Jalan Demta-Muaif Tuntas 2023: Akhiri Penantian Jayapura Sejak 1994

Akses Darat Demta-Muaif Dibuka Kembali, Harapan Baru Ekonomi Papua

Jayapura, Papua – Setelah terputus selama tiga dekade, harapan masyarakat Distrik Demta, Kabupaten Jayapura, untuk kembali terhubung melalui jalur darat yang layak kini mulai terwujud. Pembangunan jalan poros Demta-Muaif, sebuah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025, ditargetkan akan selesai pada tahun 2026. Proyek ambisius ini tidak hanya akan menyambungkan konektivitas antar-kampung secara permanen, tetapi juga diproyeksikan menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi lokal, khususnya di sektor perikanan dan pariwisata.

Pembangunan infrastruktur vital ini menandai era baru bagi warga setempat yang selama ini terisolasi akibat kerusakan parah pada jalur utama. Jalur yang menghubungkan Kampung Ambora, Tarfia, dan Muaif ini terakhir kali mendapatkan perbaikan pengaspalan pada tahun 1994. Tiga puluh tahun lebih lamanya, masyarakat harus berjuang dengan kondisi jalan yang memprihatinkan, menghambat berbagai aktivitas sehari-hari.

Perjuangan Panjang Menuju Akses yang Layak

Kepala Kampung Kamdera, Silas Taurui, mengungkapkan rasa syukurnya atas dimulainya pengerjaan fisik jalan poros Demta-Muaif sejak Januari 2026. Menurutnya, proyek ini adalah jawaban atas aspirasi panjang masyarakat yang telah berulang kali disampaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di berbagai tingkatan pemerintahan.

“Jalan ini adalah jawaban bagi kami setelah sekian lama berjuang menyampaikan keluhan melalui berbagai tingkatan pemerintah,” ujar Silas saat menerima kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayapura di Kampung Kamdera pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Silas menggambarkan betapa buruknya kondisi jalan sebelum perbaikan. Lubang-lubang besar dan dalam membuat perjalanan darat terasa seperti menerjang ombak besar di tengah lautan. Kondisi ini jelas sangat menghambat aktivitas ekonomi warga pesisir, mulai dari distribusi hasil perikanan hingga akses masyarakat untuk beraktivitas.

“Kondisi sebelumnya mirip gelombang laut, namun sekarang kami optimis jualan masyarakat lebih laku dan sektor pariwisata akan semakin ramai,” ungkap Silas dengan penuh harap.

Pengawasan Ketat untuk Kualitas Pembangunan

Pembangunan jalan poros Demta-Muaif ini tidak hanya sekadar membangun kembali akses, tetapi juga memastikan kualitas dan ketahanan infrastruktur yang dibangun. Wakil Ketua I DPRK Jayapura, Piet Hariyanto Soyan, menegaskan bahwa pengawasan ketat akan terus dilakukan untuk memastikan kualitas aspal dan ketahanan infrastruktur yang dibangun.

Piet mengingatkan pihak kontraktor agar tidak memaksakan penggunaan alat berat melintasi jembatan yang rapuh sebelum dilakukan perbaikan struktur dasar. Keamanan dan keberlanjutan proyek menjadi prioritas utama.

“Kontraktor harus memperhatikan kekuatan jembatan dan timbunan supaya hasil pekerjaan ini benar-benar mumpuni dan tahan lama,” tegas Piet.

Proyek yang memiliki panjang delapan kilometer ini diharapkan dapat menjadi katalisator utama bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Sektor-sektor yang menggantungkan hidup pada potensi sumber daya alam, seperti pengelola komoditas ikan dan kerang, akan merasakan dampak positif yang signifikan. Mobilitas yang lancar akan mempermudah distribusi hasil laut ke pasar, meningkatkan nilai jual, dan membuka peluang ekonomi baru.

Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mengawal pengerjaan proyek ini. Koordinasi intensif dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) akan terus dilakukan demi kelancaran dan keberhasilan proyek.

Aspirasi Lanjutan dan Harapan Mengakhiri Ketertinggalan

Selain delapan kilometer yang menjadi fokus utama pembangunan, DPRK Jayapura juga secara aktif menampung aspirasi warga terkait sisa akses sepanjang tiga kilometer menuju Kampung Tarfia yang saat ini belum masuk dalam paket pengerjaan. Hal ini menunjukkan komitmen untuk memastikan seluruh wilayah terintegrasi dengan baik.

“Keberhasilan proyek ini semoga mengakhiri ketertinggalan infrastruktur di wilayah pembangunan Dapil V Kabupaten Jayapura,” tandas Piet Hariyanto Soyan, menutup pernyataannya dengan harapan besar terhadap masa depan pembangunan di wilayah tersebut.

Pembangunan jalan poros Demta-Muaif ini bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Ini adalah simbol kebangkitan, pemulihan konektivitas, dan harapan baru bagi masyarakat Papua untuk menikmati akses yang layak dan membuka potensi ekonomi yang selama ini terpendam akibat isolasi geografis.

Pos terkait