Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Mantan Wakil Presiden RI, Berpulang di Usia 91 Tahun
Senin, 2 Maret 2026, menjadi hari duka bagi bangsa Indonesia. Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, yang pernah mengemban amanah sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, menghembuskan napas terakhirnya pada usia 91 tahun. Beliau tutup usia pada pukul 06.58 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Letnan Jenderal TNI (Purn) Albertus Budi Sulistya. Kepergian sosok yang dikenal sebagai prajurit sejati dan negarawan paripurna ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI, para pejabat negara, serta seluruh rakyat Indonesia.
Persemayaman Terakhir di Taman Makam Pahlawan
Rencananya, jenazah Jenderal (Purn) Try Sutrisno akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada siang hari di tanggal yang sama. Sejak pagi hari, area TMP Kalibata telah disterilkan dan dijaga ketat oleh personel TNI dan kepolisian. Berbagai persiapan untuk upacara penghormatan terakhir, termasuk pemasangan tenda protokol, telah rampung dilakukan.
Prosesi pemakaman akan diawali dengan pelaksanaan salat jenazah di Masjid Sunda Kelapa setelah waktu Dzuhur. Setelah itu, jenazah akan diberangkatkan menuju TMP Kalibata untuk dimakamkan di peristirahatan terakhirnya, berdampingan dengan para pahlawan bangsa lainnya.
Jejak Kehidupan Seorang Prajurit dan Negarawan
Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno memiliki perjalanan karier yang luar biasa, baik di bidang militer maupun pemerintahan. Beliau dikenal sebagai seorang prajurit yang disiplin dan berdedikasi tinggi, yang mengawali kariernya dari pangkat Letnan Dua hingga mencapai puncak tertinggi sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).
Selama masa pengabdiannya di militer, beliau menunjukkan kepemimpinan yang tegas namun tetap dekat dengan rakyat. Pengalaman panjangnya ini menjadikannya salah satu figur penting dalam dinamika politik nasional, terutama pada masa transisi Orde Baru.
Karier Militer yang Gemilang:
- Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD): 1986–1988.
- Panglima ABRI (sekarang TNI): 1988–1993.
Selain kiprahnya di dunia pertahanan, Jenderal (Purn) Try Sutrisno juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dari tahun 1985 hingga 1993, menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan olahraga nasional.
Peran di Panggung Politik Nasional:
- Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6: 11 Maret 1993 – 11 Maret 1998, mendampingi Presiden Soeharto.
Di ranah politik, beliau bergabung dengan Partai Golongan Karya (Golkar) dari tahun 1993 hingga 1999, dan kemudian melanjutkan kiprahnya di Partai Karya Peduli Bangsa (PKP).
Penghormatan dari Tokoh Nasional
Di rumah duka, suasana haru menyelimuti. Sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh nasional hadir untuk memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Salah satunya adalah Penasihat Khusus Presiden bidang Politik dan Keamanan, Bapak Wiranto.
Dalam kesempatan tersebut, Wiranto menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya Jenderal (Purn) Try Sutrisno. Beliau menggambarkan almarhum sebagai sosok panutan yang patut diteladani.
“Hari ini kita betul-betul kehilangan seorang tokoh yang perlu diteladani. Beliau adalah prajurit sejati yang sejak Letnan Dua sampai Bintang Empat tidak pernah berhenti berjuang membela nusa dan bangsanya,” ujar Wiranto dengan nada sedih.
Wiranto menambahkan bahwa Jenderal (Purn) Try Sutrisno bukan hanya seorang prajurit yang tekun dalam menjalankan tugas, tetapi juga seorang negarawan yang paripurna. Kesederhanaan, kepatuhan pada konstitusi, dan keberaniannya dalam membela kebenaran adalah nilai-nilai luhur yang patut dicontoh.
“Sebagai negarawan, saya kira beliau negarawan yang paripurna. Kesederhanaannya, kepatuhannya terhadap konstitusi, dan perjuangannya yang selalu membela kebenaran adalah hal yang perlu kita contoh,” tegasnya.
Wiranto juga mengenang bagaimana almarhum, bahkan di usia senja, masih sering memberikan nasihat-nasihat strategis terkait masalah kenegaraan kepada dirinya, untuk kemudian disampaikan kepada Presiden. Hal ini menunjukkan dedikasi dan kecintaannya yang tiada henti kepada negara.
Kepergian Jenderal (Purn) Try Sutrisno merupakan kehilangan besar bagi Indonesia. Warisan pemikiran, pengabdian, dan keteladanan beliau akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa.





