Jay Idzes: Bek Sakti yang Bikin Lawan Bingung

Jay Idzes menampilkan momen magis saat membela Sassuolo dalam laga krusial melawan Parma. Kehadiran bek tim nasional Indonesia sebagai starter di lini pertahanan Sassuolo turut mewarnai duel sengit pada pekan ke-18 Serie A musim 2025-2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Mapei pada Sabtu, 3 Januari 2026, berakhir dengan skor imbang 1-1, di mana kedua tim harus puas berbagi satu poin.

Sassuolo sejatinya sempat unggul lebih dulu di awal pertandingan. Gol pembuka dicetak melalui sundulan keras Kristian Thorstvedt yang gagal diantisipasi oleh kiper Parma, Edoardo Corvi. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama.

Pada menit ke-24, Parma berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan kaki kiri mematikan Manuel Pellegrino dari luar kotak penalti. Jay Idzes, yang berada di posisinya sebagai bek tengah, berupaya keras untuk menghentikan laju bola. Sayangnya, bek andalan timnas Indonesia ini tidak berhasil memblok tembakan akurat striker asal Argentina tersebut. Bola meluncur deras tanpa ampun ke sudut kiri gawang, membuat kiper Sassuolo tak berdaya. Skor imbang 1-1 kemudian bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Momen Magis Jay Idzes di Tengah Laga Imbang

Meskipun gagal mencegah timnya kebobolan, Jay Idzes sempat mencuri perhatian dan membuat para penonton terpukau dengan aksi individunya yang gemilang. Bek timnas Indonesia ini berhasil menggocek dua pemain Parma dalam satu gerakan brilian.

Aksi memukau Idzes bermula ketika ia menerima bola. Dengan penuh percaya diri, ia melepaskan tendangan yang membuat bola melambung melewati atas kepala salah satu pemain lawan. Setelah menggiring bola beberapa langkah lebih maju, Idzes kembali menunjukkan skill individunya dengan melakukan trik serupa kepada pemain Parma lainnya. Kedua pemain lawan tersebut dibuat terperangah dan kebingungan mencari bola yang telah lolos dari jangkauan mereka. Aksi “sakti” dari Idzes ini menjadi salah satu sorotan utama dalam pertandingan tersebut, menunjukkan kualitas individu yang mumpuni meski timnya harus meraih hasil imbang.

Evaluasi Pelatih Fabio Grosso

Pelatih Sassuolo, Fabio Grosso, menyayangkan timnya gagal mempertahankan keunggulan dan harus rela kebobolan gol penyeimbang. Meski demikian, Grosso enggan mencari kambing hitam atas hasil yang diraih.

“Kami membiarkan mereka mencetak gol penyeimbang, tetapi kami tidak mampu kembali unggul,” ujar Grosso, mantan pemain yang pernah merasakan gelar juara Piala Dunia 2006. Ia menambahkan bahwa timnya seharusnya bisa memberikan dampak yang berbeda di babak kedua, terutama dalam penyelesaian akhir. “Pada babak kedua, kami seharusnya bisa memberikan dampak yang berbeda, terutama di meter-meter terakhir, dan kami tidak membiarkan tim lawan terbuka untuk menyerang,” jelasnya.

Grosso mengakui bahwa timnya mengalami kesulitan di beberapa momen pertandingan. “Kami kesulitan di beberapa momen, dan di momen lain kami seharusnya bisa bermain lebih baik, tetapi kami akan menerima satu poin ini dan berusaha untuk pulih dengan cepat untuk pertandingan berikutnya,” pungkasnya. Sikap profesional dan fokus pada evaluasi positif menjadi ciri khas pelatih berpengalaman ini.

Posisi Klasemen Terbaru

Hasil imbang yang diraih dalam laga kandang ini menempatkan Sassuolo pada posisi kesembilan dalam klasemen sementara Serie A. Hingga pekan ke-18, Idzes dan rekan-rekannya berhasil mengumpulkan total 23 poin dari 18 penampilan. Sementara itu, Parma yang harus puas dengan satu poin tambahan, kini menghuni tangga ke-14 klasemen dengan raihan 18 angka. Perjalanan musim masih panjang, dan kedua tim diharapkan dapat terus berjuang untuk memperbaiki posisi mereka di sisa pertandingan.

Pos terkait