Kisah Ilham: Aksi Nyata Peduli Lingkungan di Sorong Modern City
Seorang pria berusia 38 tahun bernama Ilham, yang berasal dari Desa Siwalangpanji, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, baru saja menginjakkan kaki di Kota Sorong, Papua Barat Daya, sekitar satu bulan lalu. Ia memulai babak baru kehidupannya sebagai karyawan swasta di kota yang menyimpan pesona alam luar biasa ini. Namun, bukan semata-mata mencari nafkah yang membuatnya terpikat, melainkan sebuah pesan sederhana yang terukir di Taman Sorong City: “Ko Jaga Alam, Alam Jaga Ko.”
Tagline yang sederhana namun penuh makna ini berhasil menyentuh hati Ilham. Baginya, kalimat tersebut bukan sekadar hiasan, melainkan sebuah pemicu semangat, sebuah trigger yang membangkitkan rasa cinta dan tanggung jawabnya terhadap keindahan alam Sorong. Merasa terpanggil untuk berkontribusi, Ilham pun berinisiatif melakukan sesuatu yang nyata untuk lingkungan di sekitarnya. Pilihan aksinya jatuh pada kegiatan yang paling mendasar namun krusial: memunguti sampah.
Sorong Modern City: Titik Awal Aksi Ilham
Setelah merenungkan pilihan lokasi yang tepat untuk aksinya, alumni Politeknik Negeri Malang dari Fakultas Manajemen Informatika ini akhirnya menjatuhkan pilihannya pada kawasan Sorong Modern City (SMC), yang lebih akrab disapa Tembok Berlin. Kawasan ini, yang terletak di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kampung Baru, Distrik Sorong Kota, Kota Sorong, merupakan salah satu area publik yang strategis dan sering dikunjungi oleh warga maupun wisatawan.
Dengan berbekal peralatan sederhana namun esensial, Ilham memulai misinya. Ia mengenakan senter kepala untuk penerangan, membawa alat penjepit untuk menjangkau sampah, serta kantong kresek sebagai wadah penampungan. Setiap pagi, sebelum aktivitas kota dimulai, Ilham sudah menyusuri tepi pantai di kawasan SMC. Ia tak gentar melompat di atas bebatuan pemecah ombak, menjangkau setiap sudut demi mengumpulkan sampah-sampah plastik yang berserakan.
“Ini adalah satu langkah kecil agar saya bisa ikut serta menjaga alam di Sorong Modern City, yang merupakan area publik penting bagi kita semua,” ujar Ilham dengan penuh keyakinan saat ditemui di lokasi, pada Sabtu, 28 Februari 2026. Rutinitas ini ia lakukan dengan disiplin, biasanya dimulai sejak pukul 05.40 WIT dan berakhir sekitar pukul 08.00 WIT.
Keindahan Tersembunyi di Balik Sampah
Bagi Ilham, Sorong Modern City bukan hanya sekadar area publik biasa. Ia mengakui bahwa SMC adalah salah satu spot paling strategis di Sorong untuk menyaksikan keindahan matahari terbenam atau sunset yang memukau. Dari lokasi ini, pengunjung dapat menikmati panorama laut lepas yang luas membentang, sebuah pemandangan yang jarang ditemukan di tempat lain. Namun, keindahan ini seringkali ternoda oleh keberadaan sampah yang dibuang sembarangan oleh pengunjung yang tidak bertanggung jawab.
Oleh karena itu, Ilham memiliki pesan kuat bagi setiap pengunjung SMC. Ia berharap agar setiap orang yang datang dapat menjaga kebersihan kawasan ini. “Buanglah sampah pada tempatnya agar tidak merusak pemandangan yang sudah begitu indah ini,” tuturnya dengan nada memohon. Ia percaya bahwa keindahan alam yang ditawarkan Sorong layak untuk dijaga dan dilestarikan.
Aksi Kecil, Dampak Besar
Filosofi yang dipegang teguh oleh Ilham adalah bahwa menjaga lingkungan tidak harus dilakukan dengan cara-cara yang besar dan rumit. Ia meyakini bahwa setiap tindakan kecil, asalkan dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, akan memberikan dampak yang signifikan. “Menjaga lingkungan tidak perlu melalui cara-cara besar, cukup dimulai dari yang kecil-kecil asal dilakukan terus-menerus,” tegasnya.
Kisah Ilham ini menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari diri sendiri dan dari tindakan yang paling sederhana. Dengan semangat “Ko Jaga Alam, Alam Jaga Ko,” Ilham tidak hanya memunguti sampah, tetapi juga menularkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam kepada sesama.
Aksinya di Sorong Modern City, sebuah kawasan yang menjadi saksi bisu keindahan alam dan aktivitas masyarakat, menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keindahan yang luar biasa membutuhkan perlindungan yang sama luar biasanya. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan lakukan secara terus-menerus. Itulah esensi dari kontribusi Ilham, seorang pendatang yang memberikan pelajaran berharga tentang cinta lingkungan di tanah perantauan.





