Kepastian Tuan Rumah Piala AFF U-17 2026: Peluang Kalimantan Timur Kembali Terbuka
Isu mengenai siapa yang akan menjadi tuan rumah Piala AFF U-17 2026 kembali menjadi perbincangan hangat. Sempat beredar kabar bahwa penyelenggaraan turnamen ini akan dipindahkan ke Jawa Timur karena stadion di Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai belum memenuhi standar yang ditetapkan. Namun, dinamika terbaru menunjukkan bahwa peluang Kaltim untuk tetap menjadi tuan rumah masih terbuka lebar.
Perkembangan signifikan ini mencuat setelah adanya kunjungan langsung dari jajaran PSSI ke Kaltim dan pertemuan strategis dengan Gubernur setempat. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Mahendra Sinulingga, bersama Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menggelar pertemuan dengan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda. Pertemuan ini diselenggarakan setelah PSSI melakukan peninjauan mendalam terhadap berbagai infrastruktur olahraga yang ada di Kaltim.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, sempat menyampaikan bahwa PSSI telah menunjuk Jawa Timur sebagai tuan rumah Piala AFF U-17 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada bulan April. Keputusan ini diambil karena fasilitas yang tersedia di Kaltim dianggap belum memadai dan siap untuk digunakan dalam perhelatan internasional. Namun, perkembangan terkini menunjukkan adanya pembahasan solusi teknis yang berpotensi membuka kembali kesempatan bagi Kaltim.
Analisis Kesiapan Stadion dan Kendala Teknis
Beberapa hari sebelum pertemuan tersebut, Yunus Nusi sempat menjelaskan alasan di balik rencana pemindahan venue. Menurutnya, fasilitas stadion di Kaltim belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh Federasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF). Salah satu aspek krusial yang menjadi sorotan adalah sistem pencahayaan stadion. Dalam pertandingan internasional, intensitas cahaya diukur menggunakan satuan lux.
“Masalah utama ada pada pencahayaan,” ungkap Yunus Nusi. “Khusus di Stadion Segiri, daya lampu stadion hanya sekitar 900 lux. Sementara standar minimum untuk pertandingan internasional AFF adalah 1.200 lux.”
Perbedaan sekitar 300 lux ini menjadi indikator bahwa pencahayaan di stadion tersebut belum memenuhi persyaratan minimum untuk menggelar pertandingan malam hari berskala internasional. Akibat kendala ini, Yunus Nusi mengumumkan rencana pemindahan sementara venue ke Jawa Timur, dengan fokus pertandingan di Stadion Gelora Joko Samudera (Gresik) dan Stadion Gelora Delta (Sidoarjo).
Yunus Nusi menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata-mata karena ketidakmampuan Kaltim, melainkan lebih kepada faktor waktu. Proses peningkatan daya lampu stadion membutuhkan waktu yang tidak sebentar, sementara jadwal kompetisi sudah sangat mepet. Pengundian fase grup dijadwalkan pada 6 Maret, dan turnamen itu sendiri akan berlangsung pada akhir April. Meskipun demikian, Yunus Nusi berpesan agar Kaltim tidak patah semangat, karena peluang untuk menjadi tuan rumah ajang internasional di masa depan tetap terbuka.
Kunjungan Exco PSSI dan Sinyal Positif untuk Kaltim
Di tengah kabar pemindahan tersebut, kunjungan Exco PSSI ke Kaltim justru membawa angin segar. Arya Mahendra Sinulingga menyatakan optimismenya setelah berdiskusi langsung dengan Gubernur Kaltim dan berkomunikasi dengan Wali Kota Balikpapan.
“Pak Gubernur menyatakan Kaltim sangat siap menjadi tuan rumah dengan beberapa alternatif stadion. Kami sedang mencari solusi teknis yang memungkinkan, namun yang pasti Pak Gubernur berkomitmen mendukung penuh AFF di Kaltim,” ujar Arya kepada awak media.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa PSSI masih terbuka untuk mendiskusikan alternatif teknis yang dapat memungkinkan Kaltim menjadi tuan rumah. PSSI secara aktif mencari solusi agar Kaltim tetap bisa menyelenggarakan turnamen ini.
Terkait kesiapan Balikpapan, Arya Mahendra Sinulingga juga menyoroti kesiapan fasilitas latihan. Wali Kota Balikpapan dilaporkan telah menyiapkan tiga lapangan latihan berkualitas. Hal ini sangat penting karena dalam turnamen internasional, tidak hanya stadion utama yang harus memenuhi standar, tetapi juga fasilitas pendukung seperti lapangan latihan.
Permasalahan teknis terkait standar pencahayaan di Balikpapan juga menjadi fokus pembahasan untuk segera diatasi. “Hasil pembicaraan hari ini sangat positif dan akan segera saya laporkan kepada Ketum PSSI, Erick Thohir,” tambah Arya.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, akan menerima laporan hasil kunjungan tersebut sebelum keputusan final mengenai tuan rumah Piala AFF U-17 2026 diambil. Arya Mahendra Sinulingga juga menanggapi isu mengenai pembatalan Kaltim sebagai tuan rumah akibat kendala lampu di Stadion Segiri. Menurutnya, kehadirannya ke Kaltim justru bertujuan untuk memastikan kesiapan dan mencari solusi atas kendala yang ada.
“Saya datang jauh-jauh ke sini untuk memastikan semuanya. Memang sebelumnya secara teknis sempat dinilai belum memungkinkan, namun pertemuan hari ini memberikan hasil yang sangat positif. Kami sudah punya rancangannya, tinggal bagaimana nanti alternatif solusinya,” jelas Arya. Pernyataannya ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat kendala teknis, masih ada ruang untuk perbaikan dan opsi solusi yang dapat diimplementasikan.
Potensi Pemanfaatan Fasilitas di Ibu Kota Nusantara (IKN)
Selain kesiapan stadion, Arya Mahendra Sinulingga juga memberikan apresiasi terhadap kondisi lapangan latihan di Kaltim yang dinilai baik. Lebih menarik lagi, ia membocorkan rencana penggunaan fasilitas di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai lokasi pusat pelatihan (Training Center) jika Kaltim jadi tuan rumah.
“Jika Kaltim jadi tuan rumah AFF, besar kemungkinan Training Center dilakukan di IKN karena jaraknya dekat dengan lokasi pertandingan. Lapangannya semua oke,” tuturnya.
Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi Kaltim, mengingat IKN merupakan proyek strategis nasional yang terus berkembang. Pemanfaatan fasilitas di IKN tidak hanya akan mendukung kelancaran turnamen, tetapi juga dapat memperkenalkan potensi IKN kepada delegasi negara-negara peserta.
Di akhir pernyataannya, Arya Mahendra Sinulingga memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Kalimantan Timur agar ajang yang akan diikuti oleh 11 hingga 12 negara ini benar-benar dapat terlaksana di Benua Etam. “Doakan saja, setelah bertemu Gubernur hasilnya positif. Semoga AFF bisa digelar di sini,” pungkasnya.
Profil Stadion di Kalimantan Timur
Untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif, berikut adalah profil singkat beberapa stadion utama di Kalimantan Timur:
Stadion Batakan (Balikpapan)

