Kehilangan yang Mendalam
Kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang terjadi di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan pada hari Sabtu (17/1/2026) menewaskan sebanyak 10 orang. Salah satu korban yang meninggal adalah Dwi Murdiono, seorang teknisi pesawat yang bekerja sebagai kru dalam penerbangan tersebut.
Dwi Murdiono tinggal di Perumahan Puri Indrakila, Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor. Setelah kejadian tersebut, ia akhirnya dimakamkan pada hari Minggu (25/1/2026). Jenazahnya dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo 2, Jakarta Selatan, agar dekat dengan makam ibunya. Prosesi pemakamannya diiringi oleh isak tangis keluarga yang telah menantikan kabar tentang Dwi selama seminggu terakhir.
Proses Identifikasi Korban
Sementara itu, adik dari Dwi Murdiono, Muhammad Tarmizi, mengatakan bahwa informasi tentang penemuan seluruh korban diperoleh dari Tim SAR pada hari Jumat (23/1/2026). Namun, hasil identifikasi baru dapat diperoleh pada hari Sabtu (25/1/2026), dan Tarmizi langsung memberikan informasi tersebut kepada keluarga.
“Saya langsung memberikan informasi ke keluarga yang ada di Jakarta. Mereka kaget dan jelas nangis, tidak bisa menahan emosi,” ujarnya saat dijumpai pada hari Minggu (25/1/2026).
Dampak Kecelakaan pada Keluarga
Kematian Dwi Murdiono yang merupakan ayah dari tiga orang anak membuat seluruh keluarga dan kerabat sangat terpukul. Menurut Tarmizi, Dwi Murdiono adalah kakak yang sangat baik dan memiliki sifat yang luar biasa. Ia merasa sangat kehilangan dan tidak bisa membayangkan hidup tanpa kehadirannya.
Menurutnya, kebaikan Dwi Murdiono tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh banyak orang yang mengenalnya. Banyak teman-temannya datang untuk mendoakan almarhum.
“Abang saya itu orangnya baik, gak bisa dideskripsikan pake kata-kata, pokonya baik banget sampe kayak bisa dilihat sendiri banyak temen-temen yang dateng mendoakan almarhum,” katanya.
Kenangan yang Tak Terlupakan
Dwi Murdiono dikenal sebagai sosok yang baik dan penuh kasih. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi seluruh keluarga. Prosesi pemakaman yang dihadiri oleh keluarga besar dan kerabat menjadi bentuk penghormatan terakhir untuk almarhum. Rasa rindu akan kehadiran Dwi akan terus dirasakan oleh semua orang yang pernah mengenalnya.
Kesimpulan
Kecelakaan pesawat ini menjadi peringatan penting akan risiko yang terkait dengan penerbangan. Selain itu, kehilangan Dwi Murdiono mengajarkan betapa berharganya kehidupan dan pentingnya menjaga keselamatan dalam setiap aktivitas. Semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan dan keluarga dapat segera melalui masa duka ini dengan dukungan dari saudara dan kerabat.






