Jangan Tiru Rizky Ridho! 3 Bintang Masa Depan Persebaya Harus Dikontrak Jangka Panjang



Persebaya Surabaya menghadapi tantangan berat dalam menjaga masa depan klub, terutama setelah kehilangan Rizky Ridho yang kini bermain di Persija Jakarta. Untuk menghindari kesalahan serupa, manajemen dan penggemar klub memandang tiga pemain muda sebagai aset berharga yang harus segera dilindungi melalui kontrak jangka panjang.

Momentum Seri yang Menyisipkan Harapan

Pada pertandingan pekan ke-15 Super League 2025/2026, Persebaya Surabaya bermain imbang 2-2 melawan Borneo FC di Stadion Gelora Bung Tomo. Meski gagal meraih poin penuh, hasil ini memberikan sedikit harapan dari lini tengah klub. Tiga gelandang muda yang berasal dari didikan internal mulai menunjukkan potensi besar untuk menjadi fondasi masa depan Green Force.

Profil Tiga Gelandang Muda

Moch Ichsas Baihaqi

Gelandang berusia 18 tahun ini memiliki kemampuan teknik yang menjanjikan. Ia mampu mengoper bola dengan akurasi tinggi (76 persen) dan memiliki visi permainan yang matang. Dengan total 72 menit bermain dalam tiga penampilan musim ini, nilai pasar Ichsas mencapai Rp 869,08 juta. Ia bisa bermain sebagai gelandang tengah, gelandang serang, atau bahkan gelandang bertahan, menunjukkan fleksibilitas yang luar biasa.

Toni Firmansyah

Toni Firmansyah, usia 20 tahun, dikenal dengan stamina dan daya jelajahnya yang tinggi. Ia mampu mengalirkan bola dari belakang ke depan dengan konsistensi yang stabil. Musim ini, ia telah tampil 11 kali dengan total 759 menit bermain. Akurasi operannya mencapai 85 persen, empat keypass, dan nilai pasar sebesar Rp 2,17 miliar. Toni menjadi motor lini tengah yang krusial bagi Persebaya.

Sadida Nugraha Putra

Sadida Nugraha Putra, usia 20 tahun, adalah gelandang bertahan yang kuat dalam duel udara dan disiplin saat melakukan intersep maupun tekel. Posturnya yang tidak terlalu tinggi (175 cm) justru membuatnya efektif dalam pertandingan. Ia telah tampil tujuh kali dengan total 240 menit bermain. Akurasi operannya mencapai 87 persen, satu keypass, dan hanya satu kartu kuning. Ini menunjukkan ketenangan dan konsistensi dalam bermain.

Potensi Trio Muda untuk Bermain Bersamaan

Ketiga pemain ini memiliki karakter dan peran yang saling melengkapi. Jika diberi ruang berkembang, mereka bisa saling mengisi. Dalam kompetisi pendamping seperti Piala Indonesia, trio ini ideal untuk diturunkan bersamaan saat menghadapi klub kasta lebih rendah. Pertanyaannya adalah apakah sudah waktunya mereka dipasang bersamaan di Super League?

Harapan Penggemar dan Kebutuhan Kontrak Jangka Panjang

Respons dari Bonek (penggemar Persebaya) menunjukkan antusiasme terhadap perkembangan para pemain muda. Beberapa suara meminta agar manajemen segera memberikan kontrak jangka panjang agar aset klub tidak lepas percuma. Salah satu Bonek menyampaikan: “Kontrak langsung 3 – 5 tahun,” ujar salah satu Bonek.

Kontrak jangka panjang menjadi pagar penting agar Persebaya Surabaya tidak mengulang kisah pahit masa lalu. Kepergian Rizky Ridho ke Persija Jakarta pada musim 2023/2024 masih menjadi luka yang relevan untuk dijadikan pelajaran.

Kesimpulan

Dengan potensi yang dimiliki oleh ketiga pemain muda tersebut, Persebaya Surabaya perlu segera mengambil langkah strategis untuk melindungi aset mereka. Investasi jangka panjang melalui kontrak yang stabil bukan hanya akan membantu perkembangan pemain, tetapi juga menjaga reputasi klub di tengah kompetisi yang semakin ketat.

Pos terkait