pada Juli 2027, misalnya jika Kim Sang-sik masih melatih, mungkin memiliki preferensi lain.
Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) sendiri telah menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pemain-pemain lokal dalam skuad tim nasional. Penggunaan pemain naturalisasi hanya akan dipertimbangkan untuk posisi-posisi yang benar-benar membutuhkan tambahan kualitas dan tidak dapat dipenuhi oleh talenta lokal. VFF juga terus mengembangkan pemain-pemain muda berbakat di dalam negeri.
Potensi yang Diakui, Namun Terkendala Regulasi
Sebelumnya, kehadiran Do Phi Long di kancah sepak bola Vietnam sempat menarik perhatian media asing, termasuk media Malaysia, New Straits Times. Postur tubuhnya yang menjulang disebut-sebut sebagai aset berharga yang dapat menambal kelemahan Timnas Vietnam dalam hal duel fisik dan udara. New Straits Times bahkan mengutip bahwa “Kehadiran Do Phi Long di lini pertahanan akan membantu tim nasional Vietnam mencapai level baru, baik dari segi kebugaran fisik maupun kemampuan duel udara.”
Namun, harapan tersebut kini terbentur tembok regulasi FIFA.
Konteks Persaingan Grup Kualifikasi Piala Asia 2027
Situasi ini juga menarik disorot dalam konteks persaingan Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027. Malaysia saat ini memimpin klasemen dengan 15 poin, unggul tiga angka dari Vietnam yang berada di posisi kedua. Vietnam membutuhkan kemenangan besar, minimal dengan selisih empat gol, untuk dapat lolos ke putaran final sebagai juara grup.
Ironisnya, Malaysia sendiri menghadapi ancaman sanksi yang berpotensi merugikan mereka. Timnas Malaysia terancam kehilangan enam poin karena dugaan menurunkan pemain naturalisasi yang tidak memenuhi syarat dalam dua pertandingan melawan Nepal dan Vietnam di pertemuan pertama. Hal ini menjadi pengingat betapa pentingnya kepatuhan terhadap regulasi federasi sepak bola internasional.
Bagi Do Phi Long, perjalanan menuju seragam Timnas Vietnam masih panjang dan penuh tantangan, tidak hanya dari segi regulasi, tetapi juga persaingan internal timnas di masa depan.






