Debut Jean Mota Bersama Persija: Momen Spesial di Tengah Perburuan Gelar
Persija Jakarta akhirnya menurunkan salah satu rekrutan teranyarnya, Jean Mota, dalam pertandingan resmi di BRI Liga 1 musim 2025/26. Momen debut yang dinanti-nantikan ini terjadi pada pekan ke-22, saat skuad Macan Kemayoran menjamu PSM Makassar di Jakarta International Stadium, Jumat (20/2) malam.
Meskipun hanya tampil selama kurang lebih lima menit ditambah waktu tambahan, masuknya Mota menggantikan Maxwell Souza pada menit ke-85 tetap menjadi catatan penting bagi gelandang asal Brasil tersebut. Debut ini menjadi jawaban atas penantiannya sejak resmi bergabung dengan Persija pada hari terakhir bursa transfer paruh musim, 6 Februari 2026. Sebelum laga kontra PSM, Mota hanya menjadi penonton dari bangku cadangan dalam dua pertandingan sebelumnya.
“Saya sangat bahagia bisa menjalani debut bersama Persija di kandang sendiri, di hadapan para suporter kami. Dan terpenting, kami juga mendapatkan tiga poin,” ujar Mota seusai pertandingan.
Secara statistik, kontribusi Mota dalam waktu singkat tersebut memang belum signifikan. Tercatat, ia hanya melakukan tiga sentuhan bola dan dua kali umpan, dengan satu di antaranya berhasil menemui sasaran. Namun, pemain yang pernah satu tim dengan Lionel Messi di Inter Miami ini menyadari bahwa proses adaptasi membutuhkan waktu. Ia menegaskan masih perlu beradaptasi untuk mencapai performa terbaiknya.
“Mari terus bekerja bersama untuk mencapai tujuan-tujuan kami,” tambah Mota, menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi lebih banyak di masa mendatang.
Kebijakan Pelatih: Selektif dalam Menurunkan Pemain Baru
Pelatih Persija, Mauricio Souza, sebelumnya telah mengindikasikan pendekatannya yang hati-hati dalam menurunkan pemain baru. Ia tidak ingin terburu-buru menurunkan pemain anyar sejak menit awal pertandingan. Dalam laga melawan PSM, hanya Alaeddine Ajaraie yang menjadi starter dari daftar rekrutan terbaru Persija.
Souza menekankan bahwa keputusan untuk memainkan seorang pemain sepenuhnya berada di bawah tanggung jawabnya. Ia tidak ingin ada tekanan dari pihak luar, baik dari media maupun suporter, yang memaksanya menurunkan pemain baru hanya karena popularitas atau nama besar mereka.
“Orang yang bersama mereka setiap hari adalah saya. Orang yang tahu kondisi mereka adalah saya. Dan orang yang menentukan kapan mereka debut adalah saya,” tegas Souza.
Menurutnya, tidak ada jaminan tempat otomatis bagi siapa pun di tim utama. Semua pemain, termasuk para rekrutan baru, harus membuktikan diri dan menunjukkan performa terbaik mereka, baik dalam sesi latihan maupun saat pertandingan. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap pemain yang diturunkan benar-benar siap dan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi tim.
Harapan untuk Kontribusi Lebih Lanjut
Debut singkat Jean Mota mungkin belum menghadirkan perubahan drastis di lapangan. Namun, langkah awal ini merupakan pembuka jalan bagi kontribusinya yang lebih besar. Publik Persija kini menantikan performa dan dampak yang lebih nyata dari gelandang berusia 32 tahun itu dalam upaya tim meraih gelar juara musim ini.
Perjalanan Persija di BRI Liga 1 musim 2025/26 masih panjang, dan kehadiran pemain seperti Jean Mota diharapkan dapat memperkuat kedalaman skuad serta memberikan opsi taktis tambahan bagi tim pelatih. Adaptasi dan performa Mota akan menjadi salah satu elemen menarik yang patut diamati dalam sisa kompetisi.





