Jenderal Try Sutrisno: Wapres ke-6, Panglima ABRI, Berpulang

Jenderal Try Sutrisno, Mantan Panglima ABRI dan Wakil Presiden RI, Tutup Usia di 90 Tahun

Berita duka menyelimuti tanah air. Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, sosok yang pernah menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dan Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, telah berpulang ke Rahmatullah pada usia 90 tahun. Beliau meninggal dunia pada hari Senin, 2 Maret 2026, pukul 06.58 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

Kabar wafatnya mantan orang nomor dua di Indonesia ini dikonfirmasi oleh mantan Kepala RSPAD, Letjen TNI (Purn.) Albertus Budi Sulistya. Kepergian Jenderal Try Sutrisno merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, mengingat rekam jejaknya yang panjang dan kontribusinya dalam pembangunan serta pertahanan negara.

Perjalanan Karier Militer yang Gemilang

Lahir di Surabaya pada tanggal 15 November 1935, Try Sutrisno adalah anak ketiga dari pasangan Soebandi dan Mardiyah. Perjalanan karier militernya dimulai pada tahun 1956 saat usianya menginjak 21 tahun. Beliau diterima sebagai taruna Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad). Baru setahun menjalani pendidikan, Try Sutrisno sudah harus ikut berperang, mengawali karier militernya sebagai prajurit yang turut bertempur melawan Pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).

Pada tahun 1962, beliau terlibat dalam Operasi Pembebasan Irian Barat. Di sinilah awal mula perkenalannya dengan Soeharto, yang kala itu menjabat sebagai Panglima Komando Mandala. Kedekatan keduanya terjalin erat melalui penugasan tersebut.

Setelah Soeharto terpilih sebagai Presiden kedua RI pada tahun 1968, karier Try Sutrisno mulai menanjak. Pada tahun 1974, beliau ditunjuk menjadi ajudan Presiden Soeharto. Momentum ini menjadi titik balik yang signifikan dalam perjalanan kariernya.

Berikut adalah beberapa jabatan strategis yang pernah diemban oleh Jenderal Try Sutrisno dalam karier militernya:

  • Kepala Komando Daerah Staf di Kodam XVI/Udayana (1978)
  • Panglima Daerah Kodam IV/Sriwijaya (1979)
  • Panglima Daerah Kodam V/Jaya (1983)
  • Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) (1985)
  • Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) (1986)
  • Panglima ABRI (Pangab) (1988-1993)

Puncak karier militernya adalah ketika beliau menjabat sebagai Panglima ABRI pada tanggal 27 Februari 1988 hingga 19 Februari 1993. Selama masa kepemimpinannya, ABRI masih terdiri dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, dan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI).

Beberapa peristiwa penting yang terjadi di era kepemimpinannya antara lain:

  • Meletusnya kembali pemberontakan Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) di Aceh pada pertengahan 1989, menyusul dibubarkannya Kodam I/Iskandarmuda.
  • Pembantaian Santa Cruz di Timor Timur pada November 1991.

Menjabat Sebagai Wakil Presiden RI

Setelah menyelesaikan masa baktinya sebagai Panglima ABRI, Jenderal Try Sutrisno kembali dipercaya mengemban amanah besar. Pada Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tahun 1993, beliau terpilih menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia mendampingi Presiden Soeharto. Penunjukkannya ini didahului oleh Fraksi ABRI MPR-RI.

Try Sutrisno tercatat sebagai Wakil Presiden ketiga dari kalangan militer yang mendampingi Presiden Soeharto, menggantikan Sudharmono. Masa jabatannya sebagai orang nomor dua di Indonesia berlangsung dari tahun 1993 hingga 1998, sebelum akhirnya digantikan oleh B.J. Habibie.

Keluarga dan Generasi Penerus

Jenderal Try Sutrisno menikah dengan Tuti Sutiawati, yang akrab disapa Mami Tuti. Sang istri, yang kini berusia 84 tahun, dulunya berprofesi sebagai seorang guru. Pasangan ini dikaruniai tujuh orang anak:

  1. Nora Tristyana
  2. Taufik Dwi Cahyono
  3. Firman Santyabudi
  4. Nori Chandrawati
  5. Isfan Fajar Satrio
  6. Kunto Arief Wibowo
  7. Natalia Indrasari

Di antara ketujuh anak tersebut, Firman Santyabudi dan Kunto Arief Wibowo menjadi sorotan publik karena kiprah mereka di institusi TNI dan Polri.

Profil Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo

Putra Jenderal Try Sutrisno, Kunto Arief Wibowo, merupakan seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat dengan pangkat Mayor Jenderal (Bintang Dua). Saat ini, beliau menjabat sebagai Wakil Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Darat (Wadankodiklatad) sejak Juli 2023. Sebelumnya, Mayjen Kunto pernah menjabat sebagai Panglima Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi.

Lahir di Malang, Jawa Timur, pada 15 Maret 1971, Mayjen Kunto adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1992. Sepanjang kariernya di militer, beliau telah menduduki berbagai jabatan strategis, termasuk:

  • Danyonif 500/Raider
  • Dansatdik Sussarcab Pusdikif Pussenif
  • Kasbrigif 13/Galuh
  • Danbrigif 6/Tri Shakti Balajaya
  • Kadep Teknik Akmil
  • Asops Kasdam IX/Udayana
  • Pamen Denma Mabesad
  • Danrem 044/Garuda Dempo
  • Danpuslatpur Kodiklatad
  • Danrem 032/Wirabraja
  • Kasdam III/Siliwangi
  • Pangdivif 3/Kostrad
  • Pangdam III/Siliwangi merangkap Dankogartap II/Bandung

Mayjen Kunto Arief Wibowo juga memiliki hubungan keluarga dengan tokoh militer lainnya, seperti Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu (kakak ipar), Nora Tristyana (kakak), dan Irjen Pol. Firman Santyabudi (kakak). Beliau menikah dengan Indira Paramita, SP.

Profil Irjen Pol. Firman Santyabudi

Putra Jenderal Try Sutrisno lainnya, Firman Santyabudi, telah memasuki masa pensiun dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Jabatan terakhirnya adalah sebagai Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri.

Lahir di Jakarta pada 17 November 1965, Firman Santyabudi adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988. Beliau memiliki rekam jejak yang panjang di bidang lalu lintas kepolisian. Beberapa posisi yang pernah diembannya antara lain:

  • Kapolsek Metro Menteng
  • Wadirlantas Polda Metro Jaya
  • Kepala SPN Lido Polda Metro Jaya
  • Kapolres Metro Jakarta Selatan
  • Kasubdit Jianmas Ditlantas Babinkam Polri
  • Dirlantas Polda Sumatera Selatan
  • Analis Kebijakan Madya Bidang Korlantas Polri
  • Kabagrenops Robinops Sops Polri
  • Karodalaops Sops Polri
  • Direktur Kerja Sama dan Humas Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)
  • Deputi Bidang Pemberantasan PPATK
  • Kapolda Jambi
  • Asisten Logistik (Aslog) Kapolri
  • Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri

Penunjukan Firman Santyabudi sebagai Kakorlantas Polri dilakukan melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2278/X/KEP./2021 tertanggal 31 Oktober 2021.

Kepergian Jenderal Try Sutrisno meninggalkan jejak sejarah yang tak terhapuskan dalam perjalanan bangsa Indonesia. Beliau akan dikenang sebagai salah satu tokoh penting yang turut membangun dan menjaga kedaulatan negara.

Pos terkait