- Lokasi: Jl. Mulawarman, Batakan, Manggar, Kec. Balikpapan Tim., Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
- Peresmian: 2017.
- Kapasitas: Sekitar 40.000 penonton.
- Deskripsi: Stadion modern yang menyerupai stadion-stadion di Eropa, menjadi markas Persiba Balikpapan. Dilengkapi tribun bertingkat, atap yang menutupi sebagian besar kursi penonton, serta fasilitas pendukung berstandar internasional. Sering digunakan untuk pertandingan Liga Indonesia dan berbagai event olahraga berskala besar.
Stadion Segiri (Samarinda)

- Lokasi: Jl. Kesuma Bangsa, Samarinda Kota, Samarinda, Kalimantan Timur.
- Kapasitas: Sekitar 13.000–15.000 penonton.
- Deskripsi: Stadion ikonik di pusat Kota Samarinda, menjadi markas Borneo FC Samarinda. Dibangun pada era 1960–1970-an dan telah mengalami renovasi besar. Renovasi terbaru oleh Kementerian PUPR pada tahun 2024 bertujuan meningkatkan standar fasilitasnya. Memiliki tribun tertutup (VIP) di sisi barat serta tribun terbuka di sisi utara, selatan, dan timur.
Stadion Palaran (Samarinda)

- Lokasi: Simpang Pasir, Kec. Palaran, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
- Peresmian: 18 Juni 2008 (untuk pembukaan PON XVII).
- Kapasitas: 35.000 penonton (konsep all seater).
- Deskripsi: Stadion serbaguna terbesar di Kalimantan, dibangun dengan anggaran sekitar Rp800 miliar. Dilengkapi rumput berstandar internasional Zoysia Matrella, CCTV, serta kompleks olahraga pendukung. Setelah sempat terbengkalai, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini tengah berupaya merevitalisasinya untuk mengaktifkan kembali stadion sebagai pusat kegiatan olahraga dan komunitas.
Dengan adanya kunjungan positif dan pembahasan solusi teknis yang intensif, harapan agar Kaltim dapat menjadi tuan rumah Piala AFF U-17 2026 semakin besar. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada keputusan final PSSI dan kesiapan tim teknis dalam memenuhi standar yang dipersyaratkan.






