Kebakaran Hebat Landa Pabrik di Jepara, Kerugian Capai Miliaran Rupiah
Sebuah insiden kebakaran besar melanda pabrik yang memproduksi bahan baku tas dan sepatu milik PT Chengqi Industrial Indonesia, berlokasi di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada Sabtu (17/1). Peristiwa tragis ini berhasil dikendalikan setelah kerja keras dan kolaborasi dari berbagai pihak, melibatkan pengerahan 12 unit armada pemadam kebakaran yang dikerahkan secara gotong royong.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jepara, Edy Marwoto, menjelaskan bahwa skala pengerahan armada yang besar ini merupakan langkah strategis untuk mencegah api meluas dan merembet ke area permukiman atau fasilitas industri lainnya di sekitar lokasi pabrik. “Kami mengerahkan sebanyak 12 unit armada pemadam kebakaran untuk mengendalikan api agar tidak menyebar lebih luas,” ujar Edy.
Api mulai berkobar pada sekitar pukul 10.38 WIB. Tim pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian tak lama setelahnya, sekitar pukul 10.58 WIB. Upaya pemadaman yang intensif dan terkoordinasi akhirnya membuahkan hasil, dengan api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.45 WIB.
Kolaborasi Lintas Instansi dalam Pemadaman Api
Keberhasilan dalam memadamkan api ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara berbagai instansi dan perusahaan. Armada pemadam kebakaran yang dikerahkan berasal dari berbagai pos dan satuan, menunjukkan tingkat kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi bencana. Unit-unit yang terlibat meliputi:
- Empat unit dari Pos Mako 113, yang merupakan pusat komando dan operasi pemadam kebakaran.
- Satu unit dari Pos Bangsri.
- Satu unit dari Pos Kalinyamatan.
- Dukungan logistik dan personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara.
- Bantuan dari Kepolisian Resor (Polres) Jepara.
- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang turut memberikan dukungan.
- Selain itu, armada pemadam kebakaran dari beberapa perusahaan swasta besar juga turut serta, menunjukkan tanggung jawab sosial perusahaan, seperti dari PT Djarum Kudus, PT Kota Jati, dan PT ELS.
Dugaan Penyebab dan Dampak Kebakaran
Berdasarkan laporan awal yang dihimpun dari lokasi kejadian, dugaan kuat penyebab kebakaran adalah sambaran petir. Percikan api yang timbul akibat sambaran petir tersebut diduga memicu korsleting listrik di dalam bangunan pabrik, yang kemudian dengan cepat merambat dan membesarkan api.
Luas area pabrik yang dilalap si jago merah diperkirakan sangat signifikan, mencapai sekitar 150 meter kali 100 meter persegi. Skala kebakaran ini menunjukkan besarnya potensi kerugian yang ditimbulkan.
Dalam insiden yang menegangkan ini, dua orang pekerja dilaporkan mengalami luka bakar. Keduanya segera mendapatkan penanganan medis dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) PKU. “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ungkap Edy Marwoto, memberikan sedikit kelegaan di tengah musibah ini.
Namun demikian, kerugian materi akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai angka yang sangat fantastis, yaitu sekitar Rp5 miliar. Angka ini mencakup kerusakan pada bangunan pabrik, mesin-mesin produksi, bahan baku, serta barang jadi yang mungkin tersimpan di dalamnya.
Rincian Operasi Pemadaman
Proses pemadaman api melibatkan koordinasi yang matang di lapangan. Operasi ini dipimpin oleh dua perwira pengendali yang bertanggung jawab atas strategi dan taktik pemadaman. Total sebanyak 26 personel pemadam kebakaran dikerahkan secara langsung untuk menjinakkan api.
Dukungan personel dari berbagai unsur keamanan dan penanggulangan bencana juga sangat krusial. Personel dari Polres Jepara, Polsek Nalumsari, Koramil (Komando Rayon Militer), BPBD, dan DLH bekerja bahu-membahu bersama tim pemadam kebakaran, memastikan setiap aspek operasi berjalan lancar dan aman. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci utama keberhasilan dalam mengatasi situasi darurat berskala besar seperti kebakaran ini.






