Jadwal Imsak 13 Ramadan 1447 H Minut, Minahasa, Minsel

Panduan Imsakiyah dan Buka Puasa 13 Ramadan 1447 H di Minahasa Utara, Minahasa, dan Minahasa Selatan

Menjelang pertengahan bulan suci Ramadan, umat Muslim di wilayah Minahasa Utara (Minut), Minahasa, dan Minahasa Selatan (Minsel) patut memperhatikan jadwal imsakiyah dan buka puasa untuk hari Selasa, 3 Maret 2026. Jadwal ini sangat penting sebagai panduan pelaksanaan ibadah puasa dan salat lima waktu selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Penyusunan jadwal ini dilakukan dengan cermat oleh Kementerian Agama, mengacu pada metode hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (pengamatan hilal) yang sesuai dengan kaidah ilmu falak. Penggunaan data ephemeris yang akurat memastikan ketepatan waktu yang disajikan. Sebagai bentuk ikhtiar tambahan untuk menjaga kesempurnaan ibadah, setiap waktu dalam jadwal ini telah ditambahkan toleransi kehati-hatian (ihtiyath) selama 2 menit.

Wilayah Minut, Minahasa, dan Minsel merupakan bagian dari 15 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. Ketiga daerah ini memiliki karakteristik geografis yang berbeda jika dihubungkan dengan ibu kota provinsi, Manado.

  • Minahasa Utara (Minut): Berjarak sekitar 15-20 kilometer dari Manado, ibu kota kabupatennya, Airmadidi, dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit perjalanan darat melalui jalan Manado-Bitung.
  • Minahasa: Ibu kota kabupatennya, Tondano, berjarak sekitar 35 kilometer dari Manado. Perjalanan darat melalui jalan Manado-Tomohon biasanya memakan waktu sekitar 1 jam.
  • Minahasa Selatan (Minsel): Dengan ibu kota kabupaten Amurang, Minsel berjarak sekitar 64 kilometer dari Manado. Perjalanan darat melalui Jalan Trans Sulawesi umumnya membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam.

Perbedaan jarak dan waktu tempuh ini menunjukkan pentingnya memiliki jadwal imsakiyah yang spesifik untuk setiap wilayah agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan tepat waktu.

Jadwal Lengkap Imsakiyah 13 Ramadan 1447 H (Selasa, 3 Maret 2026)

Berikut adalah rincian jadwal imsakiyah dan waktu salat untuk hari ke-13 Ramadan 1447 H, yang berlaku pada Selasa, 3 Maret 2026, di tiga wilayah tersebut. Seluruh waktu yang tertera adalah dalam Waktu Indonesia Tengah (WITA).

Jadwal Imsakiyah 13 Ramadan 1447 H di Minahasa Utara (Minut)

  • Imsak: 04:24 WITA
  • Subuh: 04:34 WITA
  • Dzuhur: 11:54 WITA
  • Ashar: 15:07 WITA
  • Magrib (waktu berbuka puasa): 17:57 WITA
  • Isya: 19:05 WITA

Jadwal Imsakiyah 13 Ramadan 1447 H di Minahasa

  • Imsak: 04:24 WITA
  • Subuh: 04:34 WITA
  • Dzuhur: 11:54 WITA
  • Ashar: 15:07 WITA
  • Magrib (waktu berbuka puasa): 18:00 WITA
  • Isya: 19:06 WITA

Jadwal Imsakiyah 13 Ramadan 1447 H di Minahasa Selatan (Minsel)

  • Imsak: 04:26 WITA
  • Subuh: 04:36 WITA
  • Dzuhur: 11:57 WITA
  • Ashar: 15:09 WITA
  • Magrib (waktu berbuka puasa): 18:00 WITA
  • Isya: 19:08 WITA

Momen Ramadan yang Merajut Toleransi: Perburuan Takjil di Manado

Bulan Ramadan tidak hanya diisi dengan ibadah bagi umat Muslim, tetapi juga seringkali menghadirkan momen-momen kebersamaan dan toleransi antarumat beragama. Salah satu fenomena menarik yang kerap terlihat di berbagai kota, termasuk Manado, adalah aktivitas “perburuan takjil” menjelang waktu berbuka puasa.

Takjil, yang merujuk pada hidangan ringan berupa makanan atau minuman manis, disajikan untuk segera membatalkan puasa setelah azan Maghrib berkumandang, sebelum menikmati hidangan utama. Keberadaan pedagang takjil yang menjamur di sudut-sudut kota menjadi daya tarik tersendiri.

Yang menarik di Manado, antusiasme dalam mencari takjil ini tidak hanya datang dari kalangan Muslim. Umat Kristiani pun turut ambil bagian dalam kemeriahan ini. Sebuah kisah menarik datang dari Irina, seorang warga Kristiani, yang terlihat sedang berburu takjil di kawasan Tuminting. Bahkan sebelum waktu berbuka tiba, ia sudah berhasil mendapatkan beberapa pilihan takjil.

“Siapa cepat dia dapat,” ujar Irina sambil tertawa, menggambarkan semangat kompetisi yang menyenangkan dalam mendapatkan takjil incaran.

Bagi Irina, berburu takjil merupakan momen yang sangat dinanti. Ia menegaskan bahwa takjil bukan hanya untuk umat Muslim, melainkan untuk dinikmati oleh semua orang. Lebih jauh, ia melihat aktivitas ini sebagai bentuk dukungan terhadap para pedagang kecil.

“Semakin banyak yang beli takjil, semakin untung para pedagang kecil,” tuturnya. Ia pun berpesan agar umat Muslim yang ingin berburu takjil besok agar lebih cepat agar tidak kehabisan.

Fenomena ini menjadi bukti nyata bagaimana bulan Ramadan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan dan menunjukkan indahnya toleransi antarumat beragama di Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara. Semangat kebersamaan dalam berbagi kebahagiaan, meskipun berbeda keyakinan, patut terus dijaga dan dilestarikan.

Pos terkait