Sampah Plastik Mengancam, PepsiCo Janjikan Pengurangan 5% Per Tahun

Penurunan Penggunaan Plastik Virgin di PepsiCo

PepsiCo Global, salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia, melaporkan penurunan sebesar lima persen dalam penggunaan plastik virgin pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk beralih ke kemasan yang lebih berkelanjutan atau daur ulang guna mengurangi dampak lingkungan.

Jim Andrew, Chief Sustainability Officer PepsiCo Global, menyampaikan bahwa perusahaan telah berhasil mengurangi penggunaan plastik virgin dalam operasionalnya sebesar lima persen setiap tahun. Ia juga menjelaskan bahwa sekitar 15 persen bahan yang digunakan dalam kemasan perusahaan berasal dari daur ulang.

Plastik virgin adalah jenis plastik yang diproduksi dari bahan baku baru, bukan dari bahan bekas atau daur ulang. Umumnya, plastik virgin berasal dari bahan bakar fosil seperti minyak bumi atau gas alam. Penggunaan plastik virgin sering kali dikritik oleh aktivis lingkungan karena kontribusinya terhadap polusi plastik yang semakin meningkat.

Meski demikian, Jim menekankan bahwa perusahaan tetap fokus pada pengurangan penggunaan plastik sebagai kemasan, baru kemudian memprioritaskan penggunaan plastik daur ulang.

Kolaborasi untuk Kemasan Berkelanjutan

PepsiCo tidak sendirian dalam upaya mengurangi dampak lingkungan dari kemasan plastik. Perusahaan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong program kemasan berkelanjutan. Di tingkat global, PepsiCo bekerja sama dengan Ellen MacArthur Foundation, sebuah organisasi amal Inggris yang fokus pada pengembangan ekonomi sirkular.

Di Indonesia, perusahaan menjalin kolaborasi dengan dua organisasi lokal, yaitu Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO) dan Bali Waste Cycle. Kedua organisasi ini membantu industri makanan ringan dan minuman kemasan untuk mengumpulkan produk pascapakai dan mendaur ulangnya.

Produksi Plastik Global yang Mencemari Lingkungan

Berdasarkan data United Nations Environment Programme (UNEP), produksi plastik di seluruh dunia mencapai lebih dari 400 juta ton setiap tahun. Setengah dari total produksi ini dirancang untuk digunakan sekali pakai, sedangkan hanya sekitar 10 persen dari plastik tersebut yang didaur ulang.

Estimasi menunjukkan bahwa sekitar 11 juta ton sampah plastik akhirnya masuk ke sungai, danau, laut, atau bahkan masuk ke dalam rantai makanan manusia dalam bentuk mikroplastik. Partikel kecil dari serpihan plastik ini dapat masuk ke tubuh manusia dan menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan.

Data UNEP juga menunjukkan bahwa industri kemasan adalah penghasil sampah plastik sekali pakai terbesar di dunia. Hal ini menegaskan pentingnya langkah-langkah yang diambil oleh perusahaan seperti PepsiCo untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan plastik.

Dengan inisiatif-inisiatif seperti pengurangan plastik virgin dan kerja sama dengan organisasi lingkungan, PepsiCo berupaya memberikan contoh yang baik bagi industri lain dalam menjalani keberlanjutan secara bertanggung jawab.

Pos terkait