Persiapan Infrastruktur Jalan Nasional Jelang Arus Mudik Lebaran 2026 di Jawa Tengah dan DIY
Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, serangkaian perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan nasional di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah digencarkan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan para pemudik yang akan melintas.
Penghentian Sementara Konstruksi
Salah satu langkah krusial yang diambil adalah penghentian sementara seluruh kegiatan konstruksi di ruas-ruas jalan nasional. Targetnya, seluruh pekerjaan fisik akan dihentikan sepuluh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri (H-10). Keputusan ini didasarkan pada Surat Keputusan Bersama (SKB) yang melibatkan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY, Iqbal Tamher, menjelaskan bahwa penghentian sementara ini merupakan prosedur standar untuk memprioritaskan kelancaran lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran. “Kita targetkan H-10 sebelum Lebaran semua kegiatan di ruas jalan nasional wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta sudah dihentikan sementara. Setelah itu, baru dilanjutkan kembali usai arus mudik dan balik,” ujar Iqbal.
Jaringan Jalan Nasional dan Tingkat Kemantapan
Wilayah Jawa Tengah dan DIY memiliki jaringan jalan nasional sepanjang total 1.888,69 kilometer. Rinciannya, Jawa Tengah membentang sepanjang 1.581,45 kilometer, sementara DIY memiliki 307,24 kilometer jalan nasional.
Berdasarkan survei yang dilakukan pada Semester II tahun 2025, tingkat kemantapan jalan nasional di kedua wilayah ini secara keseluruhan mencapai 94,20 persen. Angka ini menunjukkan kondisi jalan yang baik dan layak untuk dilalui.
- Jawa Tengah: Tingkat kemantapan jalan nasional di provinsi ini mencapai 93,47 persen.
- Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY): Tingkat kemantapan jalan nasional di DIY tercatat lebih tinggi, yaitu sebesar 97,96 persen.
Meskipun angka kemantapan secara umum baik, terdapat beberapa ruas jalan yang tetap menjadi fokus perhatian khusus. Prioritas perbaikan diberikan terutama pada jalur Pantai Utara (Pantura) yang selalu ramai saat arus mudik, serta sebagian Jalur Pantai Selatan (Pansela) yang juga menjadi alternatif penting.
Paket Pekerjaan Strategis di Jalur Pantura
Lima paket pekerjaan konstruksi besar yang dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan skema kontrak multiyears maupun single years menjadi prioritas di jalur Pantura. Paket-paket ini mencakup:
- Jalan Pemalang – Pekalongan: Memiliki panjang sekitar 9,71 kilometer.
- Jalan Pekalongan – Batang – Plelen: Meliputi ruas sepanjang 17 kilometer.
Pelaksanaan pekerjaan di ruas Pekalongan – Batang – Plelen sempat mengalami sedikit kendala akibat curah hujan tinggi di awal Januari. Namun, penanganan telah dimulai sejak pertengahan Januari dan terus dikebut. “Pekalongan – Batang Plelen, kita kontrak pertengahan Januari karena hujan awal Januari. Itu teman-teman di lapangan juga pertengahan Januari sudah mulai penanganan dan bersyukur alhamdulillah sudah mulai tertangani walaupun lain belum tuntas. Ini targetnya 17 kilo memang,” jelas Iqbal. - Jalan Weleri – Kendal – Semarang: Proyek perbaikan sepanjang 12,67 kilometer.
- Jalan Semarang – Demak – Kudus: Dengan panjang penanganan sekitar 5 kilometer.
- Jalan Kudus – Pati – Rembang: Melibatkan perbaikan di ruas sepanjang 14,37 kilometer.
Iqbal Tamher menyadari bahwa beberapa pekerjaan ini mungkin sempat menimbulkan ketidaknyamanan dan potensi kemacetan bagi pengguna jalan. “Mungkin sudah mulai macet ya mohon maaf karena mengganggu kenyamanan,” ucapnya.
Penanganan Banjir di Kaligawe, Semarang
Salah satu tantangan infrastruktur yang signifikan di wilayah ini adalah persoalan banjir yang kerap melanda kawasan Kaligawe, Semarang, hingga Demak. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan peninggian jalan secara kolaboratif dengan pemerintah daerah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Sebanyak 700 meter ruas Jalan Kaligawe yang mengarah ke Demak telah berhasil ditinggikan dan menggunakan konstruksi rigid. Targetnya, ruas ini sudah dapat difungsikan sebelum H-10 Lebaran. Pekerjaan lanjutan, termasuk penanganan hingga Terminal Terboyo dan arah Semarang, akan dilanjutkan setelah periode arus mudik dan balik usai. “Nanti, setelah lebaran setelah H+10 baru kita lanjutkan lagi yang sisanya sampai di Terminal Terboyo,” terang Iqbal.
Perbaikan Jalan Pendukung Arus Mudik
Selain fokus pada jalur Pantura, perbaikan jalan juga dilakukan di beberapa ruas strategis lainnya untuk mendukung kelancaran arus mudik menuju wilayah Banyumas, Purwokerto, dan Cilacap.
- Penjagan – Prupuk Tahap 2: Proyek ini memiliki panjang 9,22 kilometer.
- Jalan Tegal – Slawi – Wangon: Meliputi perbaikan di ruas sepanjang 19,39 kilometer.
Iqbal menambahkan bahwa terdapat pula paket-paket pekerjaan di wilayah sekitar Solo, serta di daerah Kebumen hingga Cilacap. Namun, prioritas utama tetap pada kesiapan jalur Pantai Utara dan jalur penghubung dari Pejagan, Slawi, menuju Cilacap.
Melalui berbagai upaya persiapan dan perbaikan infrastruktur ini, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Tengah dan DIY dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.





