Kenang Try Sutrisno: Kapolri Sigit Ucapkan Selamat Jalan Pahlawan Bangsa

Indonesia Berduka: Kepergian Wakil Presiden ke-6, Try Sutrisno, Meninggalkan Duka Mendalam

Bangsa Indonesia kembali dilanda kesedihan mendalam atas berpulangnya salah satu tokoh bangsa yang memiliki peran penting dalam sejarah negeri ini, yaitu Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Bapak Try Sutrisno. Kepergian beliau pada usia senja meninggalkan luka dan kehilangan yang tak terperikan bagi seluruh rakyat Indonesia. Berbagai kalangan, termasuk para pemimpin negeri, turut menyampaikan belasungkawa dan mengenang jasa-jasa almarhum.

Ungkapan Duka dari Kapolri

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, secara pribadi menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum Bapak Try Sutrisno. Beliau mengenang sosok almarhum bukan hanya sebagai seorang senior di jajaran pemerintahan, tetapi lebih dari itu, sebagai seorang pahlawan bagi bangsa Indonesia.

“Innalillahi Wa innailaihi Rojiun, turut berduka cita atas wafatnya Wapres ke-6 almarhum Bapak Try Sutrisno. Semoga almarhum khusnul khotimah dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ungkap Jenderal Sigit pada hari Senin, 2 Maret.

Menurut Kapolri, almarhum Bapak Try Sutrisno telah menorehkan banyak sekali jasa yang tak ternilai selama masa hidupnya. Beliau dikenal luas sebagai salah seorang tokoh senior yang menjadi panutan dan teladan bagi banyak orang di Indonesia. Kepergian beliau merupakan kabar duka yang sangat dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat. Dalam kesedihannya, Jenderal Sigit juga tak lupa mengirimkan doa terbaik untuk almarhum.

“Selamat Jalan Bapak Almarhum Try Sutrisno, selamat jalan pahlawan bangsa. Kami akan selalu mengenang seluruh teladan dan jasa baik beliau, semoga diberikan tempat terbaik disisi-Nya,” lanjut Kapolri dengan nada penuh haru.

Perjalanan Terakhir dan Prosesi Pemakaman

Bapak Try Sutrisno menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pada pukul 06.58 WIB. Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah almarhum langsung dimandikan di rumah sakit tersebut. Selanjutnya, jenazah dibawa menuju rumah duka yang beralamat di Jalan Purwakarta, Menteng, Jakarta Pusat.

Rencananya, jenazah almarhum Bapak Try Sutrisno akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Lokasi pemakaman ini merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi para pahlawan bangsa, sebuah kehormatan yang pantas disematkan kepada almarhum atas kontribusinya selama ini.

Pesan Duka Cita dan Doa untuk Almarhum

Sebuah berita duka yang beredar luas di kalangan awak media pada pagi hari itu menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Pesan tersebut berisi permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang mungkin dilakukan oleh almarhum semasa hidupnya. Selain itu, pesan tersebut juga memohon agar seluruh amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT.

“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT. Kami mohon do’a dari bapak-ibu sekalian agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” demikian bunyi pesan duka cita tersebut.

Permohonan doa dari seluruh masyarakat diharapkan dapat mengiringi kepergian almarhum Bapak Try Sutrisno menuju alam keabadian, sebuah harapan agar beliau mendapatkan tempat yang paling mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kehidupan dan pengabdian almarhum akan selalu dikenang sebagai warisan berharga bagi generasi penerus bangsa.

Bapak Try Sutrisno, yang lahir pada 13 Juni 1932, memiliki rekam jejak yang panjang dalam karier militernya sebelum terjun ke dunia politik. Beliau pernah menjabat sebagai Panglima ABRI sebelum akhirnya dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Soeharto pada periode 1993-1998. Selama masa jabatannya, beliau dikenal sebagai sosok yang tegas dan memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan bangsa.

Dedikasi dan pengabdian Bapak Try Sutrisno selama puluhan tahun di berbagai lini pengabdian, baik di bidang militer maupun pemerintahan, telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan Indonesia. Jasa-jasanya akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus berjuang demi kejayaan tanah air. Kepergian beliau merupakan kehilangan besar bagi Indonesia, namun semangat juang dan warisan pemikirannya akan tetap hidup di hati masyarakat.

Pos terkait