Jalan Martadah-Banyu Irang Rusak: Alternatif Bebas Macet Tersedia

Kemacetan Parah Landa Jalur Alternatif Martadah-Banyu Irang Akibat Kerusakan Jalan

Tanahlaut, Kalimantan Selatan – Sabtu, 13 Desember 2025, menjadi hari yang penuh tantangan bagi para pengguna jalan di Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan. Sebuah kemacetan panjang yang melibatkan berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil pribadi, angkutan umum, hingga truk dan angkutan berat, terjadi di sepanjang jalan alternatif Martadah-Banyu Irang, Kecamatan Tambangulang.

Kondisi jalan yang memprihatinkan menjadi biang keladi utama dari kemacetan yang melumpuhkan aktivitas lalu lintas di wilayah tersebut. Berdasarkan pantauan melalui unggahan di akun media sosial, tampak jelas kerusakan jalan yang sangat parah. Lubang-lubang besar menganga di berbagai titik, sementara lapisan aspal terkelupas menyisakan kontur jalan yang tidak rata dan berbahaya.

Jalan Rusak Parah Picu Kemacetan Panjang

Kerusakan jalan ini bukan sekadar lubang kecil yang bisa dilewati dengan hati-hati. Lubang-lubang tersebut cukup dalam dan luas, memaksa kendaraan untuk memperlambat laju, bahkan berhenti total untuk mencari celah teraman guna melintas. Selain lubang, bongkahan-bongkahan aspal yang terkoyak juga berserakan di permukaan jalan, menambah kerumitan bagi pengendara.

Kontur jalan yang bergelombang menambah deretan masalah. Kendaraan, terutama truk-truk besar yang membawa beban berat, kesulitan untuk menjaga stabilitas saat melewatinya. Hal ini secara otomatis memperlambat arus lalu lintas, menciptakan efek domino yang berujung pada antrean panjang kendaraan.

Situasi diperparah dengan kenyataan bahwa jalan ini merupakan jalur alternatif yang banyak digunakan untuk mengalihkan arus lalu lintas. Dengan kondisi yang demikian, kendaraan yang melintas terpaksa harus ekstra berhati-hati dan bergantian untuk menghindari titik-titik kerusakan. Tindakan ini, meskipun penting untuk keselamatan, mau tidak mau memperpanjang waktu tempuh dan menciptakan kemacetan yang signifikan.

Sebuah keterangan dalam unggahan media sosial tersebut menggambarkan kondisi ini dengan jelas: “Jln alternatif tambang ulang – martadah – banyu irang, banyak berlobak dan rusak, di harap kpd pengendara agar berhati hati, 13-12-2025.”

Warga Turun Tangan Bantu Urai Kemacetan

Menghadapi situasi yang membahayakan dan mengganggu ini, inisiatif datang dari warga sekitar. Sejumlah warga yang berada di lokasi dengan sukarela turun tangan untuk membantu mengatur lalu lintas. Mereka terlihat berupaya mengarahkan kendaraan agar dapat melintas secara bergantian, meminimalkan risiko kecelakaan akibat kerusakan jalan yang parah.

Para warga berharap agar pihak terkait segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan alternatif ini. Mereka menyadari bahwa kerusakan yang semakin parah dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk, termasuk kecelakaan lalu lintas yang tidak diinginkan. Keberadaan warga yang membantu mengatur lalu lintas ini menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi di tengah kesulitan yang dihadapi.

Terlihat sejumlah kendaraan melintas dengan sangat hati-hati, menurunkan kecepatan secara drastis ketika mendekati area jalan yang berlubang dan bergelombang. Pengendara dituntut untuk ekstra waspada dan mengandalkan kemampuan manuver untuk menghindari kerusakan lebih lanjut pada kendaraan mereka.

Latar Belakang Pengalihan Arus dan Imbauan

Kemacetan di jalur alternatif Martadah-Banyu Irang ini terjadi dalam konteks pengalihan arus lalu lintas yang lebih luas. Sebelumnya, Polres Tanahlaut telah menyampaikan informasi mengenai perbaikan Jembatan Batang Banyu I/Bati-Bati yang mulai dilaksanakan sejak akhir November 2025.

Selama proses perbaikan jembatan tersebut, arus lalu lintas dialihkan melalui jembatan bailey dengan sistem buka-tutup. Pembatasan tonase maksimal 12 ton juga diterapkan untuk menjaga keamanan dan kelancaran proses perbaikan.

Untuk meminimalkan kemacetan yang mungkin timbul akibat penutupan sementara jembatan utama, masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur-jalur alternatif yang telah ditetapkan. Imbauan tersebut mencakup rute-rute sebagai berikut:

  • Dari Pelaihari menuju Banjarmasin: Masyarakat diimbau menggunakan jalur Pulau Sari – Kurau – Lingkar Selatan.
  • Dari Pelaihari menuju Banjarbaru: Masyarakat diimbau menggunakan jalur Tambang Ulang – Martadah – Banyu Irang/Cempaka.

Imbauan ini berlaku sebaliknya bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan dari arah Banjarmasin atau Banjarbaru menuju Pelaihari.

Kapolres Tanahlaut, AKBP Ricky Boy Siallagan, melalui Kasat Lantas Iptu Aditya Dikav, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama dari seluruh masyarakat serta instansi terkait dalam menghadapi situasi ini.

“Mohon kesabaran dan pengertian seluruh pengguna jalan,” ujar Kasat Lantas. “Rekayasa lalu lintas ini kami lakukan demi keselamatan bersama.”

Beliau juga menambahkan harapan agar perbaikan jembatan berjalan lancar dan jembatan tersebut dapat segera digunakan secara optimal. Hal ini menjadi krusial mengingat adanya acara rutin malam Senin di Sekumpul yang bertepatan dengan Momen 5 Rajab 1447 Hijriah pada tahun 2025 Masehi.

Pos terkait